Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Iptekes

Dosen Unair: UMKM akan Menghadapi Ancaman TikTok, Pemerintah Harus Segera Turun Tangan

Ahmad
Terakhir diupdate: 17 Juli 2023 16:48 4:48 pm
Ahmad
Dipublikasikan 17 Juli 2023 18:00
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com— Dosen Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis UNAIR Made Gita Nadya Ayu Ariani SE MSM meminta pemerintah segera mengatur strategi, dan turun tangan menghadapi kemunculan Project S TikTok, termasuk mengeluarkan regulasi.

“Pemerintah dapat mengawasi impor barang dengan bea cukai dan menerapkan persyaratan komponen lokal sesuai Standar Nasional Indonesia (SNI). Hal ini bertujuan untuk melindungi UMKM dan menjaga persaingan yang adil di pasar,” pungkasnya,” sebagaimana dikutip laman resmi Unair.

Gita mengatakan pemerintah perlu mengikuti perkembangan teknologi dan menyusun regulasi yang jelas untuk perdagangan online di Indonesia. Langkah ini dinilai penting untuk menjaga ketahanan ekonomi UMKM dengan membatasi impor produk dan mempertahankan produk dalam negeri.

Dengan adanya regulasi yang memadai, UMKM dapat terlindungi dan memiliki peluang lebih baik dalam menghadapi persaingan di era digital.

Menurutnya, kehadiran TikTok selama ini memiliki peluang namun di sisi lain juga tantangan bagi UMKM itu sendiri. Sebagai peluang, platform ini lebih mudah menjangkau masyarakat dengan biaya lebih murah melalui livestream.

Baca Juga

Tak Mau Angkut Senjata 'Israel', Lufthansa Tetapkan Embargo
Nyamuk Datang Naik Pesawat Dua Pekerja Bandara Jerman Meninggal Karena Malaria
Usia Belum Tua, tapi Sering Merasa Tua? Hati-Hati Bisa Sebabkan Imsonia dan Gangguan Kesehatan
Perang Abadi Sistem Imun di Balik Keindahan Tato
UNICEF: Anak-Anak Gunakan AI 3 Kali Lipat Lebih Banyak Dibanding Orang Dewasa
Pakar Bilang Suplemen Harian Lebih Banyak Bahaya Dibandingkan Manfaat

Namun, ada pemanfaat ini membuat TikTok telah merencanakan untuk memproduksi barang sendiri dengan memanfaatkan informasi keadaan pasar di Indonesia.

“Kekhawatiran UMKM adalah TikTok sebagai pesaing potensial karena platform ini memiliki akses informasi pelanggan dan kemampuan untuk memproduksi duplikasi produk dengan bantuan pabrik di China,” jelasnya.

Berhadapan China

Gita menyarankan agar UMKM dapat bersaing dengan meningkatkan kualitas produk yang mereka jual. Sebab selama ini, produk-produk China produksi seringkali memiliki konotasi kualitas yang kurang bagus dan membutuhkan waktu distribusi yang lama hingga sampai di Indonesia.

Oleh karena itu, UMKM perlu melakukan perbaikan dengan meminta umpan balik dari pelanggan untuk terus melakukan peningkatan kualitas produk.

“UMKM dapat bersaing dengan kompetitor yang memproduksi secara massal dengan memanfaatkan peluang dengan membuat produk yang disesuaikan preferensi pelanggan. Sehingga, menciptakan kekhasan produk yang unik,” sebutnya.

Meskipun  Project S telah hadir di Indonesia, UMKM masih dapat memanfaatkan livestream di TikTok untuk membangun hubungan emosional dengan pelanggan dan mengedukasi pasar. Namun, perlu untuk tidak menyebutkan bahan baku atau resep yang bersifat rahasia bagi produsen.

Sebagaimana diketahui, TikTok diketahui memiliki inisiasi bernama Project S, sebuah proyek bertujuan menjual produk buatan mereka sendiri di platform tersebut. Inisiasi menjual produk sendiri lewat  Project S TikTok, hadir dalam bentuk fitur Trendy Beat di Inggris.

Kehadiran fitur ini dilaporkan pertama kali oleh Financial Times pada 21 Juni 2023 lalu. Fitur Trendy Beat hadir untuk menjual produk-produk yang sedang populer yang berasal dari toko-toko yang terafiliasi atau dimiliki ByteDance, induk TikTok.

Meski belum masuk Indonesia, adanya inisiasi  Project S TikTok ini dikhawatirkan dapat mengancam pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) atau pedagang kecil di Tanah Air. Apalagi, Indonesia adalah negara dengan jumlah pengguna TikTok terbesar kedua di dunia.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:chinaHeadlineProject Sregulasi TikTokTikTokUMKMUNAIR
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Wabah Sifilis Meningkat di Amerika Serikat, 128 Persen Menjangkiti Kaum Perempuan
Tulisan selanjutnya Bendera Palestina Berkibar di Konser Band Ska Punk Jerman, Kok Bisa?

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Board of Peace Sebut Hamas dan Kelompok Perlawanan Palestina Lain Setuju Serahkan Senjata

Berita
28 Agustus 2026 11:26
Trump Mengklaim ‘Israel’ Tak Akan Bertahan Tanpa Dirinya
Studi: Kokain Lampaui Minyak, Jadi Sektor Ekspor Terbesar Kolombia
Erdogan Serukan Persatuan Dunia Islam dalam Perayaan Maulid di Istanbul
STAI Al Bayan Gelar Wisuda Angkatan II, Ketum DPP Hidayatullah Pesankan Alumni Kuatkan Takwa Hadapi Tantangan Zaman

Terbaru

  • AS Hantam 100 Target di Iran, Dua Tanker Minyak Ikut Diserang
  • Jelang Wajib Halal Oktober 2026, LPPOM Dorong Konsumen Ikut Mengawal Kehalalan Produk
  • Tinggal Sebulan Lebih, MUI Tegaskan Tak Ada Lagi Alasan Tunda Wajib Halal
  • Wajib Halal Oktober 2026 Menghitung Hari, BPJPH Ungkap Kesiapan Ekosistem Sertifikasi
  • Menembus Gelap, Mengantar Cahaya Al-Qur’an ke Pelosok Pandeglang
  • Aktivis Pro-Demokrawi Hong Kong Joshua Wong Mengaku Berkolusi dengan Pihak Asing
  • Studi: Kokain Lampaui Minyak, Jadi Sektor Ekspor Terbesar Kolombia
  • Trump Mengklaim ‘Israel’ Tak Akan Bertahan Tanpa Dirinya
  • Erdogan: Militer Turki Sedang Berada pada Periode Terkuat dalam Sejarahnya
  • Komandan ‘Israel’ Tak Menyesal Perintahkan Serangan yang Tewaskan 7 Relawan WCK

Mungkin Anda Juga Suka

Iptekes

Ketika Gelar Sarjana Tak Lagi Menjamin Masa Depan: Gen Z Mulai Ragu Nilai Kuliah

25 Mei 2026 08:50
Iptekes

Jumlah Kasus Penyakit Menular Seksual di Eropa Pada 2024 Mencatat Rekor

22 Mei 2026 15:27
Iptekes

Belajar di Waktu Subuh Terbukti Tingkatkan Kinerja Otak dan Daya Ingat

31 Maret 2026 09:28
Iptekes

Pembuat Jutaan iPhone Malah Malah Melarang Main HP Berlebihan karena Bahaya

26 Maret 2026 08:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?