Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Palestina Terkini

Tim Wanita Armada Bantuan Gaza Bertolak dari Libanon

Admin Hidcom
Terakhir diupdate:
Admin Hidcom
Dipublikasikan 9 Agustus 2010 10:38
Bagikan
Bagikan

 Hidayatullah.com–Kapal bermuatan bantuan untuk Gaza sedang bersiap untuk meninggalkan Tripoli, Libanon minggu ini dalam upaya terbaru untuk menentang blokade Israel – dengan awak kapal hanya terdiri dari wanita.
 Saint Mariam atau Virgin Mary, mempunyai penumpang internasional yang beragam dari berbagai keyakinan, termasuk penyanyi Libanon May Hariri dan grup perawat dari Amerika.
 “Mereka para perawat, dokter, hakim, jurnalis, Kristen dan Muslim,” kata Mona, seorang partisipan yang dengan wanita lainnya, telah mengadopsi nama kapal, Mariam.
 Mariam dan kapal saudaranya, Naji Alali, telah berharap untuk bertolak beberapa minggu lalu, tapi mengalami penundaan setelah Israel melakukan misi diplomatik untuk menekan Libanon untuk menghentikan misi ini.
 Koordinator perjalanan, Samar al-Haj, mengatakan pada Guardian minggu ini bahwa pemerintah Libanon telah memberikan ijin pada kapal-kapal ini untuk meninggalkan Cyprus, bagian awal dari perjalanan, minggu ini.
 Israel mengatakan bahwa mereka prihatin atas armada kecil dari Libanon ini, dimana dengannya Israel memiliki permusuhan yang berkelanjutan masalah penyelundupan senjata ke Gaza.
 Duta Israel untuk PBB, Gabriela Shalev, membela dengan memberi peringatan bahwa Israel mempunyai hak untuk menggunakan “tindakan yang diperlukan” yang selaras dengan hukum internasional untuk menghentikan kapal.
 Tetapi al-Haj mengatakan bahwa misi tersebut adalah murni kemanusiaan. “Target kami adalah sampai di Gaza,” dia mengatakan. “Ini adalah tanggung jawab pemerintah untuk melakukan kesepakatan dalam masalah politik. Kami tidak berpolitik.”
 Dia mengatakan bahwa semenjak berita tentang armada kecil ini merebak, terdapat banyak permintaan untuk bergabung dengan misi ini, dengan lebih dari 400 orang dari Amerika sendiri. Sedikitnya 10 orang Amerika akan berada di kapan tersebut.
 Kapal tersebut telah dimuati dengan peralatan medis dan obat-obatan untuk dibawa ke Palestina.
 Para relawan sadar akan adanya bahaya, sebagaimana yang telah dialami oleh armada bantuan lainnya yang membawa bantuan untuk Gaza yang diserang Israel pada bulan Mei.
 Serena Shim, seorang wanita yang sedang hamil, memutuskan untuk bergabung dengan pelayaran ini karena keyakinannya bahwa blokade Gaza adalah ketidakadilan.
 “Orang-orang tersebut membutuhkan bantuan,” katanya.
 Saat ditanya bagaimana sikap mereka jiga Israel menyerang, salah satu aktivis, al Tania Kayyalisaid mengatakan,  “Kami tidak berencana untuk melawan atau menyerang – tetapi kami tidak akan meninggalkan St Mariam.” [tgd/ar/hidayatullah.com]

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Siapa Bersungguh-sungguh, Ia Mendapatkannya
Tulisan selanjutnya NTB Bangun Islamic Centre Berkapasitas 15.000 Orang

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Pelacur Thailand akan Kedatangan Pelanggan Potensial 5 Ribu Tentara Amerika

Berita
31 Agustus 2026 19:36
Genosida Rwanda: Pengadilan Belanda Penjarakan Seorang Tersangka Seumur Hidup
Komandan Tentara Suriah Era Assad Tewas Saat akan Ditangkap
Geng Kriminal Dukungan ‘Israel’ Culik Petinggi Hamas
Nasib Pelajar Palestina di Wilayah Penjajahan, Dipaksa Ikuti Kurikulum ‘Israel’

Terbaru

  • Nasib Pelajar Palestina di Wilayah Penjajahan, Dipaksa Ikuti Kurikulum ‘Israel’
  • Menteri ‘Israel’ Akui Terus Godok Rencana Pengusiran Warga Palestina dari Gaza
  • Temui Kemenhaj, Baznas Upayakan Dam Haji 2027 Jamaah Indonesia Dilaksanakan di Tanah Air
  • Trump Akui Perangi Iran demi Lindungi ‘Israel’ dan Barat
  • 70 Guru Palestina Tak Diberi Izin, Seluruh Sekolah Kristen di Yerusalem Hentikan Pembelajaran
  • Geng Kriminal Dukungan ‘Israel’ Culik Petinggi Hamas
  • Sertifikasi Halal Restoran Bisa Dimulai dari Outlet yang Siap
  • AS Hantam 100 Target di Iran, Dua Tanker Minyak Ikut Diserang
  • Jelang Wajib Halal Oktober 2026, LPPOM Dorong Konsumen Ikut Mengawal Kehalalan Produk
  • Tinggal Sebulan Lebih, MUI Tegaskan Tak Ada Lagi Alasan Tunda Wajib Halal

Mungkin Anda Juga Suka

Palestina Terkini

Menteri Penjajah Tuangkan Miras Rayakan Disahkannya Hukuman Mati untuk Warga Palestina Terjajah

31 Maret 2026 09:13
Palestina Terkini

Zionis Sahkan Undang-Undang Hukuman Mati bagi Warga Palestina Terjajah, Picu Kritik Internasional

31 Maret 2026 09:08
Palestina Terkini

Babak Baru Pendudukan: ‘Israel’ Resmikan Pencaplokan Tepi Barat

17 Februari 2026 14:18
Palestina Terkini

Khaled  Misy’al: Senjata Bagi Hamas adalah Alat Pertahanan Diri dari Penjajahan

10 Februari 2026 06:48
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?