Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Saintek

Kanker Kolon dan Rektum Meningkat di Kalangan Usia Muda

Insan Kamil
Terakhir diupdate: 16 November 2014 13:33 1:33 pm
Insan Kamil
Dipublikasikan 16 November 2014 13:33
Bagikan
Bagikan

KANKER kolon dan kanker rektum saat ini sedang berkembang di kalangan orang dewasa muda, kata satu penelitian terbaru.

Disebutkan, jika tren ini berlanjut, pada tahun 2030 jumlah kasus kanker usus besar dan kanker rektum akan berlipat ganda di kalangan orang berusia 20 dan 34 tahun, dan tumbuh 28 sampai 46 persen untuk orang usia 35-49 tahun.

“Diakui tingkat kasus meningkat pada pasien muda dan kita mengambil langkah serius untuk mengatasinya,” kata Dr. Christina Bailey.

Bailey, dari University of Texas MD Anderson Cancer Center di Houston, mengatakan, tidak jelas mengapa kanker meningkat di kalangan anak muda. Dan, para dokter tidak bisa berasumsi bahwa kalangan orang lebih muda sama sekali tidak terkena kanker kolorektal.

Jika dokter bisa mengetahui penyebab orang-orang muda memiliki kanker usus besar dan kanker dubur, diharapkan bisa mendapatkan diagnosis awal dari pasien untuk meningkatkan penanganannya, kata Baily, dilansir The Star belum lama ini.

Baca Juga

Lithium Air Laut
China Temukan Cara Baru Menambang Lithium Air Laut
7 dari 10 Warga Malaysia Ingin Medsos Dilarang untuk Anak di Bawah 14 Tahun
Warisi Generasi Old, Milenial Akan jadi ‘Generasi Terkaya dalam Sejarah’
Minum Air Zamzam Sembuhkan Sakit dan Kuatkan Hafalan
Ilmuwan Menemukan Koridor Tersembunyi di Piramida Agung Giza Mesir

The National Cancer Institute memperkirakan ada sekitar 96.830 kasus baru kanker usus dan 40.000 kanker dubur baru di Amerika Serikat pada tahun 2014. Juga akan ada sekitar 50.310 kematian akibat jenis-jenis kanker tersebut.

Menurut American Cancer Society, sekitar satu dari 20 orang didiagnosis dengan usus besar atau kanker rektum selama masa hidup mereka.

Saat ini, US Preventive Services Task Force merekomendasikan agar orang usia 50 sampai 75 dites laboratorium untuk mengetahui gejala kanker usus besar dengan menggunakan tes darah samar pada feses, sigmoidoskopi, atau kolonoskopi. Interval tes rutin disarankan bervariasi; tes feses setiap tahun dan kolonoskopi setiap sepuluh tahun.

Para peneliti yang menulis dalam jurnal JAMA Surgery menyebutkan, berkat adanya tes laboratorium tersebut, jumlah kanker usus besar dan kanker dubur kanker baru yang didiagnosis mengalami penurunan, karena dokter dapat mengatasi pertumbuhan yang mencurigakan sebelum mereka berubah menjadi kanker.

Sayangnya muncul persoalan baru, yakni meningkatnya kasus kasus di kalangan orang-orang muda.

“Kami telah melihat banyak pasien lebih muda di klinik kami yang terdeteksi kanker kolorektal,” kata Bailey.

Para peneliti menggunakan database di Amerika Serikat untuk kasus kanker pada 1975-2010 guna mengetahui adanya kanker usus besar dan kanker dubur di antara kelompok usia berbeda.

Secara keseluruhan, kasus kanker untuk semua kelompok umur menurun sekitar 1 persen selama periode tersebut. Penurunan ini terbatas pada orang-orang berusia 50 tahun dan yang lebih tua, namun ada peningkatan bagi orang-orang antara usia 20 dan 49 tahun.

Namun, orang-orang antara usia 20 dan 49 tahun secara umum hanya sebagian kecil dari total kasus kanker usus besar dan kanker dubur. Untuk mereka yang berusia 20-34 terdapat peningkatan 1 persen dari semua kasus dan mereka berusia 35-49 ada peningkatan 7%.

Para peneliti memprediksi, jumlah kanker usus baru di antara orang usia 20-34 akan meningkat 90 persen, dan jumlah kanker dubur baru akan meningkat sekitar 124% pada tahun 2030. Mereka memproyeksikan adanya kenaikan kecil untuk kalangan usia 35 dan 49 tahun.

“Ini menimbulkan pertanyaan, apa penyebab dari pengkatan tersebut?” kata Dr Kiran Turaga dari Medical College of Wisconsin di Milwaukee.

Para peneliti tidak bisa mengatakan mengapa kanker usus dan kanker dubur didiagnosa meningkat di kalangan orang-orang lebih muda. Diperkirakan terkait dengan gaya hidup kurang sehat; misalnya, menjadi gemuk, tidak berolahraga, dan memiliki pola makan yang buruk.

Bailey mengatakan, para dokter pada awalnya kurang memperhatikan, sehingga tidak mengetahui adanya peningkatan gejala kanker di kalangan anak muda.

Mereka tidak bisa mengesampingkan kemungkinan adanya pengaruh lain yang menyebabkan peningkatan kanker tersebut.

“Kami tidak ingin mengirim pesan, orang-orang di usia 30-an harus menjalani kolonoskopi,” kata Dr Donald David, yang tidak terlibat dengan penelitian tersebut. Dia kepala gastroenterologi di City of Hope, pusat kanker yang komprehensif, di Duarte, California.

“Ini semacam pertimbangan yang sangat individual,” kata David. “Ada resep nasional bagi kebanyakan orang, tetapi pada situasi tertentu hanya Anda dan dokter Anda saja yang dapat mengetahui.”

Turaga menyebutkan, mereka harus tetap mengawasi adanya gejala, jika mengetahui adanya darah pada tinja, penurunan berat badan yang tidak dapat dijelaskan, dan perubahan buang air besar.

“Tetapi orang tidak perlu khawatir tentang hal itu,” katanya. “Saat ini mereka sedang membutuhkan kewaspadaan (seperti terhadap) kanker payudara, di mana orang mewaspadai adanya benjolan dan lain-lainnya.”

Dia juga mengatakan, perlu dibangkitkan kesadaran untuk beralih ke diet yang lebih sehat.*

Redaktur: Insan Kamil
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Turki dan Amerika Serikat Sepakat Melatih Ribuan Tentara FSA
Tulisan selanjutnya Erdogan: Amerika Ditemukan Oleh Umat Islam

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Hukuman Mati In Absentia Bagi Pemimpin RSF Mohamed Hamdan Daglo

Berita
15 Juli 2026 09:27
Empat Negara Islam Sepakat Hidupkan Kembali Jalur Kereta Hijaz Warisan Utsmaniyyah
Akmal Sjafril: Lembaga Dakwah Perlu Banyak Diskusi
Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik

Terbaru

  • Akmal Sjafril: Lembaga Dakwah Perlu Banyak Diskusi
  • Raja Charles Kunjungi Masjid Cambridge, Erdogan: Langkah Penting Lawan Islamofobia
  • Starmer Mundur Burnham Menjadi Perdana Menteri Inggris Ke-7 Kurun Satu Dekade
  • Buya Amirsyah Ajak Seniman Muslim Bangun Peradaban Bangsa Melalui Kebudayaan Islam
  • AS Lancarkan Gelombang Serangan ke Iran, Ledakan Terdengar di Sejumlah Kota
  • Empat Negara Islam Sepakat Hidupkan Kembali Jalur Kereta Hijaz Warisan Utsmaniyyah
  • Pena Muballigh Menentukan Masa Depan Peradaban Islam
  • Kelompok Houthi Nyatakan Blokade Laut terhadap Arab Saudi
  • SPI Himpun Lembaga Dakwah Perkuat Bela Palestina
  • Belgia Resmi Larang Impor Barang dari Permukiman Ilegal ‘Israel’

Mungkin Anda Juga Suka

Saintek

Para Ilmuwan Lakukan Deteksi Autisme pada Rambut

9 Januari 2023 20:30
Saintek

Tantangan Teknologi, Banyak Orang Oversharing dan Umbar Aib di Media Sosial

26 Desember 2022 14:00
Saintek

(Video) Kuasa Allah, Ilmuwan Berhasil Merekam Tumbuhan yang Bernapas

23 Desember 2022 15:10
Saintek

Selandia Baru akan Siapkan Undang-undang agar Facebook dan Google Membayar Berita

5 Desember 2022 11:21
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?