Hidayatullah.com—Tentara Israel menghancurkan titik pemeriksaan anti-corona Palestina dan melukai seorang lelaki Palestina selama kekerasan di Kamp Pengungsi Jenin, menurut sumber-sumber lokal yang dikutip oleh media Palestina Days of Palestine.
Sumber itu mengatakan tentara Israel menghancurkan pos pemeriksaan anti-Covid-19 yang ditetapkan oleh keamanan Palestina di pintu masuk Jenin, sebelah utara kota Jenin di Tepi Barat. Titik pemeriksaan telah diatur untuk mencegah penyebaran virus.
Mereka mengatakan seorang pria Palestina juga terluka dalam kekerasan tentara Israel terhadap warga Palestina di kota itu.
Tentara Israel menyerbu kota dan kamp pengungsiannya pada Senin (20/7/2020) untuk menahan para aktivis Palestina di mana kekerasan terjadi terhadap penduduk kota.
Para prajurit menembaki warga Palestina yang menyebabkan satu orang Palestina terluka di kakinya. Mereka juga menahan dua warga Palestina dan menghancurkan titik pemeriksaan.
Sebelumnya, pengadilan Israel memerintahkan penahanan gubernur Yerusalem Otoritas Palestina (PA) Adnan Ghaith selama tujuh hari, menurut sumber yang dikutip oleh media Palestina Wafa.
Ghaith ditahan pada Minggu (19/07/2020) di rumahnya di lingkungan Silwan di Yerusalem Timur dengan tuduhan aktivitas politik atas nama Otoritas Palestina di bagian kota yang diduduki Israel dan dibawa ke kantor polisi Kamp Rusia di Yerusalem Barat tempat ia ditahan semalam sebelum dibawa ke pengadilan pada (20/07/2020) untuk penahanannya.
Gaith telah ditangkap bersamaan dengan Shadi Mutawar, sekretaris Gerakan Pembebasan Nasional Palestina (Fatah) dalam operasi terpisah di kota Al-Quds (Yerusalem).
Pasukan Israel juga menahan Menteri Al-Quds Palestina Fadi al-Hadami di rumahnya pada hari Jumat (16/07/2020) karena perannya dalam penangan COVID-19, dan memaksanya untuk mengenakan masker wajah bernoda darah.
Pengacara Adnan Gaith, Rami Othman, mengatakan Ghaith, yang dibawa untuk ditanyai, ditangkap terutama karena aktivitas terkait dengan penanganan wabah koronavirus.
Hukum Israel yang sewenang-wenang melarang Otoritas Palestina untuk melakukan kegiatan politik di Yerusalem.
Israel mengerahkan semua upaya, termasuk penahanan, pengusiran, penutupan lembaga, larangan kegiatan, untuk mencegah aktivitas Palestina di kota yang diduduki yang akan merusak kontrol ilegal atas Yerusalem Timur, yang Palestina inginkan untuk menjadi ibukota negara masa depan mereka.*