Hidayatullah.com–Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PBK), Muhaimin Iskandar, enggan memberi tanggapan pernyataan Rhoma Irama yang melarang pendukungnya mendukung calon presiden Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Joko Widodo.
“Saya belum ketemu beliau. Kalau beda capresnya kita akan bicarakan baik-baik. Itulah demokrasi,” ujar Muhaimin di DPP PKB, Jakarta, Selasa (13/05/2014) dikutip Tribun.
Ketua Tim Sukses Rhom Irama, Ramdansyah, mengatakan Rhoma meminta agar pendukungnya tidak mendukung Joko Widodo pada pemilihan umum presiden dan wakil presiden (Pilpres), 9 Juli mendatang.
Menurut Rhoma, sikapnya tak mendukung karena berharap Joko Widodo menyelesaikan amanah sebagai gubernur DKI Jakarta.
Rhoma pernah mengungkapkan kekecewaannya karena Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang dianggap telah mengabaikan efek Rhoma Irama dalam pemilihan legislatif lalu.
Kekecewaan Rhoma makin menjadi karena sikap pengurus PKB yang tak konsisten. Hingga 11 April 2014, beberapa saat usai pencoblosan, sejumlah pengurus PKB masih mengakui efek Rhoma Irama ini. Namun setelah itu, pengurus PKB tak mengakui adanya efek ini, bahkan justru merapak ke PDI-P.
“Bang Haji mempersilakan pendukung mengungkapkan ekspresi kekecewaan,” kata Ramdansya dikutip laman Tempo.
Rhoma sejauh ini belum memutuskan akan mendukung calon presiden yang mana, yang jelas tak akan mendukung Jokowi.
Sebelumnya, imbas dari putusan DPP PKB yang tidak merekomendasikan sang raja dangdut H Rhoma Irama masuk dalam bursa calon presiden, membuat puluhan pendukungnya di wilayah Cirebon mengamuk. Akibat kekesalan tersebut puluhan pendukung H Rhoma Irama di Cirebon menginjak-injak dan membakar bendera PKB.*