Hidayatullah.com– Jumlah kasus penyakit menular seksual (sexually transmitted infections – STIs) membukukan rekor di Eropa pada 2024, kata European Centre for Disease Prevention and Control (ECDC).
Dilansir situs berita Belanda Dutch News, di negeri kincir angin jumlah pengidap gonorrhoea gonorea naik dari 6.826 pada tahun 2020 menjadi 13.952 pada tahun 2024. Kasus sifilis naik dari 1.526 menjadi 2.173 pada periode yang sama.
Di Eropa secara keseluruhan, kasus gonorea berlipat tiga 106.331 dalam kurun 10 tahun, sementara jumlah kasus sifilis yang tercatat hampir berlipat dua menjadi 45.557.
ECDC mengatakan orang yang mengalami gejala menunggu lebih lama untuk dapat bertemu dokter dan menjalani tes. Tidak hanya itu, banyak negara gagal untuk fokus mencegah penyebaran penyakit STIs.
Organisasi tersebut mendesak negara-negara Eropa untuk mengambil “tindakan mendesak” guna menurunkan jumlah kasus.
Apabila tidak diobati, infeksi STIs dapat menyebabkan komplikasi, seperti rasa sakit kronis dan kemandulan, serta dalam kasus sifilis, penderita bisa mengalami gangguan pada jantung atau sistem saraf.
“Yang paling meresahkan, antara 2023 dan 2024, kita melihat peningkatan hampir dua kali lipat pada sifilis kongenital, di mana infeksi menular langsung ke bayi baru lahir, yang berpotensi menyebabkan komplikasi seumur hidup,” kata Bruno Ciancio dari ECDC.*




