MENONTON film aksi bisa berbahaya bagi orang-orang dengan kondisi gangguan jantung, menurut penelitian baru.
Studi dari University College London dan Guy’s and St Thomas’ Hospital menunjukkan, mereka dengan jantung lemah bisa terpengaruh secara negatif dengan menonton film yang menegangkan. Para peneliti dalam penelitiannya mendapatkan, tekanan darah bisa meningkat, laju pernapasan menjadi lebih cepat, dan ritme alami jantung mulai bergeser ketika dipertontonkan klip dari 2000 film pendek aksi Vertical Limit yang menggambarkan kejutan-kejutan dalam kecelakaan panjat tebing.
Sembilan belas orang dipantau melalui elektroda guna mendeteksi aktivitas di ventrikel (ruang pompa) jantung. Di bagian tubuh ini diyakini sebagai tempat reaksi pertama dari efek biologis stres mental dan emosional pada pasien.
Para peneliti percaya bahwa perubahan dalam pola jantung terkait dengan sistem saraf otonom, yang beroperasi di bawah tingkat kesadaran.
“Ini adalah pertama kalinya bahwa efek secara langsung diukur. Meskipun hasilnya bervariasi antara masing-masing orang, namun secara konsisten kami melihat perubahan dalam otot jantung,” kata penulis studi Dr Ben Hanson, dari Departemen Rekayasa Mekanik di University College London, seperti diberitakan The Guardian (16/5/2014). “Jika seseorang memiliki jantung lemah, atau jika mereka mengalami stres berat, efeknya bisa jauh lebih tidak stabil dan berbahaya.”
Klip film tersebut dipilih karena menampilkan kejutan-kejutan kuat terkait “sifat dinamis, efek berkelanjutan, dan kombinasi kejutan antara visual dan pendengaran,” kata penulis studi pendamping Prof Peter Taggart dari Unit Neurokardiologi di Rumah Sakit University College London.
Para peneliti memahami, meskipun kematian di dalam bioskop relatif jarang, namun pada tahun 2010 terdapat kasus seorang pria Taiwan 42 tahun dengan riwayat tekanan darah tinggi meninggal karena stroke yang menurut dokter kemungkinan besar dipicu oleh “semangat berlebihan ” menonton film 3D karya James Cameron, Avatar.
Pada tahun yang sama, seorang mahasiswa India tewas setelah menonton empat film horor berkali-kali di asrama dekat kota Visakhapatnam, di Andhra Pradesh, di pantai selatan-timur India.*