Hidayatullah.com—Aktivis wanita Intisar Awawda mengatakan akan menolak proyek permukiman haram ‘Israel’. Ia juga mengaku tidak akan menyerah pada kebijakan pendudukan penjajah.
“Proyek untuk mendirikan hotel wisata dan kota air, yang telah disetujui oleh dewan direksi permukiman Ma’ale Adumim, yang dibangun di atas tanah Palestina, di kota Al-Quds, adalah bagian dari kebijakan pendudukan ‘Israel’ untuk melakukan yahudisasi Kota Suci al-Quds dan memperketat tekanannya pada warga Al-Quds, “ katanya dalam pernyataan pers yang dirilis hari Senin (25/7/2022), Awawda.
Dia menambahkan bahwa pendudukan ‘Israel’ terus melanjutkan perluasan permukiman di tanah Al-Quds dan Tepi Barat. Pada saat yang sama orang Palestina berusaha membuktikan setiap hari bahwa tanah itu milik pemiliknya dan bukan milik orang asing, katanya dikutip Freedom News.
Awawda menyatakan bahwa bangsa Palestina menciptakan metode perlawanan sesuai dengan kemampuannya. Dia menegaskan perlunya untuk terus mempertahankan tanah dan tidak menerima kebijakan pendudukan ‘Israel’ yang memaksakan realitas yang ditempuh oleh pendudukan ‘Israel’.
Dia menyerukan untuk mengintensifkan kegiatan yang mendukung keteguhan orang-orang Palestina untuk bertahan di tanah mereka, dan untuk menekan pemerintah pendudukan ‘Israel’ dan menuntutnya melalui lembaga-lembaga internasional. Dia menyerukan untuk mengambil segala cara dan tindakan untuk memberantas ekspansi kanker permukiman ini di tanah Palestina di Tepi Barat dan Al-Quds.
Penjajah ‘Israel’ telah meluncurkan proyek permukiman besar, di kompleks permukiman “Mishor Adumim” di timur Al-Quds, di jalan antara kota al-Quds dan Jerico. Proyek ini mencakup pembangunan taman air besar dan sebuah hotel dengan sekitar 1.000 kamar.
Sebuah kompleks besar akan dibangun dalam tiga tahun ke depan. Meliputi pembangunan sebuah hotel, taman air baru dengan 21 seluncuran, enam kolam renang, dan taman hiburan.
Gerakan Perlawanan Islam Hamas menegaskan bahwa proyek-proyek permukiman pendudukan ‘Israel’ dan proyek-proyek yahudisasi di Al-Quds tidak akan berhasil mengendalikan kota al-Quds, melakukan yahudisasi kota, mengubah fitur-fiturnya, dan memisahkannya dari Palestina.*