Hidayatullah.com | SECARA terminologi rahim diartikan sebagai sifat kasih sayang Allah Ta’ala. Begitu pula dengan rahim yang dimiliki seorang wanita, merupakan tempat yang dipenuhi oleh kasih sayang dan rahmat-Nya. Tempat yang paling sempurna dan begitu kokoh yang diciptakan Allah untuk menyempurnakan penciptaan manusia. “Dia menjadikan kamu dalam perut ibumu kejadian demi kejadian dalam tiga kegelapan.” (Az- Zumar [39]: 6).
Rahim merupakan organ terpenting yang dimiliki wanita. Dari rahim akan dilahirkan generasi baru umat Islam. Dikutip dari konsep keseimbangan elemen kitab The Prophetic Medicine karya Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah, sifat rahim yang hangat dan lembap memungkinkan pertumbuhan janin yang optimal, tidak terlalu panas dan terlalu dingin. Juga tidak terlalu basah dan terlalu kering. Kondisi ini memberikan keuntungan dihasilkannya nutrisi yang diperlukan janin dan menjadikan rahim tempat ternyaman untuk bertumbuh.
Lantaran kesibukan dan pekerjaan membuat kita melupakan kesehatan pribadi. Terlebih kesehatan rahim yang tampaknya tak kasat mata. Umumnya para wanita merasa bahwa fisiologis reproduksinya baik-baik saja, terutama apabila tidak mengalami gejala-gejala pada rahimnya.
Fakta menyatakan bahwa mioma uteri terjadi pada 20-25% wanita di usia produktif dan 10% setelah menopause pada rentang umur 35-45 tahun. Statistik menunjukkan 60% mioma uteri berkembang pada wanita yang tak pernah hamil atau hanya hamil 1 kali (Adriaansz G, 2011).
Mioma uteri adalah suatu tumor jinak pada otot rahim yang terdiri dari sel-sel jaringan otot polos, jaringan pengikat fibroid dan kolagen. Mioma bisa menyebabkan gejala yang luas termasuk perdarahan menstruasi yang banyak, penekanan pada daerah pelvis, dan disfungsi reproduksi.
Pada umumnya pertumbuhan mioma terkait dengan hormon estrogen yang akan menurun aktivitasnya pasca menopause. Selain mioma uteri, kista juga termasuk sebagai gangguan kesehatan pada organ reproduksi wanita. Kista adalah tumor berupa kantong berisi cairan yang timbul di bagian organ tubuh seperti ginjal, payudara atau pada organ reproduksi yakni indung telur, leher rahim, dan rahim.
Dalam Athib Nabawy, kesehatan dipengaruhi oleh faktor internal dan eksternal. Iman dan takwa akan mempengaruhi kondisi psikis dan emosional, yang kemudian akan mempengaruhi aktivitas hormon dan organ tubuh.
Dalam jurnal Nutritional Biochemistry (2016), bahan kimia (karsinogenik) seperti Polisiklik Aromatik Hidrokarbon (PAH) hasil pembakaran bahan-bahan organik, dan polusi udara dari karbon monoksida akan meningkatkan oksidatif stres seluler dan meningkatkan risiko kerusakan gen. Radiasi dari ponsel, komputer, maupun inflamasi kronik berperan juga meningkatkan risiko perubahan fisiologis tubuh yang akan menghasilkan salah satunya mioma uteri dan kista pada wanita.
Lebih Baik Mencegah
Oleh karena itu, mencegah lebih baik daripada mengobati. Salah satunya menjaga kesehatan reproduksi secara maksimal agar terhindar dari risiko gangguan kesehatan pada rahim. Menjaga kesehatan rahim bisa juga dilakukan dengan rajin mengkonsumsi herbal.
Herbal merupakan nutrisi yang mudah diserap oleh tubuh. Penggunaan herbal dalam menjaga kesehatan rahim memiliki fungsi utama sebagai antioksidan, antiinflamasi, membersihkan rahim, analgesik, dan juga sebagai immunomodulator. Sifat herbal yang konstruktif juga dapat membantu memperbaiki jaringan yang rusak akibat mioma uteri dan kista.
Berikut beberapa jenis herbal yang bisa membantu kesehatan rahim
- Madu
Madu, memiliki rasa manis dan bersifat panas lembap, dapat memperkuat, menumbuhkan, dan menambah nutrisi. Madu diketahui memiliki khasiat sebagai antibakteri, anti radang, dan antioksidan.
Madu murni berasal dari enzim yang memudahkan penyerapan molekul seperti gula dan pati. Molekul gula pada madu berada dalam bentuk yang mudah diserap tubuh. Madu juga menyediakan beberapa nutrisi, seperti mineral, fitokimia, dan flavonoid yang membantu proses pencernaan dalam tubuh (Nutrition & Metabolism, vol. 9 [1]: 61).
ثُمَّ كُلِى مِن كُلِّ ٱلثَّمَرَٰتِ فَٱسْلُكِى سُبُلَ رَبِّكِ ذُلُلًا ۚ يَخْرُجُ مِنۢ بُطُونِهَا شَرَابٌ مُّخْتَلِفٌ أَلْوَٰنُهُۥ فِيهِ شِفَآءٌ لِّلنَّاسِ ۗ إِنَّ فِى ذَٰلِكَ لَءَايَةً لِّقَوْمٍ
“Dari perut lebah itu ke luar minuman (madu) yang bermacam-macam warnanya, di dalamnya terdapat obat yang menyembuhkan bagi manusia. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kebesaran Tuhan) bagi orang-orang yang memikirkan.” (QS: An-Nahl [16]: 69).
- Temu Putih
Temu putih (Curcuma zedoaria) memiliki kemampuan membersihkan rahim. Mau et al (2003) dalam jurnal Food Chem menyebutkan kandungan kimianya berupa zedoarondiol, zedoarol, 13-hidroksigermakron dan kurzeon. Selain itu, mengandung minyak atsiri antara lain kurkumenon, kurkumanolid A dan B. Kurkumin yang terkandung dalam rimpang temu putih terbukti memiliki efek antiinflamasi. Ekstrak etanol rimpang temu putih menunjukan aktivitas menghambat sel-line kanker ovarium manusia.
- Bidara Upas
CCRC Farmasi UGM mengupas tentang bidara upas (meremmia mammosa) yang memiliki efek farmakologis anti radang, menghilangkan sakit menghilangkan bengkak, pencahar, menetralkan racun, dan penyejuk. Dalam pengobatan tradisional, umbi bidara upas sering digunakan terapi pengobatan kanker. Kandungan zat oksidase pada getah segar bidara upas juga memiliki peran dalam pengobatan kanker alternatif.
- Sambiloto
Sambiloto (andrographis paniculata) memiliki rasa pahit dan bersifat dingin lembap. Dapat mendinginkan dan melembapkan, meredam panas, dan menghalau angin panas. Dalam jurnal Ethnopharmacol (2004), sambiloto diketahui memiliki efek antikanker dan immunostimulan. Tips pengobatan tradisional empiris yang dikutip dari buku Cape Puyang 1987, mandi dan berendam dengan air hangat rebusan daun sambiloto di pagi dan petang hari dapat mengatasi radang rahim yang disebabkan oleh mioma atau kista.
- Jombang
Jombang (Taraxacum officinale) telah digunakan sebagai obat untuk anemia, membersihkan darah, dan sebagai imunomodulator. Untuk memudahkan konsumsi herbal, kita dapat membuat jamu sehat tradisional pencegah kista dan miom. Caranya, gunakan rimpang kunyit 1 jari dan rimpang temu putih 1 jari, dicuci bersih lalu diparut. Kemudian diperas dan disaring. Tambahkan air 500 ml dan masak dengan panci tanah/stainless tertutup hingga tersisa 250 ml. Dapat ditambahkan madu, asam jawa secukupnya, lalu diminum 2 kali sehari pasca menstruasi.
Antioksidan dan kurkumin pada kunyit dan temu putih dapat menurunkan stres oksidatif pada sel dan dapat mencegah mioma uteri dan kista sejak dini. Wallahu a’lam.*/Nurul Qurrota Ayun, mahasiswi S2 Jurusan Herbal di Perguruan Tinggi Negeri di Jawa Barat. Dimuat di Majalah Suara Hidayatullah