BAHAN kimia tertentu yang sering ditemukan dalam kehidupan sehari-hari, telah terbukti menyebabkan kanker payudara pada tikus uji laboratorium, yang tampaknya gejala ini sama pada wanita, kata para peneliti AS, Senin (12/5/2014).
Dalam laporan bersamanya pada jurnal Environmental Health Perspectives, diberikan daftar 17 bahan kimia yang harus dihindari atau menyarankan wanita untuk meminimalkan bersentuhan dengan bahan kimia tersebut.
Bahan-bahan kimia tersebut adalah bensin, solar, asap knalpot, jelaga api, bahan tahan noda tekstil, penghilang cat, dan produk samping desinfeksi dalam air minum.
“Studi ini memberikan peta jalan untuk pencegahan kanker payudara dengan mengidentifikasi bahan kimia prioritas tinggi yang paling dihadapi perempuan. Penelitian sekaligus untuk mengetahui paparan yang aman,” kata Ruthann Rudel, direktur riset pada Silent Spring Institute, seperti dimuat pada The Huffington Post.
” Informasi ini akan memandu upaya mengurangi paparan bahan kimia dikaitkan dengan kanker payudara, dan membantu para peneliti mempelajari bagaimana perempuan bisa mengalami (kanker payudara),” katanya.
Beberapa sumber terbesar penyebab kanker payudara yang terdapat pada lingkungan adalah zat kimia benzena dan butadiena yang keluar dari knalpot kendaraan, peralatan pemotong rumput, asap tembakau, dan makanan hangus.
Sumber lainnya adalah larutan pembersih seperti metilen klorida, obat-obatan yang digunakan dalam terapi penggantian hormon, jelaga api, bahan kimia tahan noda tekstil, pelapis antilengket, serta styrene yang berasal dari asap tembakau dan yang juga digunakan untuk membuat styrofoam, kata studi tersebut.
Sumber lainnya juga dapat ditemukan dalam air minum, kata para peneliti.
Wanita Potensi Terkena
“Setiap wanita di Amerika terkena bahan kimia tersebut, yang dapat meningkatkan risiko terkena kanker payudara,” kata penulis pendukung Julia Brody.
“Sayangnya, hubungan antara bahan kimia beracun dan kanker payudara sebagian besar telah diabaikan. Mengurangi paparan bahan kimia tersebut bisa menyelamatkan banyak hal, menyelamatkan banyak kehidupan perempuan.”
Brody menggambarkan penelitiannya sebagai yang pertama secara komprehensif mendapatkan daftar sumber potensial penyebab kanker payudara dan secara detail para ahli mengukur keberadaan bahan kimia tersebut dalam darah perempuan dan urine.
Penelitian ini merekomendasikan tujuh cara bagi perempuan untuk menghindari bahan kimia ini:
– Batasi paparan terhadap gas buang dari kendaraan atau generator, jangan terlalu lama mengemudi, gunakan mesin pemotong rumput, daun, dan gulma yang bertenaga listrik, bukan yang bertenaga gas.
– Gunakan kipas ventilasi saat memasak dan batasi berapa banyak makanan dibakar atau makanan hangus yang Anda makan.
– Jangan membeli furnitur dengan busa poliuretan, atau jangan gunakan furnitur yang diproses dengan pembakaran.
– Hindari zat kimia tahan noda karpet, furnitur, dan kain.
– Jika Anda menggunakan dry-cleaner, jangan gunakan yang ada unsur PERC (perkloroetilena) atau pelarut lain. Gunakan pembersihan basah.
– Gunakan blok karbon filter air minum yang padat.
– Jauhkan bahan kimia dari rumah dengan melepas sepatu Anda di pintu, menggunakan vakum dengan filter HEPA (partikulat efisiensi tinggi udara), dan membersihkan dengan kain basah dan pel.
The Silent Spring Institute adalah lembaga yang telah berdiri selama 20 tahun, oleh para ilmuwan yang berfokus pada lingkungan dan kesehatan perempuan. Nama lembaga itu diambil dari judul buku laris tentang lingkungan “The Silent Spring” karya Rachel Carson, yang meninggal karena kanker payudara pada tahun 1964, dua tahun setelah buku itu diterbitkan.
Dale Sandler, Kepala Epidemiologi di National Institute of Environmental Health Sciences Amerika Serikat, menggambarkan laporan dalam jurnal itu sebagai sumber “hebat” untuk epidemiologi guna mempelajari penyebab kanker payudara yang berasal dari lingkungan.
“Tulisan itu adalah uraian menyeluruh tentang data toksikologi dan penyebab bio yang relevan dengan kanker payudara pada manusia,” katanya.*