Hidayatullah.com—Rakyat Palestina di Tepi Barat bangkit sejak awal meletus Intifada Al Quds (Intifada Baitul Baqdis) awal Oktober 2015 ini.
Di Kamp Pengungsi Shafaat, pemuda-pemuda Palestina bergerak melawan pasukan penjajah Zionis.
10 hari perlawanan rakyat Palestina di Tepi Barat sudah puluhan warga Palestina terluka dalam bentrokan sengit, Ahad (11/10) di sejumlah lokasi di Tepi Barat, di Tulkarm, Betamara Hebron, perlintasan Hawarah Nablus, dan Abu Deis Al-Quds.
Di bergai tempat di Tepi Barat, para mahasiswa menggelar aksi demonstrasi di sejumlah lokasi yang bersinggungan langsung dengan tentara Israel.
Para wanita tak kalah ketinggalan, mereka ‘mengangkat senjata” batu berhadapan dengan sniper dan senjata-senjata otomatis pihak penjajah.
Rata-rata korban terkena luka tembak peluru karet senjata-senjata otomatis Israel.
Mahasiswa dan mahasiswi di kawasan kampus Khuduri, antara pasukan Israel dan para mahasiswa Palestina, puluhan mahasiswa mengalami sesak napas akibat tembakan gas air mata.
Di samping tiga korban yang syahid, puluhan terluka dalam aksi serangan yang dilancarkan pesawat Zionis dan berbagai konfrontasi yang berlangsung di berbagai penjuru Tepi Barat, al Quds dan Jalur Gaza.
Hingga hari ini (hari ke-11), jumlah korban yang gugur, 24 syahid dan lebih dari 1300 lainnya luka-luka.
Direktur Pusat Studi Urusan Israel “Al Quds Center”, Ala Rimawi, mencatat, selama 10 hari intifada al Quds telah melahirkan 664 aksi lemparan batu, 246 aksi lemparan botol molotof, 20 aksi penembakan dan 20 aksi penikaman. 11 di antaranya aksi perlawanan ini telah membunuh 5 orang Zionis, tiga di antaranya adalah serdadu.
Sebagian terluka dalam dua aksi penikaman yang terjadi pada hari Sabtu (10/10/2015) di kota al Quds, salah seorang lain dalam kondiri parah.
Sekretaris Umum Persatuan Ulama Muslim Dunia, Syeikh Dr. Ali Al Qurodaghi mengatakan dalam akun twitter-nya, wanita-wanita Palestina ini sedang mempertahan diri umat Islam se-dunia;
“Wanita-Wanita merdeka ini mempertahankan harga diri umat,
Oleh karenanya mereka membunuh atau dibunuh (bertempur),
Sebagian pihak berkata; mereka itu lebih baik berdiam diri saja di rumah,
Saya katakan; maka gantikan posisi mereka! Bela harga diri umat. Pasti mereka kembali ke rumah mereka,” ujarnya dalam akunnya @aliqaradaghi.*/M Rizqy U
Foto: Berbagai sumber twitter