Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Kisah & Perjalanan

Perpustakaan” Usamah bin Ladin Sang Syuhada”

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 19 April 2014 10:03 10:03 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 19 April 2014 10:03
Bagikan
“Maktaba Usamah bin Ladin Syahid” (Perpustakaan Usamah bin Ladin Sang Syuhada) di Madrasah Jamiah Hafsah Pakistan yang memilikis 15 ribu siswi
Bagikan

TIDAK semua orang menganggap Usamah bin Ladin sebagai tokoh menakutkan. Sebuah madrasah untuk perempuan di ibukota Pakistan, Islamabad, justru mengambil nama mantan pemimpin al-Qaidah, Usamah bin Ladin, sebagai nama perpustakaan.

 

Seorang juru bicara sekolah menggambarkan Bin Ladin, yang tewas di tangan pasukan khusus Amerika Serikat tiga tahun lalu sebagai pejuang yang syahid dalam mempertahankan kepercayaan atau agama, demikian dikutip BBC.

Madrasah putri yang dipimpin seorang ulama bernama Maulana Abdul Aziz  bukan satu-satunya tempat yang secara terang-terangan menggunakan nama Usamah, tokoh paling menakutkan Batat. Sejumlah kalangan di Pakistan bahkan menggunakan nama Usamah untuk menamai anak atau tempat usaha. Namun, menggunakan nama Usamah untuk fasilitas sekolah di Pakistan memang baru pertama kali ada.

Madrasah memang merupakan aspek penting dalam pendidikan di Pakistan yang didominasi Muslim. Sebagian besar sekolah agama di Pakistan bahkan menyediakan makanan, biaya kuliah dan tempat tinggal gratis bagi mahasiswa asing yang menimba ilmu di negeri pecahan India itu.

Baca Juga

Ketua Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia mengunjungi Palestina dan Masjidil Aqsha
Keadaan Masjidil Aqsha dan Rakyat Palestina di Bawah Penjajahan Israel
Dakwah di Timor Leste: “Ustadz Pergi, Siapa Lagi yang Mengajari Kami Islam?” [2]
Dakwah di Timor Leste: “Ustadz Pergi, Siapa Lagi yang Mengajari Kami Islam?” [1]
Manis Asin Bisnis Si Kental Hitam
Syiarkan Tilawah al-Quran, Mahasiswa STAIL Selenggarakan “Touring Quran”

Bagi Maulana Abdul Aziz, sosok Usamah merupakan syuhada. Karenanya Maulana berupaya menghormati sosok Usamah dengan menggunakan nama mantan pemimpin Alqaeda itu sebagai nama perpustakaan.

Aziz memang sudah lama dikenal sebagai ulama penentang Amemrika.Dia juga imam di Masjid Merah di Pakistan, sebuah masjid di Islamabad yang menjadi tempat persembunyian aktivis Islam saat diserang tentara pada 2007. Dalam serangan itu puluhan tewas hingga memicu gelombang serangan balasan oleh kaum Muslim di berbagai wilayah Pakistan.

Masjid Merah memiliki dua madrasah, yakni untuk perempuan dan laki-laki. Madrasah untuk perempuan dinamai Jamia Hafsa yang semua stafnya perempuan dan memiliki 15 ribu siswi.

Untuk ukuran madrasah, Jamia Hafsa dianggap prestisius. Yang baru dibangun adalah satu ruangan perpustakaan di dalam kompleks madrasah, berdekatan dengan ruang komputer dan ruang kerja Aziz.

Sebuah kertas dengan tulisan Arab ditempel di pintu kayu di bangunan itu. Tulisannya adalah “Maktaba Usamah bin Ladin Syahid”  (Perpustakaan Usamah bin Ladin Sang Syuhada).

“Azis menganggap Usamah bin Ladin adalah pahlawan dan syuhada, jadi itulah mengapa dia memilih nama Usamah untuk perpustakaan,” ujar Tehsin Ullah yang menjadi juru bicara untuk Aziz dikutip AP.

Sedangkan Abdul Rahman, salas satu petugas administrasi di madrasah itu mengatakan, perpustakaan Usamah dibangun 2 bulan lalu. Sedangkan pemberian nama Usamah untuk perpustakaan sudah sejak sebulan lalu. Terang saja pemilihan nama itu mengundang perhatian media.

Meski demikian tidak ada buku-buku ataupun foto Usamah yang terlihat di dalam perpustakaan itu. Rahman menegaskan bahwa perpustakaan itu hanya untuk buku-buku tentang ajaran Islam. Rahman juga menolak mendiskusikan serangan Navy SEAL yang menewaskan Usamah.

Namun, sudah dikenal luas bahwa para siswa dan siswi di madrasah yang dikeola Azis itu telah berpartisipasi dalam protes anti-AS selama beberapa tahun ini. Azis memang dikenal karena sikapnya yang anti-Amerika.

Seperti yang diyakini media,  Usamah meninggal di persembunyiannya di Abbottabad, Pakistan saat disergap tim elit dari Angkatan Laut AS, Navy SEAL pada Mei 2011 silam. Aksi Navy SEAL itu membuat marah Pakistan yang menyebut AS telah mencederai kedaulatan negara lain.

Meski Usamah tiada, tak menyurutkan pendukungnya (terutama penentang Amerika dan Barat). Karena itu tokoh ini hingga saat ini memang masih dianggap sebagai pahlawan oleh sebagian besar sekolah Islam atau madrasah di Pakistan.*

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Amien Rais: “Ekonomi Indonesia belum Berdaulat”
Tulisan selanjutnya “Sajak Tentang Koalisi yang (Hanya) Hampir Jadi”

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Warga Yunani Didakwa Membantu Iran untuk Menarget Jurnalis di Inggris

Berita
31 Mei 2026 04:41
Kapal Kargo Turki Diserang Drone di Laut Hitam
Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
Singapura Terbitkan Panduan untuk Bantu Orang Tua Kurangi Screen Time Anak
Israel, Russia Dimasukkan Daftar Hitam Kekerasan Seksual PBB

Terbaru

  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Mungkin Anda Juga Suka

Kisah & Perjalanan

Aksara Jawi yang Masih Bertahan di Brunei Darussalam

21 Desember 2022 09:45
FeatureKisah & Perjalanan

Mendulang Rezeki dari Budi Daya Rumput Laut di Desa Kupang

10 Desember 2022 23:18
Kisah & Perjalanan

Piala Dunia 2022: Qatar Ubah Pertandingan Bola menjadi Keramahan Budaya Arab dan Keindahan Islam

9 Desember 2022 10:25
Kisah & Perjalanan

Turki dan Surga Kucing

4 Desember 2022 23:45
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?