Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Kisah & Perjalanan

Virus Corona di Italia Bunuh Pendeta Pendeta yang Berkati Para Pesakitan

Nashirul Haq
Terakhir diupdate: 21 Maret 2020 13:51 1:51 pm
Nashirul Haq
Dipublikasikan 21 Maret 2020 13:27
Bagikan
Paus Francis, digambarkan merayakan Misa sendirian di wisma Santa Marta di Vatikan kemarin/Dailymail
Bagikan

Hidayatullah.com-Mereka datang untuk memberkati para pesakitan adalah yang paling menderita akibat virus corona (COVID-19). Dan kemudian, semakin sering, pendeta Italia semakin banyak yang kehilangan nyawa lapor AFP.

Keuskupan Bergamo di Milan timur laut tampaknya paling terguncang oleh stealth killer ini. Setidaknya 10 pendetanya telah meninggal dunia akibat COVID-19, harian Katolik Avvenire melaporkan pada Kamis (19/3/2020).

Kematian tersebut, baik dari pendeta ataupun anggota komunitas mereka, “sangat banyak sehingga sulit untuk dihitung”, harian itu menulis. Lima korban jiwa lainnya tercacat di kota Parma. Masih banyak kematian terkait virus yang terjadi di kalangan pendeta di Brescia, Cremona dan pusat industri utara Milan.

Semua paroki ini banyak terletak di Italia utara, target virus sejak kematian pertama di negara Katolik itu dilaporkan empat minggu yang lalu. Lebih dari 3.400 warga negara Italia telah kehilangan nyawanya akibat virus ini. Italia telah mengambil alih pusat perhatian pandemi global dari Cina, tempat COVID-19 pertama kali dilaporkan pada akhir Desember.

(1) These Italian priests, most hospital chaplains, have died due to the Coronavirus. #ItalyCoronavirus

May they Rest In Peace

Credit: Douglas Bazi pic.twitter.com/hHaciIxRAL

— Jessi Arabou (@JessiArabou) March 20, 2020

Baca Juga

Ketua Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia mengunjungi Palestina dan Masjidil Aqsha
Keadaan Masjidil Aqsha dan Rakyat Palestina di Bawah Penjajahan Israel
Dakwah di Timor Leste: “Ustadz Pergi, Siapa Lagi yang Mengajari Kami Islam?” [2]
Dakwah di Timor Leste: “Ustadz Pergi, Siapa Lagi yang Mengajari Kami Islam?” [1]
Manis Asin Bisnis Si Kental Hitam
Syiarkan Tilawah al-Quran, Mahasiswa STAIL Selenggarakan “Touring Quran”

Banyak dokter jadi korban

Seperti dokter, para pendeta Italia melakukan kontak dengan kasus-kasus penyakit paling serius. Dan seperti dokter pula, para pendeta diketahui berkumpul di antara mereka sendiri dalam jarak dekat, menciptakan kondisi yang sempurna untuk penularan.

Angka yang dilaporkan oleh media Italia menunjukkan kematian di antara para pendeta lebih tinggi. Setidaknya 18 pendeta telah dilaporkan meninggal.

“Mengenakan masker, topi, sarung tangan, jubah dan kacamata pelindung, kami para pendeta berjalan di sekitar aula seperti zombie,” kata Pastor Claudio del Monte kepada kantor berita Italia Adnkronos.

Del Monte memiliki sebuah paroki di Bergamo, sebuah kota berbukit dengan populasi 120.000 orang. Tempat dengan menara persegi dan atap terakota miring yang dikenal oleh para wisatawan dari banyak Kota Italia yang indah.

Provinsi itu sekarang merupakan Provinsi Italia yang terkena dampak paling buruk. Dengan 4.634 infeksi pada hari Jumat (20/3/2020), telah menumpuk 11 persen dari semua kasus Italia. Populasinya menyumbang hanya 0,2 persen dari total Italia.

Di Bergamo telah begitu banyak korban meninggal sehingga truk-truk tentara harus mengirimkan pasokan peti mati kayu yang baru pada Kamis. Saking banyaknya yang korban meninggal sehingga kamar mayat tidak bisa lagi menampung mereka semua.

“Kami tidak lagi tahu di mana harus menempatkan orang mati,” kata uskup Bergamo, Francesco Beschi, kepada situs berita Vatikan.

Berdiri dan melihat peti mati membuatnya merasa “sangat berat”, kata Beschi.

Gairah kematian

Seperti korban lainnya, para pendeta dimakamkan tanpa upacara.  Pemakaman, serta pernikahan, telah dilarang selama lebih dari seminggu untuk membendung penularan. Mereka mungkin tidak diizinkan lagi selama beberapa minggu atau bulan ke depan.

“Sangat menyakitkan melihat para pendeta jatuh sakit,” Enrico Salmi, uskup Parma, mengatakan kepada Avvenire.

“Kadang-kadang itu terjadi (kepada mereka) karena semangat pastoral. Mereka memasuki unit perawatan intensif di mana, tentu saja, tidak seorangpun seharusnya ke sana.”

Tersentuh oleh nasib buruk para pendeta di Bergamo, Paus Fransiskus mengadakan panggilan ke Beschi, uskup paroki pada Rabu (18/3/2020). Paus kelahiran Argentina telah berulang kali meminta para pendeta untuk menghabiskan lebih banyak waktu mengunjungi orang sakit.*

Redaktur: Nashirul Haq
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:ItaliakatolikParokipendetavatikanvirus corona
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Hand Sanitizer Langka, Guru SMP-SMA Ar-Rohmah Putri Bikin Sendiri
Tulisan selanjutnya Fatwa Al Azhar terkait Tata Cara Memandikan dan Menshalati Jenazah Korban Corona

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Putin Tawarkan Pembebasan Utang Bagi yang Mau Gabung Tentara

Berita
31 Mei 2026 05:45
Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
Singapura Terbitkan Panduan untuk Bantu Orang Tua Kurangi Screen Time Anak
Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah
‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza

Terbaru

  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
  • Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
  • ‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
  • Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah
  • Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi

Mungkin Anda Juga Suka

Kisah & Perjalanan

Aksara Jawi yang Masih Bertahan di Brunei Darussalam

21 Desember 2022 09:45
FeatureKisah & Perjalanan

Mendulang Rezeki dari Budi Daya Rumput Laut di Desa Kupang

10 Desember 2022 23:18
Kisah & Perjalanan

Piala Dunia 2022: Qatar Ubah Pertandingan Bola menjadi Keramahan Budaya Arab dan Keindahan Islam

9 Desember 2022 10:25
Kisah & Perjalanan

Turki dan Surga Kucing

4 Desember 2022 23:45
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?