Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Saintek

Praktisi: Pemanfaatan Energi Terbarukan Butuh Usaha Keras

Ahmad
Terakhir diupdate: 5 Februari 2020 19:14 7:14 pm
Ahmad
Dipublikasikan 5 Februari 2020 19:14
Bagikan
Majelis Reboan bertema "Pemanfaatan Energi Terbarukan Tepat Guna di Indonesia" di Gedung DPP Hidayatullah, Polonia, Jakarta Timur, Rabu (05/02/2020).
Bagikan

Hidayatullah.com- Praktisi Energi Baru Terbarukan, Dipl Ing Haikal Jauhari MSc menyampaikan bahwa Indonesia adalah negara yang kaya sumber energi baru dan terbarukan. Hal itu disampaikan sebagai salah seorang narasumber pada acara diskusi Majelis Reboan di Aula DPP Hidayatullah, Jakarta, Rabu (05/02/2020)

“Indonesia kaya sumber energi baru dan terbarukan. Tetapi belum semua benar-benar bisa dirasakan oleh masyarakat,” jelasnya pada acara bertema “Pemanfaatan Energi Terbarukan, Tepat Guna di Indonesia” itu.

Oleh karena itu, dikenal istilah energi baru dan terbarukan. Baru artinya belum tentu bisa terbarukan. “Kalau terbarukan artinya tidak habis sepanjang masa,” tegas Haikal Jauhari.

Salah satu sumber energi paling dekat dengan kehidupan di Indonesia adalah sinar matahari.

“Seperti energi surya, potensinya di Indonesia sangat besar, rata-rata 4,8 kilowatt per jam per hari. Kalau kita punya area 100m persegi, maka kalkulasinya kurang lebih cukup untuk menerangi 100 rumah, masing-masing 720 watt hour,” urai Haikal Jauhari.

Baca Juga

Lithium Air Laut
China Temukan Cara Baru Menambang Lithium Air Laut
7 dari 10 Warga Malaysia Ingin Medsos Dilarang untuk Anak di Bawah 14 Tahun
Warisi Generasi Old, Milenial Akan jadi ‘Generasi Terkaya dalam Sejarah’
Minum Air Zamzam Sembuhkan Sakit dan Kuatkan Hafalan
Ilmuwan Menemukan Koridor Tersembunyi di Piramida Agung Giza Mesir

Akan tetapi, tidak berarti hal itu tanpa kendala.

“Ada kendala, cuaca di Indonesia ini sebagai Khatulistiwa, cuacanya sering berubah. Awan sering muncul menutupi intensitas cahaya matahari, sehingga menjadi kendala awan lewat lima menit saja, suplai cahaya matahari bisa drop. Karena tiba-tiba saat beban digunakan, suplai hilang,” urainya.

Baca: Hidayatullah Dorong Pemanfaatan Energi Terbarukan Tepat Guna

Fakta itu menunjukkan bahwa Indonesia kurang cocok untuk pembangunan energi surya skala besar. Ini sebab kenapa tidak bisa jalan di Indonesia.

“Di sini alasan mengapa kita butuh dan benar-benar perlu energi yang lebih tepat dan lebih berguna, yang baru dan terbarukan,” ungkapnya.

Dalam kenyataannya, lanjut Haikal Jauhari, pemanfaatan energi terbarukan tepat guna di Indonesia masih butuh usaha keras dan waktu cukup panjang. Karena selain hal baru, secara teknologi masih dinilai membutuhkan penyempurnaan.

Untuk diketahui, Majelis Reboan adalah forum sharing ekonomi keumatan dan pemberdayaan sumber daya alam di Indonesia yang dikoordinatori oleh Kabid Ekonomi DPP Hidayatullah, Asih Subagyo.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:bumiDPP HidayatullahenergiEnergi terbarukanHaikal JauhariMajelis ReboanTenaga Surya
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Kenya Punya Lembaga Manajemen Kanker, Tapi Pegawai Satu Pun Tak Ada
Tulisan selanjutnya Korsel Karantina 960 Tentara Terkait Coronavirus

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Berita
15 Juli 2026 21:25
Hukuman Mati In Absentia Bagi Pemimpin RSF Mohamed Hamdan Daglo
Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
Korban di Gaza Capai 73.223, Barghouthi: Penjajah Jalankan Perang Pembersihan Etnis

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Saintek

Para Ilmuwan Lakukan Deteksi Autisme pada Rambut

9 Januari 2023 20:30
Saintek

Tantangan Teknologi, Banyak Orang Oversharing dan Umbar Aib di Media Sosial

26 Desember 2022 14:00
Saintek

(Video) Kuasa Allah, Ilmuwan Berhasil Merekam Tumbuhan yang Bernapas

23 Desember 2022 15:10
Saintek

Selandia Baru akan Siapkan Undang-undang agar Facebook dan Google Membayar Berita

5 Desember 2022 11:21
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?