Hidayatullah.com–Tentara Zionis hari Kamis (18/02/2016) menangkap Kepala Gerakan Islam di Wilayah Palestina Terjajah sejak 1948, Syeikh Raid Shalah, dan Anggota Legislatif Arab di Dewan Knesset Zionis, Muhammad Barkah dari rumah sakit Afulah.
Laporan menyebutkan, tentara Israel yang terdiri dari polisi menangkap Syaikh Raid Shalah dan aleg Barkah dari depan rumah sakit Afulah, saat keduanya bergabung dalam aksi solidaritas tawanan mogok makan, Muhammad Al-Qiq.
Muhammad Barkah adalah mantan ketua komite pemantau tinggi republik Arab di wilayah dalam Palestina sementara Syaikh Raid Shalah adalah ketua komite kebebasan. Mereka mengumumkan akan melakukan aksi mogok makan, sebagai bentuk protes mereka atas penolakan pengadilan tinggi Israel untuk memindahkan Muhamamd Al-Qiq dari rumah sakit Zionis ke rumah sakit Palestina yang sedang melakukan aksi mogok makan juga sejak 86 hari yang lalu.
Baca: Muhammad Al-Qiq, Wartawan yang Melawan Penjajah dengan Lapar
Rumah sakit Afulah dikelilingi ratusan polisi dan para intel yang berjaga-jaga mengawasi aksi solidaritas tawanan Al-Qiq. Pihak pengadilan tetap bersikukuh tidak mau memindahkan AL-Qiq dari rumah sakit Afulah ke Ramallah.
Pada bulan Nopember lalu, pemerintah Israel mengeluarkan vonis devortasi terhadap Syaikh Raid Sholah dari Al-Quds timur selamas 6 bulan.
Sebelumnya, Syeikh Raid Shalah mengatakan, Muhammad Al-Qiq sekarat setelah 85 hari melakukan aksi mogok makan di tahanan Zionis. Syeikh Raid juga memperingatkan perihal rencana penjajah Zionis membunuh pelan-pelan Al-Qiq. “Sekarang ini Al-Qiq hanya tinggal kulit dan tulang tengkorak. Ia tak bisa merespon siapapun yang bicara dengannya,” kata Syeikh Shalah dikutip PIC.
“Tanda-tanda stroke mematikan telah mulai muncul di tubuhnya yang sudah sangat lelah. Kondisinya kian memburuk akibat penolakannya untuk menjalani pemeriksaan medis.”
Berbicara dari luar rumah sakit di Afula, Syeikh Raid Shalah mengatakan, “Penjajah Zionis sudah gila dan mulai memburu kita setelah mereka tahu perihal solidaritas mogok makan kita. Petugas memaksa kita keluar dari rumah sakit dan menculik tiga relawan semalam, serta memukuli mereka dengan kejam,” kata Syeikh Shalah. Ia menambahkan, sejumlah warga Palestina akan meneruskan mogok makan terbuka sebagai wujud solidaritas terhadap Al-Qiq.*