Hidayatullah.com — Pasukan entitas Zionis ‘Israel’ membunuh tiga warga Palestina di Tepi Barat yang dijajah, termasuk satu orang yang diduga melakukan aksi penikaman.
Sanad Abu Attiyeh, 17, dan Yazeed al-Saadi, 23, ditembak mati dalam serangan tentara Israel di Jenin pada hari Kamis, kata kementerian kesehatan Palestina.
Secara terpisah, tentara Zionis menembak dan membunuh seorang pria Palestina yang melakukan penikaman di dekat pemukiman ilegal Gush Etzion di selatan kota Betlehem, melukai empat pemukim ilegal Yahudi, Kamis pagi.
Pria itu diidentifikasi sebagai Nidal Jumaa Jaafra, 30, dari desa Tarqoumya dekat Hebron di Tepi Barat yang dijajah.
Di Jenin, 15 warga Palestina lainnya terluka oleh peluru tajam selama serangan pasukan Zionis, kata laporan media lokal, dengan setidaknya tiga dalam kondisi kritis.
Kementerian kesehatan Palestina mengatakan Zionis menembakkan gas air mata di dekat rumah sakit umum Jenin, yang merembes ke IGD dan mengganggu pelayanan kesehatan.
Tidak hanya membunuh, Zionis juga geledah rumah warga Palestina
Selain membunuh, pasukan Zionis juga menyerbu dan menggeledah rumah warga Palestina, Diaa Hamarsheh, yang melakukan serangan penembakan pada Selasa di kota ultra-ortodoks Bnei Brak di timur Tel Aviv, menewaskan lima warga ‘Israel’ termasuk seorang polisi.
Hamarsheh, yang ditembak mati dalam baku tembak dengan polisi, adalah seorang buruh yang bekerja di Bnei Brak tetapi tinggal di desa Ya’bad di luar kota Jenin.
Gembong Zionis ‘Israel’ Naftali Bennett mengatakan rumah Hamarsheh “telah dijadwalkan untuk dihancurkan” demi “menciptakan pencegahan”.
Ketegangan yang meningkat
Pembunuhan itu terjadi di tengah meningkatnya ketegangan selama dua minggu terakhir di Palestina dan Tepi Barat yang dijajah menjelang bulan suci Ramadhan.
Sekitar 11 pemukim ilegal Yahudi dan warga ‘Israel’, termasuk tiga petugas polisi, tewas dalam tiga serangan terpisah di dalam wilayah Palestina yang diduduki dalam gelombang kekerasan yang tidak pernah disaksikan selama bertahun-tahun.
Pada Ahad lalu, dua pria bersenjata dari kota utara Umm al-Fahm melepaskan tembakan di kota Hadera (Khdeira), menewaskan dua petugas polisi perbatasan. Kelompok teror ISIS mengklaim serangan itu dilakukan oleh anggotanya.
Serangan itu menyusul serangan pada 22 Maret ketika seorang warga Palestina dari desa Hura di Naqab (Negev) melakukan penikaman dan menabrakkan mobil, menewaskan empat orang Israel.
Semua penyerang Palestina ditembak mati di tempat kejadian, baik oleh polisi atau pemukim Yahudi ‘Israel’ bersenjata.
Pada Rabu, Bennett mengatakan kepada warga ‘Israel’ bahwa “inilah waktunya untuk membawa senjata”.
Zionis ‘Israel’ telah mengerahkan ribuan bala bantuan di Tepi Barat yang diduduki, di dalam ‘Israel’, dan di sepanjang Jalur Gaza yang terkepung.
Dalam beberapa hari terakhir, pemukim ilegal Yahudi di Tepi Barat yang diduduki telah mengadakan demonstrasi di jalan-jalan utama dan menyerang kendaraan Palestina di dekat Salfit dan Nablus.
Kelompok main hakim sendiri bersenjata Yahudi juga telah beroperasi dan menyerang warga Palestina, beberapa orang dirawat di rumah sakit, di wilayah selatan Naqab, dan di pusat kota al-Lydd. Juga di al-Lydd, video muncul dari geng-geng Israel yang menghancurkan mobil-mobil Palestina.
Ketegangan di lapangan tetap tinggi sejak April dan Mei tahun lalu.
Upaya ‘Israel’ untuk secara paksa menggusur penduduk di lingkungan Palestina Sheikh Jarrah, dan serangan kekerasan berikutnya di kompleks Masjid Al-Aqsa di Yerusalem Timur yang diduduki selama Ramadhan pada tahun 2021 menyebabkan protes massal Palestina dan konfrontasi 11 hari antara Israel dan gerakan bersenjata Palestina di Jalur Gaza yang terkepung.*