Hidayatullah.com–Kepala Federasi Umum Serikat Buruh Palestina Sami Al-Amasi mengkonfirmasi bahwa 5.000 pekerja telah kehilangan pekerjaan mereka, Hal ini dikarenakan 20 pabrik tempat mereka bekerja hancur dalam serangan Zionis “Israel” ke Gaza, lansir Middle East Monitor.
Dalam sebuah pernyataan, Al-Amasi mengungkapkan bahwa serangan “Israel” terbaru menimbulkan pukulan besar bagi sektor ekonomi di Jalur Gaza. Dia mencatat bahwa itu memperburuk ekonomi yang sudah lemah, yang telah menderita karena 14 tahun blokade Zionis. Sementara keadaan sulit akibat COVID-19, menambah jumlah warga Palestina yang kehilangan pekerjaan atau menjadi pengangguran.
Al-Amasi menunjukkan bahwa ekonomi adalah target utama serangan Zionis “Israel”, menunjuk pada penghancuran kantor perusahaan besar yang terletak di gedung-gedung tinggi yang dihancurkan selama serangan.
Sementara itu, kata dia, dampak langsung dan tidak langsung COVID-19 berdampak pada lebih dari 160.000 pekerja selama setahun terakhir.
Kerugian ekonomi akibat pandemi mencapai NIS 200 juta dan meningkatkan pengangguran hingga 55 persen.
Al-Amasi menyerukan Wakil Menteri Tenaga Kerja Ihab Al-Ghussein untuk membentuk dana untuk membantu pekerja yang terkena dampak serangan “Israel”.
Dia juga menyerukan serikat pekerja Arab, Islam dan internasional untuk mendukung Palestina dan perjuangan mereka, karena mereka mengalami kondisi yang keras di bawah pendudukan Zionis “Israel”.*