Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Saintek

Penelitian: Mengkonsumsi Garam Dapat Memberi Manfaat Melindungi

Insan Kamil
Terakhir diupdate: 5 Maret 2015 21:35 9:35 pm
Insan Kamil
Dipublikasikan 5 Maret 2015 21:35
Bagikan
Bagikan

DIET garam bisa mempertahankan tubuh dari serangan mikroba, menurut penelitian baru.

Berlebihan garam telah lama diketahui meningkatkan risiko penyakit jantung dan stroke. Namun, para peneliti di Jerman mengatakan, garam dapat mencegah parasit kulit yang menginfeksi tikus.

“Sampai sekarang, garam dianggap sebagai faktor diet merugikan,” kata peneliti utama Jonathan Jantsch, ahli mikrobiologi di Universitätsklinikum Regensburg dan Universität Regensburg.

“Penelitian kami saat ini melawan pandangan sepihak ini, dengan menunjukkan peningkatan akumulasi garam di lokasi infeksi mungkin menjadi strategi kuno untuk menangkal infeksi, jauh sebelum antibiotik ditemukan.”

Bagaimana ilmu pengetahuan bisa membuat kesalahan seperti itu, Jantsch mengatakan, hal ini masih menjadi teka-teki karena sejumlah besar natrium dapat disimpan di kulit, namun sering menyebabkan tekanan darah tinggi dan meningkatkan risiko penyakit jantung.

Baca Juga

Lithium Air Laut
China Temukan Cara Baru Menambang Lithium Air Laut
7 dari 10 Warga Malaysia Ingin Medsos Dilarang untuk Anak di Bawah 14 Tahun
Warisi Generasi Old, Milenial Akan jadi ‘Generasi Terkaya dalam Sejarah’
Minum Air Zamzam Sembuhkan Sakit dan Kuatkan Hafalan
Ilmuwan Menemukan Koridor Tersembunyi di Piramida Agung Giza Mesir

Mengapa hal itu dapat berevolusi?

Jantsch dan timnya punya petunjuk pertama. Mereka melihat, tikus yang telah digigit oleh pasangannya di sangkar, terdapat sejumlah besar natrium dalam kulitnya. Peneliti juga menemukan akumulasi yang sama pada manusia di daerah kulit yang terinfeksi.

Untuk itu para peneliti melakukan lebih banyak percobaan, yang menunjukkan bahwa diet tinggi garam meningkatkan aktivitas makrofag, jenis sel kekebalan yang mampu menangkal berbagai patogen.

Eksperimen mendatang akan melakukan penggalian lebih mendalam terhadap garam yang terakumulasi pada kulit orang dewasa. Eksperimen ini untuk merancang obat yang dapat membantu melokalisasi pengendapan.

“Pemahaman yang lebih lanjut dari penelitian yang berkelanjutan ini tidak hanya membantu merancang obat yang secara khusus meningkatkan pengendapan garam pada suatu tempat, sekaligus untuk membantu memerangi penyakit infeksi. Juga untuk merancang strategi baru memobilisasi penyimpanan natrium pada orang-orang tua, serta mencegah penyakit kardiovaskular,” kata Jantsch.

Penelitian, yang diterbitkan dalam jurnal Cell Press, dapat memanfaatkan balutan yang mengandung garam dan terapi antimikroba.

Para peneliti meminta masyarakat untuk menahan dulu dietnya sampai penelitian lebih lanjut selesai.

“Karena studi klinis umumnya menunjukkan bahwa diet garam tinggi dianggap dapat menyebabkan hipertensi dan penyakit kardiovaskular, sehingga kita merasa bahwa saat ini data kami belum merekomendasikan diet garam tinggi pada seluruh orang,” kata Jantsch, sebagaimana dilaporkan AFP.*

Redaktur: Insan Kamil
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Konsep Firdaus Memorial Park Dikagumi
Tulisan selanjutnya Atraktif Dalam Berdakwah

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Suriah Musnahkan Senjata Kimia Era Rezim Bashar Al-Assad

Berita
5 September 2026 16:18
Hari Pertama Sekolah yang Tak Kunjung Usai, Bocah Palestina Syahid Dibom ‘Israel’
Zionis Migrasikan Ribuan Yahudi ke ‘Israel’, Paling Banyak dari AS dan Rusia
Khawatir Antibiotik Uni Eropa Hentikan Impor Daging Brazil
Gaza Gelar Pemakaman Massal usai 100 Jenazah Korban ‘Israel’ Ditemukan dari Reruntuhan

Terbaru

  • Trump Diam soal Sanksi Inggris terhadap Permukiman Ilegal ‘Israel’
  • Serangan Iran ke Pangkalan Yordania Dilaporkan Rusak Sejumlah Jet Tempur AS
  • Silver Economy, Cara Turki Hadapi Naiknya Populasi Lansia
  • Negara-Negara Muslim Sambut Keputusan 12 Negara Barat Mensanksi ‘Israel’
  • Balas Sanksi terhadap Permukiman Ilegalnya, ‘Israel’ Ancam Tutup Konsulat Inggris
  • ‘Israel’ Percepat Pembangunan 1000 Rumah untuk Pemukim Ilegal di Tepi Barat
  • Sanksi Inggris Hanya Menarget Pemukiman Ilegal ‘Israel’, Bukan Zionis
  • Al-Azhar Kecam Aksi Penistaan Al-Quran di Gereja New York
  • 11 Negara Eropa dan Kanada Sepakati Larangan Dagang dengan Permukiman Ilegal ‘Israel’
  • Media ‘Israel’: UEA Pernah Peringatkan Zionis Soal Operasi Thufan Al-Aqsha

Mungkin Anda Juga Suka

Saintek

Para Ilmuwan Lakukan Deteksi Autisme pada Rambut

9 Januari 2023 20:30
Saintek

Tantangan Teknologi, Banyak Orang Oversharing dan Umbar Aib di Media Sosial

26 Desember 2022 14:00
Saintek

(Video) Kuasa Allah, Ilmuwan Berhasil Merekam Tumbuhan yang Bernapas

23 Desember 2022 15:10
Saintek

Selandia Baru akan Siapkan Undang-undang agar Facebook dan Google Membayar Berita

5 Desember 2022 11:21
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?