Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Gaya Hidup Muslim

Cintailah Sesama Muslim karena Allah SWT

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 25 Februari 2011 14:40 2:40 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 25 Februari 2011 14:40
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Ketika Rasulullah Shalallahu alahai wa salam bersama para sahabat, seorang lelaki asing melintas di hadapan mereka. Setelah ia berlalu, Rasullullah berkata kepada para sahabatnya, “Dialah ahli surga.” Hal yang demikian beliau ulangi sebanyak tiga kali ketika orang tersebut melintas di hadapan Rasulullah.

Melihat kenyataan tersebut, sahabat Abdullah bin Umar yang dikenal kritis bertanya kepada Rasulullah “Ya, Rasulullah, mengapa engkau katakan itu kepada kami, padahal selama ini kami tidak pernah mengenalinya sebagai sahabatmu? Sedangkan terhadap kami sendiri yang selalu mendampingimu engkau tidak pernah mengatakan hal itu?”

Rasulullah menjawab pertanyaan tersebut dengan penuh bijak,‘‘Jika engkau ingin tahu tentang apa yang aku katakan, silakan tanyakan sendiri kepadanya.”

Abdullah yang mendengar jawaban Rasulullah itu semakin penasaran untuk mengetahui apa keistimewaan lelaki tersebut sehingga dia dikatakan sebagai ahli surga.

Akhirnya Abdullah berkunjung ke rumah lelaki itu sambil memperhatikan amalan yang dilakukan olehnya. Selama di sana, Abdullah tidak melihat ada yang istimewa dalam ibadah orang tersebut. Akhirnya Abdullah bertanya kepadanya,‘‘Sewaktu engkau melintas di hadapan kami, Rasulullah mengatakan bahwa engkau seorang ahli surga. Apa yang menjadi rahasiamu sehingga Rasulullah begitu memuliakanmu?” Lelaki itu tersenyum, kemudian menjawab, “Sesungguhnya aku tidak pernah melakukan apa-apa. Aku bahkan tidak memiliki kekayaan apa-apa. Baik ilmu maupun harta yang bisa aku sedekahkan, apa yang aku miliki hanyalah kecintaan. Kecintaan kepada Allah, kepada Rasulullah dan kepada sesama manusia. Dan setiap malam menjelang tidur, aku selalu berusaha menguatkan rasa cinta itu, sekaligus berusaha menghilangkan perasaan benci yang ada kepada siapa saja. Bahkan terhadap orang-orang kafir sekalipun.”

Baca Juga

Gaya Hidup Minimalis: Kunci Kesehatan Mental di Tengah Hidup Serba Cepat
Sya’ban Tangga Penting Sukses Ramadhan
Teladan Rasulullah untuk Para Suami
Tawakkal dalam Bekerja
Awasi Makananmu, Selamat Hidupmu!

Dari kisah tersebut dapat kita ambil pelajaran bahwa rasa cinta yang tulus terhadap orang lain bisa menyebabkan seseorang masuk surga. Sebaliknya, memelihara perasaan benci dan marah, bisa menyebabkan seseorang terjerumus dalam jurang neraka sebagaimana yang ditunjukkan Setan saat penciptaan Nabi Adam.

Dalam kisah tersebut kita tahu bahwa perasaan benci yang ditunjukkan Setan, tidak hanya mengakibatkan fitnah dan permusuhan, tetapi juga menimbulkan penyakit batin yang sangat buruk sehingga menjauhkannya dari surga.

Orang yang menyimpan perasaan benci kepada orang lain biasanya memiliki sikap mudah menyalahkan orang yang dibencinya.

Rasulullah adalah orang yang selalu menjaga rasa cinta kepada setiap orang, terutama kepada para sahabat. Di zaman Nabi, pernah ada sekelompok orang yang digerakkan oleh kaum munafik untuk mencela sahabat Rasul. Melihat hal itu Rasulullah lalu bersabda, “Janganlah kalian mencela sahabat-sahabatku. Seandainya salah seorang dari kalian menginfaqkan emas sebanyak bukit uhud, tidak akan ada yang menyamai satu timbangan (pahala) seorangpun dari mereka, juga tidak akan sampai setengahnya”. (HR.Bukhari)

Pokok Masalah

Sebenarnya pokok pangkal sebuah amal tergantung kepada lidah dan hati. Diriwayatkan bahawa Lukman al-Hakim, pernah disuruh majikannya membeli daging yang baik untuk menjamu para tamunya. Lukman membeli hati dan lidah. Majikannya merasa marah dengan tindakan Lukman dan bertanya kepadanya kenapa dia membeli hati dan lidah.

‘‘Tidakkah ini daging yang baik seperti tuan pesan. Hati merupakan sumber amal perbuatan yang baik, sedang lidah dapat menjalin persaudaraan. Dari keduanya orang dapat membangun kebaikan,” jawab Lukman.

Pada satu hari majikannya kembali menyuruh Lukman membeli daging yang busuk. Tujuan majikannya ialah untuk mengetahui jenis daging apa yang akan dibeli oleh Lukman.

Ternyata, Lukman sekali lagi membeli hati dan lidah. Tindakan ini mengejutkan majikannya dan bertanya kenapa dia berbuat demikian sedangkan yang disuruh dibeli ialah daging yang busuk.

‘‘Benar tuan, ini daging terbusuk. Hati adalah daging yang paling baik dan sekaligus juga paling busuk. Ia sumber kedengkian dan rasa bongkak. Lidah merupakan ‘alat’ untuk melaknat, mencerca dan mencaci orang lain.”

Lidah merupakan cermin hati seseorang. Bila hati bersih, lidah niscaya tidak akan berkata

kecuali yang baik. Sebaliknya bila hati ‘busuk’, maka lidah akan mudah mengucapkan kata-kata yang buruk.

Oleh karena itu dalam rangka memelihara persaudaraan Islam maka kita perlu menjaga lidah untuk tidak mencaci dan memaki sesama Islam. Perbedaan apapun yang terjadi, jangan sampai menodai persaudaraan Islam.

Allah menggambarkan orang yang menjaga dalamnya persaudaraan Islam (ukhuwah Islamiah), menggunakan kata ikhwah, yang berarti “saudara kandung’’. Ini berbeda dengan ikhwan, yang artinya “berteman’’, sebagaimana digunakan Allah dalam surat Ali ‘Imran ayat 103, untuk menggambarkan bagaimana suku-suku Arab pada zaman jahiliah yang bermusuh-musuhan, kemudian bersatu setelah memeluk Islam.

Jadi, setelah berada dalam satu agama, setiap Muslim adalah teman bagi yang lain. Dan setelah keislaman meningkat, setiap Muslim diharuskan memandang Muslim yang lain sebagai saudara kandungnya.

Ukhuwah Islamiah yang benar sebagaimana yang digambarkan Rasulullah dalam sabdanya bahwa seorang Muslim harus dapat mencintai Muslim lain sebagaimana ia mencintai diri sendiri; bahawa seorang Muslim harus dapat merasakan kesusahan yang dialami Muslim lain. (HR. Bukhari)

Di dalam al-Quran, Allah tegas memrintahkan agar seorang Muslim tidak memusuhi, mencaci, dan berburuk sangka kepada Muslim lain. Umat Islam harus memegang teguh persaudaraan Islam sebagimana firman-Nya dalam surah Ali Imran ayat 103: “Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai, dan ingatlah akan nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa Jahiliyah) bermusuh-musuhan, maka Allah mempersatukan hatimu, lalu menjadilah kamu karena nikmat Allah, orang-orang yang bersaudara; dan kamu telah berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu dari padanya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu, agar kamu mendapat petunjuk.’

Dari ayat ini bisa kita ambil hikmahnya bahwa sikap yang paling bijak ialah berusaha memperbaiki diri, sekaligus menjadi orang yang pemaaf. Sebab itulah yang selalu dilakukan Rasulullah SAW sepanjang hidupnya. Sedangkan hidup Nabi adalah contoh bagi setiap mukmin.

Semoga kita diberi kekuatan untuk senantiasa memelihara ukhuwah Islamiah. Amin.* /Sahid

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Amerika “Dalang” Revolusi Dunia Arab?
Tulisan selanjutnya WNI di Libya Dievakuasi ke Tunisia

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama

Berita
3 Juni 2026 13:30
Influencer Singapura Didenda S$3.500 karena Mengiklankan Vape di Telegram
‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
Penjajah ‘Israel’ Luncurkan Serangan Skala Besar ke Lebanon Selatan

Terbaru

  • 123 Santri Ar-Rohmah Putri Diterima PTN Jalur SNBP dan SNBT, Terbanyak di Malang
  • Amerika Jatuhkan Sanksi Atas Presiden Kuba, Anggota Keluarga Castro
  • Usai Serangan Drone Terminal Pelabuhan Mina al-Fahl Oman Beroperasi Kembali
  • Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel
  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam

Mungkin Anda Juga Suka

Gaya Hidup Muslim

Hati-Hati dalam Timbangan dan Takaran

16 November 2022 11:58
Gaya Hidup Muslim

Beginilah Islam Memuliakan Pembantu

7 November 2022 13:30
Gaya Hidup Muslim

Sibuk Mengoreksi Diri Sendiri

18 Oktober 2022 09:00
Gaya Hidup Muslim

Berapa Kali Kita Mengkhatamkan Al-Quran?

9 Oktober 2022 08:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?