Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Kesehatan

Kata Ahli, Rokok Lenyap di 2050

Ahmad
Terakhir diupdate: 13 April 2011 21:22 9:22 pm
Ahmad
Dipublikasikan 13 April 2011 21:22
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Percayakah Anda aktivitas merokok ditengarai akan benar-benar menghilang pada 2050? Setidaknya hal itu dipercayai para ahli.

Kombinasi kenaikan harga dan semakin banyaknya larangan merokok di tempat umum diyakini bisa mematikan kebiasaan itu. Menurut laporan setebal 72 halaman oleh analis Citigroup, dimungkinkan, tidak akan ada perokok yang tersisa di Inggris dan negara-negara maju lainnya dalam waktu antara 30 dan 50 tahun.

Laporan, berjudul ‘Tembakau: Bagaimana Jika Merokok Berhenti pada 2050’ menyebutkan, “Sulit untuk mengabaikan data selama 50 tahun ini bahwa tingkat perokok terus menurun terlihat pada grafik dengan garis lurus ke bawah.”

“Tidak ada yang bisa memastikan bagaimana tingkat aktivitas merokok di masa depan. Mungkin juga nanti akan semakin banyak pelarangan,” tambah laporan itu. Para ahli kesehatan pun menyambut prediksi itu

Terdapat sekitar 10 juta orang Inggris yang merokok, 22 persen pria dan 21 persen perempuan. Angka itu dikatahui menurun 1 persen sejak larangan merokok diberlakukan.

Baca Juga

Usia Belum Tua, tapi Sering Merasa Tua? Hati-Hati Bisa Sebabkan Imsonia dan Gangguan Kesehatan
Jangan Anggap Sepele Hernia
Riset: Remaja Pengguna Vape Lebih Berisiko Jadi Perokok
Vape Ancaman Baru Remaja, Perlu Ada UU yang Tegas
Makanan Cepat Saji Tingkatkan Risiko Kanker Paru-Paru

Kebiasaan merokok telah semakin menurun di Inggris sejak tahun 1960-an. Pada saat itu hanya setengah dari orang dewasa saja yang merokok. Dengan meningkatnya kesadaran terhadap resiko kesehatan yang berkaitan dengan merokok dan mulai dilarangnya merokok di tempat-tempat tertentu, orang dewasa yang merokok telah menurun setengahnya lagi pada 2008.

Andrew Lansley, Menteri Kesehatan Inggris, akhir tahun lalu menyebutkan, pemerintah menerapkan peraturan penjualan rokok dengan bungkus polos agar anak-anak tidak tertarik masuk ke dalam kebiasaan merokok.

Bahkan mulai Maret lalu rokok dijual dengan kemasan polos tanpa merek. Langkah ini dilakukan supaya konsumen tidak tertarik dengan tembakau.

Semua merek rokok dilepas dari logo dan skema warnanya. Yang akan menonjol pada kemasan rokok justru adalah peringatan dan imbauan tentang kesehatan.

Pemerintah juga akan mempertimbangkan, apakah akan menerapkan larangan menampilkan rokok di toko-toko, sehingga para penjual akan menjual rokok atau pun tembakau secara “tersembunyi”.

Rencana ini telah menimbulkan kecemasan di antara pemilik toko, mereka khawatir akan menghadapi biaya tambahan signifikan jika pembatasan penjualan rokok dikenakan sanksi, demikian dilansir Telegraph, Maret lalu.

Amanda Sandford, dari komunitas Aksi Merokok dan Kesehatan, mengatakan pengurangan perokok hingga 10 persen dari populasi bisa dicapai dalam dekade berikutnya. “Ada banyak faktor yang bisa membuat orang berhenti merokok, termasuk larangan ketat di berbagai tempat,” katanya.

“Pelarangan menyebabkan lonjakan jumlah orang yang mencoba berhenti. Alhasil jumlah perokok menurun sekitar 1 persen dari 2007. Saya memperkirakan akan ada pengurangan lebih bertahap dalam aktivitas merokok,” tambahnya.

Jangan-jangan pada tahun 2050, rokok di dunia hanya bisa dicari batangnya di Indonesia. Hanya di Indonesia, kebiasaan merokok dikaitkan dengan hak asasi manusia, sehingga larangan merokok di tempat umum di suatu daerah sampai diuji kekuatan hukumnya di lembaga hukum. Larangan merokok di tempat umum itu dianggap melanggar HAM.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Blair Akan Dukung Pendirian Negara Palestina di Brussels
Tulisan selanjutnya BNP2TKI Laporkan Asuransi Adira ke Kemenkeu

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Meretas untuk Kepentingan Rezim Assad Pria Suriah Divonis 42 Bulan Penjara

Berita
30 Oktober 2026 17:19
Prancis dan Chad Bina Ulang Hubungan Militer
MUI: Petugas Ibadah Haji Harus Muslim, Nonmuslim Bisa Bantu Teknis
Tersangka Penembakan di Pinggiran Paris Menarget Orang Berpenampakan Muslim atau Afrika
Pengembangan AI Membuat Investor Alphabet, Amazon, dan Microsoft Khawatir

Terbaru

  • Standardisasi Dai MUI Buka Pintu Pengabdian Alumni Timur Tengah
  • Garda Revolusi Iran Klaim Lumpuhkan Dua Drone AS di Selat Hormuz
  • MUI Apresiasi Kapolri Copot Kapolres Sukoharjo terkait Penggeledahan Pesantren Hamalatul Qur’an
  • MUI: Petugas Ibadah Haji Harus Muslim, Nonmuslim Bisa Bantu Teknis
  • Bekas Jubir Militer ‘Israel’ Akui Memanipulasi Kebenaran Genosida Gaza
  • Lancarkan Serangan ke Pulau Qeshm Iran, AS: ‘Tindakan Defensif’
  • Kapolres Sukoharjo Dicopot dari Jabatannya Buntut Penggerebekan Ponpes Hamalatul Qur’an
  • Tifatul Sembiring Desak Kapolda Jateng Dicopot Buntut Penggeledahan Pesantren Himalatul Qur’an
  • Liga Arab Desak Penyelidikan Internasional Usut Penyiksaan Tahanan Palestina oleh ‘Israel’
  • KH Cholil Nafis Raih Penghargaan Tokoh Syariah 2026

Mungkin Anda Juga Suka

Kesehatan

Tekanan Akademis dan Dampaknya terhadap Kesehatan Mental

19 Januari 2025 17:25
Kesehatan

Studi: Manfaat Utama Kopi Bagi Kesehatan Tergantung Waktu Meminumnya

15 Januari 2025 07:30
Kesehatan

Hindari Tertular HMPV, Pakar UGM Anjurkan Masyarakat Ikuti Pola Hidup Sehat

10 Januari 2025 13:20
Kesehatan

Terbukti, Konsumsi Alkohol Penyebab hampir 1 Juta Kasus Kanker di Amerika Serikat

7 Januari 2025 11:10
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?