Rasulullah ﷺ secara khusus mendoakan Sa’d bin Abi Waqqasy, dan sejak itu doa-doanya selalu dikabulkan seperti anak panah
Hidayatullah.com | DARI Sa’d bin Abi Waqqasy bahwasannya Rasulullah ﷺ bersabda,”Ya Allah, tepatkan lemparan panahnya dan kabulkan doanya.” (Riwayat Al Hakim dalam Al Mustadrak, no: 4314).
Suatu saat di Makkah Sa`d bin Abi Waqqasy jatuh sakit dan Rasulullah ﷺ menjenguknya. Sa`d pun menangis, hingga Rasulullah ﷺ bertanya,”Apa yang membuat engkau menangis wahai Sa’d?” Sa`d pun menjawab,”Aku khawatir aku akan mati di tanah yang mana aku telah berhijrah darinya, sebagaimana meninggalnya Sa’id bin Khaulah.
Rasulullah ﷺ pun berdoa,”Ya Allah, sembuhkanlah Sa’d ,” tiga kali. (Riwayat Muslim, no: 1628).
Doa-doa Sa`d yang Maqbul
Karena doa Rasulullah ﷺ tersebut, doa-doa Sa`d terkabulkan. Sa`d bin Abi Waqqasy suatu saat berdoa, ”Ya Allah anak-anakku masih kecil, akhirkan kematianku hingga 20 tahun.” Dan Sa`d pun wafat setelah 20 tahun. (Siyar A’lam An Nubala`, 1/117).
Suatu saat ada seorang lelaki yang mencela Ali bin Abi Thalib, Thalhah dan Az Zubair. Sa’d bin Abi Waqqasy pun menasihatinya, “Janganlah engkau mencela saudara-saudaraku.”
Namun lelaki itu terus malakukannya. Hingga akhirnya Sa`d bin Abi Waqqash melaksanakan shalat dua rakaat dan mendoakan lelaki itu.
Akhirnya datanglah seekor onta yang mengamuk dan menabrak laki-laki itu hingga ia jatuh dan diinjak sampai meninggal. Orang-orang pun mengikuti Sa`d bin Abi Waqqasy dan berkata, ”Selamat, telah dikabulkan doamu!” (Siyar A’lam An Nubala, 1/116).
Sa`d Saksikan Malaikat di Perang Uhud
Dari Sa’d bin Abi Waqqasy, ia berkata, ”Aku menyaksikan di sebelah kanan Rasulullah ﷺ dan di sebelah kirinya di waktu Perang Uhud ada dua laki-laki yang mengenakan pakaian berwarna putih, yang mana aku tidak pernah melihat keduanya sebelum dan sesudahnya, yaitu Jibril dan Mikail ‘Alaihima As Salam.” (Riwayat Muslim, no: 2306).
Mahir Memanah
Rasulullah ﷺ telah mendoakan Sa`d agar lemparan panahannya tidak meleset, sehingga Sa’d pun dikenal mahir dalam panahan. Al Hafidz Al Iraqi berkata mengenai Sa`d bin Abi Waqqasy, ”Orang yang pertama melempar panah dalam Islam.” Al Hafidz Al Iraqi juga berkata, ”Salah satu pemanah yang tidak pernah meleset lemparannya.” (Tharh At Tatsrib, 1/52).
Di saat Perang Uhud terjadi, Sa`d bin Abi Waqqasy bersama Rasulullah ﷺ, dan ia terus melemparkan anak panahnya. Sampai akhirnya anak-anak panah yang ada pada kinanahnya (tempat anak panah) habis.
Kemudian Rasulullah ﷺ pun menumpahkan anak-anak panah dari kinanah beliau. Sedangkan anak-anak panah Rasulullah ﷺ kurus-kurus batangnya, namun sudah terpasang bulu unggas, yang mana busur seperti itu lebih cermat daripada jenis busur lainnya. (lihat, Al Mustadrak Imam Al Hakim, no: 4314).
Az Zuhri berkata, ”Sa’d telah melemparkan panah di Perang Uhud sebanyak seribu anak panah.” (Usd Al Ghabah, 2/291).*