Hidayatullah.com | SUJUD adalah posisi atau sikap unik dalam shalat wajib, yang harus dilakukan seorang Muslim setidaknya lima kali dalam sehari. Meskipun tujuan dasar shalat wajib bukanlah untuk berolahraga, namun para peneliti membuktikan ada banyak manfaat medis bagi tubuh manusia.
Sujud merupakan bagian dari doa harian umat Islam dan memiliki efek positif terhadap fungsi otak dan jantung. Ia bisa berfungsi mendinginkan otak, memberikan ketenangan, dan memiliki efek membumi.
Sujud adalah posisi tubuh yang membungkuk hormat atau tunduk sebagai suatu isyarat.
Agama-agama besar dunia menggunakan sujud sebagai tindakan penyerahan diri atau pemujaan kepada sosok yang lebih tinggi atau entitas yang disembah (yakni Tuhan atau para Dewa).
Dalam berbagai budaya dan tradisi, sujud juga digunakan untuk menunjukkan rasa hormat kepada penguasa, pejabat, atau orang yang lebih tua. Kowtow ala China atau proskynesis ala Persia Kuno adalah contohnya.
Sujud yang juga dikenal sebagai Idobale merupakan praktik di antara masyarakat Yoruba di Nigeria Barat. Budaya atau praktik ini menandakan rasa hormat atau penghormatan kepada otoritas yang lebih tinggi.
Sujud dalam Islam
Sujud merupakan bagian penting dari lima shalat wajib yang dilakukan setiap hari; hal ini dianggap wajib bagi setiap Muslim, baik shalat yang dilakukan sendiri maupun berjamaah.
Selain itu, surah ke-32 dalam Al-Qur’an berjudul “As-Sajdah”. Sujud disebut sekitar 90 kali dalam Kitab Suci Al-Qur’an.
Lazimnya, sujud dibedakan dari tindakan membungkuk atau berlutut yang lebih rendah, melibatkan bagian tubuh di atas lutut yang menyentuh tanah, terutama tangan.
Umat Islam berdoa 5 kali sehari, mereka menundukkan kepala ke tanah dalam sujud dan tunduk kepada satu-satunya entitas yang layak disembah, yakni Allah Subhanahu Wata’ala. Dalam posisi ini, dahi, hidung, telapak tangan, lutut, dan jari kaki menyentuh tanah secara langsung, umat Islam berbisik tiga kali, “Subhaana Robbiyal A la Wabihamdih” (Maha Suci Tuhan yang Maha Tinggi, Memujilah aku kepadaNya).
Nabi, ﷺ menyebutkan dalam sebuah hadis yang dikumpulkan oleh Ibnu Majah bahwa shalat adalah obat bagi banyak penyakit.
Posisi sujud di mana dahi menyentuh tanah secara eksklusif dikaitkan dengan bentuk ibadah bagi orang beragama Islam. Sujud adalah puncak ibadah shalat seorang Muslim, dalam sebuah hadis posisi ini seorang Muslim paling dekat dengan Allah SWT.
Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu meriwayatkan dalam Shahih Bukhari bahwa Rasulullah ﷺ bersabda yang artinya: “Momentum terdekat seorang hamba dan Tuhannya adalah ketika sujud. Oleh karena itu, perbanyaklah doa saat itu.” (HR Muslim, Abu Dawud, An-Nasa’i).
Aisyah radhiyallahu ‘anhu meriwayatkan bahwa “Rasulullah ﷺ biasa memanjangkan sujud sedemikian rupa sehingga seseorang dapat membaca lima puluh ayat (Al-Qur’an) sebelum mengangkat kepalanya.” (HR. Al-Bukhari).