Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Kesehatan

Berenang Remaja Las Vegas Meninggal akibat Amuba Pemakan Otak

Ama Farah
Terakhir diupdate: 22 Oktober 2022 19:58 7:58 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 22 Oktober 2022 19:55
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com– Seorang remaja di Las Vegas, Amerika Serikat, meninggal akibat terjangkit amuba pemakan otak, sementara para pakar meminta masyarakat agar tidak panik.

Para ahli mengatakan bahwa kematian seorang remaja di daerah Las Vegas akibat amuba pemakan otak yang langka harus diwaspadai, bukan menjadi panik, di kalangan penduduk sekitar danau air tawar, sungai, dan mata air.

“Kasus ini menyedot perhatian masyarakat disebabkan namanya,” kata Brian Labus, seorang mantan epidemiolog kesehatan publik, hari Jumat perihal organisme yang nama resminya Naegleria fowleri tetapi sering disebut sebagai amuba pemakan otak itu.

“Penyakit ini sangat, sangat langka,” tegasnya.

Penyelidik meyakini remaja itu terpapar hewan renik bersel satu itu di perairan hangat di Lake Mead, lapor Associated Press Sabtu (22/10/2022).

Baca Juga

Usia Belum Tua, tapi Sering Merasa Tua? Hati-Hati Bisa Sebabkan Imsonia dan Gangguan Kesehatan
Jangan Anggap Sepele Hernia
Riset: Remaja Pengguna Vape Lebih Berisiko Jadi Perokok
Vape Ancaman Baru Remaja, Perlu Ada UU yang Tegas
Makanan Cepat Saji Tingkatkan Risiko Kanker Paru-Paru

Otoritas kesehatan distrik di selatan Nevada itu tidak menyebutkan identitas korban, tetapi mereka mengatakan kemungkinan remaja tersebut terpapar makhluk renik itu saat liburan akhir pekan 30 September di daerah Kingman Wash area, sisi Arizona dari reservoir Sungai Colorado, di belakang Hoover Dam. Pemerintah distrik mempublikasikan kasus itu hari Rabu, menyusul konfirmasi dari pihak otoritas kesehatan Centers for Disease Control and Prevention (CDC).

Sejak 1962, CDC hanya mencatat 154 kasus infeksi dan kematian akibat amuba tersebut, kata Labus, yang mengajar di School of Public Health di University of Nevada, Las Vegas. Hampir setengah dari kasus itu terjadi di Texas dan Florida. Hanya satu yang dilaporkan di Nevada sebelum pekan ini.

“Masyarakat harus cerdas tentang hal itu ketika mereka berada di tempat di mana amuba langka ini benar-benar hidup.” Organisme ini ditemukan di perairan dengan suhu mulai dari 77F (25C) hingga 115F (46C), katanya.

Pejabat distrik dan kawasan rekreasi nasional Lake Mead, yang wilayah kerjanya mencakup pengawasan terhadap danau tersebut serta sungai Colorado River, menjelaskan bahwa amuba itu hanya menjangkiti manusia dengan memasuki lubang hidung dan bermigrasi ke bagian otak. Apabila terjadi kasusnya hampir selalu fatal.

Amuba itu tidak menimbulkan bahaya jika tertelan, dan tidak menular dari orang ke orang lainnya, imbuhnya.

Mereka mengimbau agar orang tidak terjun, melompat atau menyelam ke dalam perairan hangat, terutama di musim panas, dan agar menjaga bagian kepala mereka tetap di atas air di lokasi pemandian air panas atau di tempat di mana ada kolam “air panas bumi yang tidak diolah” yang biasanya terdapat di daerah ngarai di kawasan rekreasi Lake Mead yang luas itu.

“Kasusnya 97% fatal tetapi 99% dapat dicegah,” kata Dennis Kyle, profesor penyakit menular dan biologi seluler dan direktur Center for Tropical and Emerging Global Diseases di University of Georgia. 

“Anda dapat melindungi diri sendiri dengan cara tidak melompat ke air yang dapat menyebabkan air masuk ke hidung Anda, atau menggunakan alat penyumbat hidung.”

Amuba itu menyebabkan primary amebic meningoencephalitis, infeksi otak dengan gejala mirip meningitis atau encephalitis yang awalnya berupa rasa sakit di kepala, demam, mual atau muntah, kemudian berlanjut menjadi kaku di bagian leher, kejang dan koma hingga kematian.

Gejalanya dapat muncul satu sampai 12 hari setelah terjangkit hewan renik itu, dan kematian biasanya terjadi sekitar lima hari kemudian.

Sampai saat ini belum ada pengobatan yang efektif untuk infeksi amuba pemakan otak itu, dan Kyle mengatakan diagnosisnya hampir selalu datang terlambat.

Survei terhadap laporan media menunjukkan kasus infeksi terjadi di bagian utara California, Nebraska dan Iowa.

Peta penyakit yang disusun CDC menunjukkan kebanyakan kasus kurun 60 tahun terakhir terjadi di negara-negara bagian di selatan Amerika Serikat, tertinggi 39 di Texas dan 37 di Florida.

Kyle memperingatkan amuba ini semakin banyak ketika cuaca dalam keadaan hangat atau lebih panas dari biasanya.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Amerika Serikatamuba pemakan otakdanauLake MeadLas VegasNaegleria fowleriperairan hangatsungai
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Manfaatkan Waktu, Agar Umur Kita Berkah
Tulisan selanjutnya Tawakal  Bukan Meninggalkan Usaha

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

genosida bosnia
Berita

Ratko Mladic Si Penjagal Bosnia Meninggal di Usia 84 Tahun

Berita
28 Agustus 2026 02:27
UEA Bantah Laporan Serangan di Pangkalan Udara Al Minhad
Suriah Angkat Pemimpin YPG Jadi Penasihat Kepresidenan
Presiden Iran: Jangan Biarkan Wilayah Negara Muslim Dipakai Menyerang Sesama
‘Israel’ Persenjatai Geng Kriminal untuk Rampok dan Usir Warga Palestina di Gaza

Terbaru

  • Temui Kemenhaj, Baznas Upayakan Dam Haji 2027 Jamaah Indonesia Dilaksanakan di Tanah Air
  • Trump Akui Perangi Iran demi Lindungi ‘Israel’ dan Barat
  • 70 Guru Palestina Tak Diberi Izin, Seluruh Sekolah Kristen di Yerusalem Hentikan Pembelajaran
  • Geng Kriminal Dukungan ‘Israel’ Culik Petinggi Hamas
  • Sertifikasi Halal Restoran Bisa Dimulai dari Outlet yang Siap
  • AS Hantam 100 Target di Iran, Dua Tanker Minyak Ikut Diserang
  • Jelang Wajib Halal Oktober 2026, LPPOM Dorong Konsumen Ikut Mengawal Kehalalan Produk
  • Tinggal Sebulan Lebih, MUI Tegaskan Tak Ada Lagi Alasan Tunda Wajib Halal
  • Wajib Halal Oktober 2026 Menghitung Hari, BPJPH Ungkap Kesiapan Ekosistem Sertifikasi
  • Menembus Gelap, Mengantar Cahaya Al-Qur’an ke Pelosok Pandeglang

Mungkin Anda Juga Suka

Kesehatan

Tekanan Akademis dan Dampaknya terhadap Kesehatan Mental

19 Januari 2025 17:25
Kesehatan

Studi: Manfaat Utama Kopi Bagi Kesehatan Tergantung Waktu Meminumnya

15 Januari 2025 07:30
Kesehatan

Hindari Tertular HMPV, Pakar UGM Anjurkan Masyarakat Ikuti Pola Hidup Sehat

10 Januari 2025 13:20
Kesehatan

Terbukti, Konsumsi Alkohol Penyebab hampir 1 Juta Kasus Kanker di Amerika Serikat

7 Januari 2025 11:10
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?