Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Saintek

Gajah Laut Temukan Dapur Es Antartika

Ama Farah
Terakhir diupdate: 28 Februari 2013 20:00 8:00 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 28 Februari 2013 20:00
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Gajah-gajah laut yang dipasangi sensor pada kepalanya dan berenang ke laut dalam Antartika telah membantu para ilmuwan memahami bagaimana perairan laut terdalam dan terdingin itu terbentuk, memberikan informasi penting untuk lebih memahami perannya dalam perubahan iklim dunia.

Gajah-gajah laut yang diberi transmiter, bersama data dari satelit canggih dan tambatan-tambatan yang dipasang di lembah-lembah dalam laut, semua berperan memberikan data tentang keadaan alam antartika yang sangat ekstrim, di mana observasi sangat langka dilakukan dan tidak bisa ditembus oleh kapal-kapal ilmuwan, kata para peneliti di Antarctic Climate & Ecosystem CRC di Tasmania.

Ilmuwan telah lama tahu adanya “air bawah Antartika,” sebuah lapisan air yang padat dan dalam dekat dasar samudera yang memiliki pengaruh besar dalam pergerakan air di lautan dunia.

Tiga area di mana lapisan air ini terbentuk sudah diketahui, sementara area keempat berpuluh-puluh tahun menjadi misteri karena terlalu jauh untuk dijangkau, sampai akhirnya transmiter bisa dipasang di kepala gajah-gajah laut itu.

“Gajah-gajah laut itu berenang hingga garis pantai di mana tidak ada kapal yang pernah menjangkaunya,” kata Guy Williams, pakar es di lautan di ACE CRC dan salah satu ilmuwan yang menulis laporan penelitian itu

Baca Juga

Lithium Air Laut
China Temukan Cara Baru Menambang Lithium Air Laut
7 dari 10 Warga Malaysia Ingin Medsos Dilarang untuk Anak di Bawah 14 Tahun
Warisi Generasi Old, Milenial Akan jadi ‘Generasi Terkaya dalam Sejarah’
Minum Air Zamzam Sembuhkan Sakit dan Kuatkan Hafalan
Ilmuwan Menemukan Koridor Tersembunyi di Piramida Agung Giza Mesir

“Air Antartika yang berbentuk khusus ini disebut air bawah Antartika, salah satu mesin yang mendorong sirkulasi air di lautan,” katanya kepada Reuters (26/2/2013). “Yang kami lakukan adalah menemukan sebuah piston lain dari mesin tersebut,” imbuhnya.

Gajah laut adalah jenis seal (pinniped, hewan mamalia laut seperti anjing laut-red) yang paling besar, di mana pejantannya bisa tumbuh hingga panjang enam meter dengan berat 4.000kg.

Tahun 2011 stasiun penelitian di Antartika, David Station, memasang sensor di kepala 20 ekor gajah laut. Setiap sensor berbobot 100-200 gram itu memiliki transmiter yang terhubung dengan satelit dan dapat mengirimkan data setiap hari dengan interval 5-10 menit saat gajah laut berenang di permukaan.

“Kami bisa mendapatkan empat data selaman yang berharga setiap harinya, namun mereka bisa menyelam sampai 60 kali,” kata Williams.

“Gajah-gajah laut ini … pergi sampai tepat ke sumbernya, yang ternyata sangat dingin, sangat padat dan sangat asin di pertengahan musim dingin di bawah sebuah polynya, yang kami sebut sebagai pabrik es di sekitar garis partai Antartika,” imbuh Williams.

Dari data yang dikumpulkan dengan bantuan gajah-gajah laut tersebut, ilmuwan berharap bisa lebih memahami perubahan iklim global dunia, yang selama ini sudah diketahui dipengaruhi langsung oleh keadaan air di lautan dalam kutub selatan, Antartika.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Al-Azhar Minta Kelompok Islam Filipina Bebaskan Reporter Al-Arabiya
Tulisan selanjutnya Penyakit Seksual Gonorrhoea di Inggris Naik

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Air Hujan di Singapura Berwarna Abu-abu karena Asap Karhutla

Berita
17 Oktober 2026 21:46
Arab Saudi Eksekusi Pasangan yang Berbuat Asusila di Salah Satu Masjid Mekkah
IPB Kembangkan Kampung Ramah Keluarga Lewat Kolaborasi Riset dengan Dua Universitas Jepang
Perusahaan Periklanan ‘Israel’ Tanam Spyware di Perangkat Jurnalis Al-Jazeera
19 Orang Tewas Akibat Berdesakan saat Festival Hindu Durga Puja India

Terbaru

  • 19 Orang Tewas Akibat Berdesakan saat Festival Hindu Durga Puja India
  • Halal Ditunda, Kepastian Dipertaruhkan?
  • Mesir Tegaskan Siap Bela Arab Saudi di Tengah Meningkatnya Serangan Houthi
  • Arab Saudi Tembak Jatuh 4 Drone di Riyadh dan Dua Wilayah Lain
  • Air Hujan di Singapura Berwarna Abu-abu karena Asap Karhutla
  • Blokade Militer Amerika Mencekik Kemampuan Finansial Iran
  • Remaja Norwegia yang Dikontrak Geng Kriminal Terkait Iran untuk Melakukan Pembunuhan di Inggris Dibui 20 Tahun
  • Qatar Janji Bantu Pemulihan Sektor Energi Libanon
  • Perusahaan Periklanan ‘Israel’ Tanam Spyware di Perangkat Jurnalis Al-Jazeera
  • Arab Saudi Eksekusi Pasangan yang Berbuat Asusila di Salah Satu Masjid Mekkah

Mungkin Anda Juga Suka

Saintek

Para Ilmuwan Lakukan Deteksi Autisme pada Rambut

9 Januari 2023 20:30
Saintek

Tantangan Teknologi, Banyak Orang Oversharing dan Umbar Aib di Media Sosial

26 Desember 2022 14:00
Saintek

(Video) Kuasa Allah, Ilmuwan Berhasil Merekam Tumbuhan yang Bernapas

23 Desember 2022 15:10
Saintek

Selandia Baru akan Siapkan Undang-undang agar Facebook dan Google Membayar Berita

5 Desember 2022 11:21
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?