Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Iptekes

Kecanduan Media Sosial Berdampak Kesepian dan Kecemasan Akan Mati

Ahmad
Terakhir diupdate: 3 November 2025 17:00 5:00 pm
Ahmad
Dipublikasikan 3 November 2025 16:59
Bagikan
Bagikan

Riset menegaskan kecanduan media sosial bukan semata masalah perilaku digital, melainkan cerminan dari kesepian dan kecemasan eksistensial yang berakar pada kebutuhan manusia untuk merasa dicintai dan diingat

Hidayatullah.com | SEBUAH studi terbaru dari Italia menunjukkan bahwa penggunaan media sosial secara berlebihan atau problematic social media use (PSMU) berhubungan erat dengan rasa kesepian dan kecemasan terhadap kematian.

Riset ini juga menemukan bahwa kedua faktor psikologis tersebut menjadi jembatan antara attachment anxiety (kecemasan terhadap keterikatan) dan kecenderungan seseorang mengalami kecanduan media sosial.

Penelitian berjudul “Attachment anxiety, loneliness, and death anxiety in problematic social media use” ini diterbitkan dalam jurnal ilmiah Death Studies dan dipimpin oleh Dr. Alessandro Musetti, dosen psikologi di Universitas Parma, Italia.

Menurut Musetti, individu dengan attachment anxiety cenderung merasa takut ditinggalkan, membutuhkan kedekatan berlebih, dan sangat sensitif terhadap perubahan perhatian dari orang lain.

Baca Juga

Studi: Kopi Dikaitkan dengan Penurunan Risiko Kanker dan Sirosis Hati
Temuan BRIN, Bahaya Vape: 100% Berdampak Diabetes, 92% pada Paru-Paru
Gemini AI Milik Google Bisa Melakukan Serangan Siber, Menebak Kata Sandi
Nyamuk Datang Naik Pesawat Dua Pekerja Bandara Jerman Meninggal Karena Malaria
Usia Belum Tua, tapi Sering Merasa Tua? Hati-Hati Bisa Sebabkan Imsonia dan Gangguan Kesehatan

“Mereka yang memiliki attachment anxiety sering mencari jaminan emosional dan kehadiran sosial secara terus-menerus. Media sosial memberi mereka ruang virtual untuk merasa terhubung dan diakui,” kata Musetti dalam pernyataannya dikutip dari PsyPost, Sabtu (1/11/2025).

Penelitian ini melibatkan 799 orang dewasa di Italia dengan rata-rata usia 32 tahun. Sekitar 52 persen responden adalah perempuan, 54 persen lulusan SMA, dan 31 persen bekerja penuh waktu.

Para peserta diminta mengisi sejumlah kuesioner, antara lain Relationship Questionnaire (untuk mengukur attachment anxiety), UCLA–Loneliness Scale (untuk kesepian), Death Anxiety Scale (untuk kecemasan akan kematian), dan Bergen Social Media Addiction Scale (untuk kecanduan media sosial).

Hasil analisis menunjukkan bahwa attachment anxiety berkorelasi positif dengan kesepian, kecemasan terhadap kematian, dan kecenderungan menggunakan media sosial secara berlebihan.

Artinya, semakin tinggi tingkat kecemasan seseorang terhadap keterikatan, semakin besar pula peluangnya mengalami kesepian dan rasa takut akan kematian — yang kemudian mendorong mereka mencari pelarian di dunia maya.

Menariknya, model statistik yang dikembangkan para peneliti mengungkap rantai sebab-akibat yang lebih kompleks. Mereka menemukan bahwa bentuk kesepian tertentu — terutama relational disconnectedness (keterputusan hubungan intim) — memiliki peran penting.

Individu yang merasa terputus secara emosional dari hubungan dekat cenderung mengalami kecemasan akan kematian yang lebih tinggi, dan kondisi ini akhirnya berujung pada perilaku penggunaan media sosial yang berlebihan.

“Rasa kesepian yang bersumber dari keterputusan emosional memicu kecemasan eksistensial. Media sosial kemudian menjadi sarana untuk mencari ‘keabadian simbolik’, yaitu keinginan agar diri mereka tetap eksis dan dikenang dalam ruang digital,” jelas Musetti.

Penelitian ini didasari oleh Terror Management Theory, yang menyatakan bahwa manusia berusaha mengatasi ketakutan akan kematian dengan mencari makna dan identitas yang bisa bertahan setelah mereka tiada.

Dalam konteks ini, unggahan, foto, atau profil di media sosial berperan sebagai bentuk simbolis dari keabadian.

Temuan tersebut, menurut Musetti, menunjukkan pentingnya memahami faktor psikologis di balik kecanduan media sosial. “Temuan ini menyoroti betapa kompleksnya proses psikologis dalam PSMU. Intervensi psikoterapis sebaiknya tidak hanya berfokus pada perilaku online, tetapi juga pada rasa keterikatan yang tidak aman, kesepian emosional, dan kecemasan eksistensial,” ujarnya.

Meski begitu, Musetti mengingatkan bahwa penelitian ini bersifat korelasional, sehingga tidak bisa disimpulkan adanya hubungan sebab-akibat yang pasti.

“Kami hanya menunjukkan bahwa hubungan tersebut mungkin terjadi, bukan bahwa satu hal secara langsung menyebabkan yang lain,” tambahnya.

Selain Musetti, penelitian ini juga melibatkan Alessandro Alberto Rossi, Mattia Pezzi, Stefania Mannarini, Vittorio Lenzo, dan Adriano Schimmenti.

Studi ini menjadi kontribusi penting dalam memahami bagaimana kecemasan emosional dan eksistensial di era digital dapat mengubah cara manusia berinteraksi dengan teknologi — bukan sekadar untuk komunikasi, tetapi juga untuk mencari makna akan keberadaan diri.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:cemasHeadlinekecanduan medsosKematiankesepianmedia sosialperilaku digitalPilihan RedaksiRiset
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya RSF Membunuh 300 Perempuan, Memperkosa 25 Orang dalam 48 Jam Pertama
Tulisan selanjutnya Ustadza Bachtiar Nasir Tragedi Sudan Lebih Mengerikan dari Gaza Ustadz Bachtiar Nasir: Tragedi Sudan Lebih Mengerikan dari Gaza

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Blokade Militer Amerika Mencekik Kemampuan Finansial Iran

Berita
17 Oktober 2026 10:37
Santri Hari Ini, Pemimpin Masa Depan: Semangat PFD XIII di Yogyakarta
PBB Catat Kenaikan Angka Kemiskinan Dunia, 1 Miliar Orang Terdampak
Kecam Serangan Bandara King Khalid Saudi, Dewan Dakwah: Tidak Dapat Dibenarkan
Zionis Sebut Belanda Sarang Anti-Semit usai Suporter ‘Israel’ Dilarang Tandang

Terbaru

  • Air Hujan di Singapura Berwarna Abu-abu karena Asap Karhutla
  • Blokade Militer Amerika Mencekik Kemampuan Finansial Iran
  • Remaja Norwegia yang Dikontrak Geng Kriminal Terkait Iran untuk Melakukan Pembunuhan di Inggris Dibui 20 Tahun
  • Qatar Janji Bantu Pemulihan Sektor Energi Libanon
  • Perusahaan Periklanan ‘Israel’ Tanam Spyware di Perangkat Jurnalis Al-Jazeera
  • Arab Saudi Eksekusi Pasangan yang Berbuat Asusila di Salah Satu Masjid Mekkah
  • Santri Hari Ini, Pemimpin Masa Depan: Semangat PFD XIII di Yogyakarta
  • Kebakaran Hutan dalam Sejarah Utsmani: Sebab, Penanggulangan, dan Pelajarannya
  • Gerombolan Pemukim ‘Israel’ Bakar Masjid di Desa Mukhmas Tepi Barat
  • IPB Kembangkan Kampung Ramah Keluarga Lewat Kolaborasi Riset dengan Dua Universitas Jepang

Mungkin Anda Juga Suka

Iptekes

Perang Abadi Sistem Imun di Balik Keindahan Tato

8 Juli 2026 08:09
Iptekes

UNICEF: Anak-Anak Gunakan AI 3 Kali Lipat Lebih Banyak Dibanding Orang Dewasa

3 Juli 2026 20:54
Iptekes

Pakar Bilang Suplemen Harian Lebih Banyak Bahaya Dibandingkan Manfaat

21 Juni 2026 13:43
Iptekes

Ketika Gelar Sarjana Tak Lagi Menjamin Masa Depan: Gen Z Mulai Ragu Nilai Kuliah

25 Mei 2026 08:50
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?