Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Iptekes

Masyarakat Akan Bisa Rapid Test Sendiri, Tak Perlu ke RS

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 25 Juni 2020 14:53 2:53 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 25 Juni 2020 14:53
Bagikan
Prof dr Mulyanto, menunjukkan prototipe alat rapid test RI-GHA Covid-19, diproduksi Laboratorium Hepatika Mataram, NTB.
Bagikan

Hidayatullah.com– Tak lama lagi, masyarakat insya Allah bisa melakukan rapid test Covid-19 secara mandiri dengan biaya murah tanpa harus ke rumah sakit (RS).

Harapan itu bisa terjadi, jika alat tes diagnostik cepat (rapid diagnostic test) Covid-19 asal NTB yang akan diproduksi massal berjalan sukses.

Alat ini diberi nama RI-GHA Covid-19, produk dalam negeri Republik Indonesia. Produksinya melibatkan para peneliti dari Universitas Gajah Mada, Laboratorium Hepatika Mataram, dan Universitas Airlangga.

Sehingga, penamaan RI- GHA adalah kepanjangan dari Republik Indonesia-Gadjah Mada, Hepatika Mataram-Airlangga. Penamaan alat ini memang melibatkan pihak-pihak yang terlibat itu.

Informasi dihimpun hidayatullah.com pada Kamis (25/06/2020), Laboratorium Hepatika Bumi Gora, Mataram bertugas memproduksi alat tersebut. Sementara Universitas Gajah Mada dan Universitas Airlangga melakukan uji validasi.

Baca Juga

Ketika Gelar Sarjana Tak Lagi Menjamin Masa Depan: Gen Z Mulai Ragu Nilai Kuliah
Jumlah Kasus Penyakit Menular Seksual di Eropa Pada 2024 Mencatat Rekor
Belajar di Waktu Subuh Terbukti Tingkatkan Kinerja Otak dan Daya Ingat
Pembuat Jutaan iPhone Malah Malah Melarang Main HP Berlebihan karena Bahaya
Kecenderungan Beragama Generasi Z Meningkat, Ini Temuan Peneliti

Alat tes cepat Covid-19 ini akan dijual ke pasaran pada Juli 2020 mendatang dengan harga Rp 75 ribu per paket.

Sedangkan menurut Direktur Laboratorium Hepatika Bumi Gora, Mataram, Prof dr Mulyanto, bisa jadi akhir Juni ini alat tersebut diproduksi massal.

Alat rapid test RI-GHA Covid-19 telah diperkenalkan oleh Presiden Joko Widodo pada 20 Mei 2020.

Pembuatan alat rapid test ini sebagai proyek nasional di bawah Kementerian Riset dan Teknologi (Kemenristek). Para peneliti di Indonesia digalakkan membuat alat-alat kesehatan untuk penanganan Covid-19. ”Tim itu dibagi dalam gugus-gugus tugas, ada yang membuat PCR, ada yang rapid test,” ujar Mulyanto kutip Lombok Post, 31 Mei 2020.

Laboratorium Hepatika Mataram dilibatkan pada proyek ini karena dinilai punya pengalaman panjang dalam membuat alat serupa untuk pengujian sejumlah penyakit. ”Kemenristek memberikan dana untuk melakukan inovasi, bukan menemukan lho ya,” ujar Mulyanto.

Dalam proses pembuatan alat ini, Hepatika juga didukung penuh Fakultas Kedokteran Universitas Mataram (Unram). Banyak tim peneliti Unram dilibatkan.

Atas sinergi dan dukungan semua pihak, alat rapid test yang diminta itu rampung kurang dari sebulan. ”Pertengahan April diberi tugas dan 20 Mei diperkenalkan Pak presiden,” sebut Mulyanto.

Pemerintah pusat mengklaim tingkat akurasi alat itu mencapai 80 persen, berusaha ditingkatkan. Mulyanto memastikan, RI-GHA Covid-19 Rapid Diagnostic Test IgG/IgM telah mengantongi izin edar dari Kementerian Kesehatan pada 19 Mei lalu.

Butuh waktu sebulan untuk uji validasi. Akhir Juni ditargetkan sudah dapat produksi secara masal. Awal Juli alat bisa didistribusikan pada skala besar untuk penanganan virus corona.

Sejumlah perusahaan farmasi telah siap memproduksi secara massal alat itu. Kata Mulyanto, RI-GHA Covid-19 sama dengan alat rapid test luar negeri. Kalau mengacu pada standar internasional, tingkat akurasi harus 90 persen.

Di antara keunggulan RI-GHA Covid-19 ini nanti bisa dipakai masyarakat luas. Di satu kotak rapid test disediakan alat lengkap untuk mengambil sampel darah dan diteteskan ke alat tes.

Juga disertakan dengan buku petunjuk cara pemakaian, sehingga mempermudah masyarakat yang mau tes Covid-19 secara mandiri.  ”Kayak ngetes kehamilan itu deh,” kata Mulyanto.

Disebutkan, kalau sudah diproduksi massal, Indonesia akan mendapatkan alat tes cepat dengan harga lebih murah. Diketahui, harga alat rapid test impor selama ini kisaran Rp 150 ribu – Rp 250 ribu.

RI-GHA Covid-19 nanti akan dijual dengan harga jauh lebih rendah. Tapi saat itu Mulyanto belum tahu harga jualnya sebab menurutnya bukan kewenangan dirinya. ”Kalau ongkos buatnya saja di bawah Rp 50 ribu,” kata Mulyanto.

Walau begitu, tes harus dilakukan secara benar sesuai petunjuk yang diberikan agar hasilnya akurat.

Menurut Mulyanto, membuat rapid test Covid-19 susah-susah gampang. Di Indonesia, yang sering membuat alat-alat rapid test cuma di Laboratorium Hepatika. ”Yang membedakan dengan rapid test lainnya adalah bahan dasarnya, antibodi atau antigen-nya berbeda,” jelasnya.

Karena Covid-19 jenis baru, sehingga membuat rapid test Covid-19 lebih sulit dibandingkan alat tes cepat untuk penyakit lain.

Menurut Mulyanto, proses pembuatan rapid test Covid-19 sempat terkendala karena mereka kesulitan memperoleh antigen yang memang belum ada di Indonesia. Akhinya harus membeli di Amerika Serikat. ”Sulit karena kita rebutan dengan negara-negara lain,” sebutnya.

Sejumlah peneliti perguruan tinggi di Indonesia saat ini tengah membuat antigen, yang diharapkan kualitasnya bagus, agar pembuatan alat rapid test dipermudah.

Dekan Fakultas Kedokteran Unram dr Hamsu Kadriyan mengaku bangga dengan produk anak bangsa itu. Apalagi saat ini Indonesia sangat membutuhkan alat tersebut.

”Ini bisa menjadi momen kebangkitan produk Indonesia untuk berjaya di negeri sendiri, tidak mengandalkan produk-produk  impor,” ujarnya.

Pihaknya pun memberikan dukungan penuh dalam proses pembuatan alat tersebut. Banyak SDM Unram yang ikut terlibat, termasuk Prof Mulyanto adalah dosen di Fakultas Kedokteran Unram.

”Untuk uji awal alat rapid test-nya menggunakan serum positif yang ada di RS Unram,” katanya.* (SKR)

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:covid-19Mulyantorapid testRI-GHA Covid-19UGMUNAIRUnramvirus corona
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Tips Memilih Menu Makanan Sehat Menurut Islam
Tulisan selanjutnya Turki, Libya dan Pertaruhan Islam Politik di Timur Tengah

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Tak Ada Donatur yang Menyumbang, Board of Peace ala Trump Terancam Gagal

Berita
31 Mei 2026 05:00
Kazakhstan Menawarkan Diri untuk Menyimpan Cadangan Uranium Iran
Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
Prancis Minta Pelecehan Terhadap Aktivis Gaza Flotilla oleh Israel Diselidiki

Terbaru

  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Mungkin Anda Juga Suka

vape covid
Iptekes

Otoritas Kesehatan Prancis Peringatkan Risiko Vape Bagi Kesehatan

13 Februari 2026 20:11
Iptekes

Satu dari Tiga Orang Belanda Tidak Sadar Dirinya Diabetes

12 Februari 2026 18:16
BeritaIptekes

WHO: Kasus di India dan Bangladesh Risiko Penyebaran Virus Nipah Rendah

12 Februari 2026 15:28
Iptekes

WHO: Daging Olahan Termasuk Sosis dan Bacon Masuk Karsinogen Pemiku Kanker

11 Februari 2026 21:09
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?