Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Saintek

Ilmuwan: 1 Miliar Orang di Khatulistiwa Beresiko Terdampak Gempa Besar 2018

Ama Farah
Terakhir diupdate: 21 November 2017 09:26 9:26 am
Ama Farah
Dipublikasikan 20 November 2017 19:31
Bagikan
Foto sebelum dan sesudah gempa.
Bagikan

Hidayatullah.com—Para ilmuwan memperingatkan bahwa fluktuasi kecepatan rotasi bumi dapat memicu gempa-gempa bumi yang merusak di seluruh belahan dunia, terutama di daerah padat penduduk di kawasan tropis.

Roger Bilham, dari Universitas Colorado Boulder, dan Rebecca Bendick, dari Universitas Montana Missouri, mempresentasikan temuan mereka yang dipublikasikan awal tahun ini dalam pertemuan tahunan Geology Society of America pada bulan Oktober kemarin, lapor RT hari Senin (20/11/2017).

Mereka berpendapat bahwa vasiasi sedikit saja dari rotasi bumi, yang akan mengubah masa siang hari menjadi lebih panjang sekitar satu milisekon, dapat menciptakan pergeseran energi di bawah kulit bumi. Teorinya bahwa perlambatan itu menciptakan perubahan bentuk besi solid dan nikel di “inti lebih dalam” bumi, yang kemudian berdampak pada cairan di inti luar bumi yang merupakan lempengan-lempengan tektonik yang membentuk pijakan bagi kulit bumi.

Dampak itu akan terasa lebih besar di lempengan tektonik yang berada dekat kawasan di mana populasi penduduk bumi padat, yaitu di sekitar garis Khatulistiwa (Ekuator), tempat tinggal sekitar 1 miliar orang di bumi.

“Korelasi antara rotasi bumi dan aktivitas kegempaan sangat erat dan menunjukkan akan ada peningkatan jumah gempa keras tahun depan,” kata Bilham kepada The Guardian seperti dilansir RT. “Gempa-gempa besar telah tercatat dengan baik sejak lebih dari seabad lalu dan itu memberikan kepada kita catatan yang bagus untuk dipelajari.”

Baca Juga

Lithium Air Laut
China Temukan Cara Baru Menambang Lithium Air Laut
7 dari 10 Warga Malaysia Ingin Medsos Dilarang untuk Anak di Bawah 14 Tahun
Warisi Generasi Old, Milenial Akan jadi ‘Generasi Terkaya dalam Sejarah’
Minum Air Zamzam Sembuhkan Sakit dan Kuatkan Hafalan
Ilmuwan Menemukan Koridor Tersembunyi di Piramida Agung Giza Mesir

Studi para ilmuwan itu mengkaji semua gempa yang memiliki kekuatan 7 atau lebih skala Richter sejak dunia memasuki abad ke-20. Dalam kerangka waktu itu, peneliti menemukan lima periode yang memiliki aktivitas seismik lebih besar yang terjadi kira-kira setiap 32 tahun. Penurunan aktivitas terakhir dimulai sejak 4 tahun lalu.

“Pada periode-periode itu, terdapat antara 25 sampai 30 gempa kuat setiap tahun,” kata Bilham. “Di waktu sisanya angka rata-ratanya sekitar 15 gempa besar setahun. Dengan kata lain: bumi memberikan kepada kita waktu lima tahun untuk waspada bersiap-siap menghadapi gempa-gempa yang akan datang.”

Contohnya seperti ini. Pada tahun 2010 terjadi gempa berkekuatan 7,0 skala Richter yang menewaskan lebih dari 100.000 orang di Haiti. Sementara pada tahun 2011 di Jepang, gempa berkekuatan 9,0 skala Richter menimbulkan dampak sampingan berupa gelombang tsumani sehingga tidak kurang dari 18.000 orang tewas dan reaktor nuklir Fukushima porak-poranda. Meksiko dan Iraq, serta Iran, belum lama ini diguncang gempa berkuatan besar dan menimbulkan banyak korban.. Namun, semua itu kemungkinan masih kecil dibanding gempa yang mungkin akan terjadi di tahun depan.

“Inferensinya jelas,” kata Bilham. “Tahun depan kita akan menyaksikan kenaikan signifikan dalam jumlah gempa besar. Kita telah mengalaminya tahun ini. Sejauh ini kita hanya baru mengalami sekitar 6 gempa parah. Kita bisa dengan mudah mendapati 20 gempa dalam setahun mulai 2018.”

Menurut NASA, perubahan musiman seperti El Nino telah menunjukkan bahwa ada pengaruhnya pada rotasi bumi, sementara gempa-gempa besar dapat mengakibatkan pergeseran pada kemiringan aksial planet ini.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Laporan Pelanggaran Seksual di Militer Jerman Meningkat
Tulisan selanjutnya Sekolah Indonesia Makkah Juara Umum Lomba Kreativitas Siswa SILN Saudi 2017

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Malaysia Resmi Batasi Media Sosial Anak, Siapkan Denda Rp45 Miliar bagi Pelanggar

Berita
2 Juni 2026 18:00
Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
Tak Ada Donatur yang Menyumbang, Board of Peace ala Trump Terancam Gagal
Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama

Terbaru

  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Mungkin Anda Juga Suka

Saintek

Para Ilmuwan Lakukan Deteksi Autisme pada Rambut

9 Januari 2023 20:30
Saintek

Tantangan Teknologi, Banyak Orang Oversharing dan Umbar Aib di Media Sosial

26 Desember 2022 14:00
Saintek

(Video) Kuasa Allah, Ilmuwan Berhasil Merekam Tumbuhan yang Bernapas

23 Desember 2022 15:10
Saintek

Selandia Baru akan Siapkan Undang-undang agar Facebook dan Google Membayar Berita

5 Desember 2022 11:21
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?