Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Iptekes

Mikroplastik Juga Ditemukan di Awan, Berpengaruh Pada Cuaca

Ama Farah
Terakhir diupdate: 17 November 2023 21:55 9:55 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 17 November 2023 21:55
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com– Mikroplastik sudah mencemari udara, air, tanah, makanan, minuman dan bahkan darah. Sekarang puing-puing plastik berukuran sangat kecil itu juga ditemukan di awan.

Partikel plastik belum lama ini ditemukan di awan yang berada di atas wilayah timur China. Hasil riset menunjukkan, kandungan plastik di awan dapat mempengaruhi formasi awan dan bahkan cuaca.

Sekelompok ilmuwan dari Universitas Shandong, China yang mengumpulkan air dari awan di atas Gunung Tai menemukan mikroplastik pada 24 dari 28 sampel yang diambilnya. Sebagaimana diketahui, awan mengandung air, dan ketika kandungan air semakin banyak dan berat setelah mengalami pendinginan maka turunlah hujan, atau salju jika temperatur udara sangat rendah (dingin).

Partikel plastik yang ditemukan termasuk polyethylene terephthalate (biasa dikenal sebagi plastik PET), polypropylene, polyethylene dan polystyrene, yang semuanya itu biasa ditemukan pada serat sintetis, pakaian dan tekstil, serta kemasan dan masker penutup wajah.

“Temuan itu menunjukkan bukti signifikan perihal keberadaan mikroplastik dalam jumlah banyak di awan,” kata para peneliti dalam tulisan ilmiah yang dipublikasikan hari Kamis (16/11/2023) di Environmental Science and Technology Letters, seperti dilansir Guardian.

Baca Juga

Studi: Kopi Dikaitkan dengan Penurunan Risiko Kanker dan Sirosis Hati
Temuan BRIN, Bahaya Vape: 100% Berdampak Diabetes, 92% pada Paru-Paru
Gemini AI Milik Google Bisa Melakukan Serangan Siber, Menebak Kata Sandi
Nyamuk Datang Naik Pesawat Dua Pekerja Bandara Jerman Meninggal Karena Malaria
Usia Belum Tua, tapi Sering Merasa Tua? Hati-Hati Bisa Sebabkan Imsonia dan Gangguan Kesehatan

Awal tahun ini, sebuah penelitian di Jepang menunjukkan bahwa mikroplastik ditemukan di puncak Gunung Fuji dan Gunung Oyama. Hal ini menunjukkan bahwa partikel tersebut kemungkinan berasal dari plastik di lautan dan terbawa angin. Konsentrasi mikroplastik di air awan Gunung Tai mencapai 70 kali lipat dibandingkan air awan sejumlah pegunungan di Jepang.

“Sebagian besar polusi kita kira berbentuk cair,” kata Fay Couceiro, profesor pencemaran lingkungan di Universitas Portsmouth. “Kita cenderung berpikir [mikroplastik] itu pergi ke sungai dan laut. Sedangkan mikroplastik, karena merupakan partikel fisik, tidak mengikuti aturan normal. Kami menemukan mikroplastik di lingkungan-lingkungan yang masih sangat alami di puncak-puncak gunung yang sulit dijangkau.”

Bagaimana mikroplastik bisa ada di awan?

Selain kontaminasi dari orang-orang yang mengunjungi pegunungan, partikel plastik itu kemungkinan terbawa hembusan angin. Sampel yang diambil dari awan pada ketinggian rendah dan lebih padat mengandung jumlah mikroplastik lebih banyak.

Plastik yang sudah lawas – yang sudah usang akibat paparan cuaca dan radiasi ultraviolet – ukurannya lebih kecil dan permukaannya lebih kasar. Plastik seperti itu mengandung lebih banyak timbal, merkuri dan oksigen dibandingkan plastik yang masih baru.

Para ilmuwan menemukan bahwa awan dapat memodifikasi mikroplastik, yang kemungkinan mengakibatkan partikel-partikel ini mempengaruhi pembentukan awan.

“Pembentukan awan memiliki pengaruh besar tidak hanya pada pola cuaca lokal kita, tapi juga suhu global,” kata Couceiro, yang tidak terlibat dalam penelitian ini seperti dikutip Guardian.

Awan mempengaruhi iklim dalam banyak cara. Awan menghasilkan curah hujan dan salju, sehingga mempengaruhi curah hujan dan vegetasi global. Awan mampu menghalangi sinar matahari, mendinginkan permukaan planet dan memberikan keteduhan di permukaan bumi. Namun, awan juga bisa memerangkap panas dan kelembapan, yang kemudian menghangatkan udara atau menaikkan temperatur.

“Hanya ada satu kelompok hewan di planet ini yang menggunakan plastik, yaitu kita manusia,” kata Couceiro. “Kita benar-benar membutuhkan respons global terhadap masalah ini, sebab masalah ini tidak akan bisa diselesaikan oleh satu negara saja, karena udara tidak mengenal batas.”*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:awan
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Tolak Permintaan Zionis, Partai Hijau Korea Robek Surat dari Dubes ‘Israel’
Tulisan selanjutnya Bantuan BMH dalam Konvoi Kemanusiaan Indonesia untuk Palestina Tahap Keenam Siap Dikirim

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Air Hujan di Singapura Berwarna Abu-abu karena Asap Karhutla

Berita
17 Oktober 2026 21:46
Remaja Norwegia yang Dikontrak Geng Kriminal Terkait Iran untuk Melakukan Pembunuhan di Inggris Dibui 20 Tahun
Zionis Sebut Belanda Sarang Anti-Semit usai Suporter ‘Israel’ Dilarang Tandang
Wakaf Al-Qur’an: Menghadirkan Cahaya Qur’an bagi Santri di Tolitoli
Arab Saudi Batalkan Hukuman Mati Pria Sri Lanka Penghina Nabi Muhammad

Terbaru

  • Mesir Tegaskan Siap Bela Arab Saudi di Tengah Meningkatnya Serangan Houthi
  • Arab Saudi Tembak Jatuh 4 Drone di Riyadh dan Dua Wilayah Lain
  • Air Hujan di Singapura Berwarna Abu-abu karena Asap Karhutla
  • Blokade Militer Amerika Mencekik Kemampuan Finansial Iran
  • Remaja Norwegia yang Dikontrak Geng Kriminal Terkait Iran untuk Melakukan Pembunuhan di Inggris Dibui 20 Tahun
  • Qatar Janji Bantu Pemulihan Sektor Energi Libanon
  • Perusahaan Periklanan ‘Israel’ Tanam Spyware di Perangkat Jurnalis Al-Jazeera
  • Arab Saudi Eksekusi Pasangan yang Berbuat Asusila di Salah Satu Masjid Mekkah
  • Santri Hari Ini, Pemimpin Masa Depan: Semangat PFD XIII di Yogyakarta
  • Kebakaran Hutan dalam Sejarah Utsmani: Sebab, Penanggulangan, dan Pelajarannya

Mungkin Anda Juga Suka

Iptekes

Perang Abadi Sistem Imun di Balik Keindahan Tato

8 Juli 2026 08:09
Iptekes

UNICEF: Anak-Anak Gunakan AI 3 Kali Lipat Lebih Banyak Dibanding Orang Dewasa

3 Juli 2026 20:54
Iptekes

Pakar Bilang Suplemen Harian Lebih Banyak Bahaya Dibandingkan Manfaat

21 Juni 2026 13:43
Iptekes

Ketika Gelar Sarjana Tak Lagi Menjamin Masa Depan: Gen Z Mulai Ragu Nilai Kuliah

25 Mei 2026 08:50
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?