Hidayatullah.com — Pasukan pendudukan “Israel” tadi malam menangkap beberapa kerabat dari enam tahanan Palestina yang berhasil melarikan diri dari Penjara Gilboa dengan keamanan tinggi di “Israel” utara awal pekan ini, lansir Middle East Monitor.
Menurut Perhimpunan Tahanan Palestina, tentara Zionis “Israel” memasuki dan menggeledah rumah-rumah Palestina di Arabbuna, utara kota Jenin, Tepi Barat yang diduduki, tempat para pelarian itu berasal. Mereka menangkap empat kerabat Mahmud Ardah, salah satu tahanan Palestina. Dia telah digambarkan di media “Israel” sebagai dalang dari pelarian itu.
Tentara “Israel” bersenjata berat juga menangkap Yacoub Infaat, ayah dari pelarian lain, setelah membobol rumahnya di Ya’bad, di sebelah barat Jenin.
Menurut kantor berita Wafa, penahanan seorang pejabat di Unit Pengaduan Kementerian Kesehatan Palestina, mendorong Menteri Mai Al-Kaila mengutuk penahanannya dan interogasi keluarganya.
“Pendudukan ‘Israel’ dengan sengaja menimbulkan kekerasan pada rakyat Palestina yang melanggar norma, hukum, dan konvensi internasional,” kata Al-Kaila. Dia meminta semua organisasi hak asasi manusia untuk campur tangan tanpa penundaan untuk memastikan pembebasan pejabat tersebut.
Pada hari Senin (06/09/2021), otoritas pendudukan “Israel” mengumumkan bahwa enam tahanan Palestina telah melarikan diri dari Penjara Gilboa dengan keamanan tinggi di utara negara itu. Laporan mengatakan bahwa mereka menggunakan peralatan dapur primitif untuk menggali terowongan dari sel tempat mereka melarikan diri.
“Israel” sejak itu melancarkan perburuan besar-besaran dan memperkuat pasukan pendudukannya di Jenin. Layanan keamanan Otoritas Palestina dilaporkan bekerja sama dalam pencarian para pelarian tersebut.
Kelompok hak asasi mengatakan bahwa ada 4.850 tahanan Palestina yang ditahan oleh Zionis “Israel”, termasuk wanita dan anak-anak. Mereka menghadapi perlakuan buruk dan kondisi yang keras.*