Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Gaya Hidup Muslim

Mewaspadai Bahaya Berhutang!

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 13 Desember 2011 07:05 7:05 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 13 Desember 2011 07:05
Bagikan
Bagikan

Di zaman kredit yang relatif murah dan mudah sekarang ini, siapa yang tidak punya hutang? Beli motor, hutang. Beli rumah, hutang. Beli komputer, hutang. Sebagian ibu rumah tangga juga gemar memenuhi rumahnya dengan perabotan yang dibeli secara berhutang, mulai dari kulkas, televisi, VCD player, dipan, almari, sampai panci dan alat penggorengan. Bahkan, ada juga yang naik haji dengan – difasilitasi oleh – hutang!

Lalu, apakah berhutang itu tercela dan dilarang? Bukan begitu. Hutang samasekali tidak dilarang. Bahkan, ayat terpanjang dalam Al-Qur’an justru membicarakan masalah hutang. Silakan periksa surah al-Baqarah: 282.

Secara terinci sekali Allah membimbing kita bagaimana caranya mengelola transaksi hutang-piutang ini, nyaris sama dengan cara Allah mengajari kita bagaimana membagi harta warisan. Berbagai kemungkinan diantisipasi di dalamnya, mulai dari pencatatan, persaksian, saksi cadangan, jaminan, wali, dan lain sebagainya. Sepertinya, di dunia ini tidak ada Kitab Suci yang membicarakan hutang-piutang dan transaksi keuangan, serta mendudukkannya pada posisi yang tidak kalah pentingnya dengan masalah-masalah spiritual, selain Al-Qur’an. Akan tetapi, yang hendak kita waspadai adalah penyakit-penyakit yang kerapkali muncul akibat berhutang itu.

Karena pentingnya urusan hutang ini dengan aherat, maka Rasulullah saw bersabda, “Jika engkau terbunuh di jalan Allah dalam kondisi bersabar mengharap ridha Allah dan maju tak gentar tidak mundur, maka Allah akan menebus kesalahan-kesalahanmu KECUALI HUTANG. Begitulah yang dikatakan Jibril kepadaku barusan.” [HR Abu Dawud].

Jadi, urusan hutang ini adalah urusan akherat. Sebab gara-gara hutang belum terselesaikan, semua amalan-amalan kita bisa lenyap.

Baca Juga

Gaya Hidup Minimalis: Kunci Kesehatan Mental di Tengah Hidup Serba Cepat
Sya’ban Tangga Penting Sukses Ramadhan
Teladan Rasulullah untuk Para Suami
Tawakkal dalam Bekerja
Awasi Makananmu, Selamat Hidupmu!

Masalahnya, banyak kaum Muslim saat ini terjerat dengan sistem ribawi. Di mana mereka dibuat bangga menjadi penghutang. Salah satu contohnya adalah pengguna kartu kredit. Bagaimana orang dibuat bangga menjadi “penghutang” dan boros. Kasus terakhir adalah pembunuhan terhadap Nasabah Citibank yang tewas setelah dihajar debt collector akibat tunggakan hutang.

Betapa jauh serta mendalamnya pandangan Nabi terhadap persoalan ini. Jelas sudah, bukan berhutangnya yang dilarang. Tetapi, beliau meminta kita berhati-hati terhadap hutang karena ia potensial memicu dua kesalahan besar, yaitu: berbohong dan ingkar janji.

Mari kita amati. Ketika seseorang terhimpit hutang dan tidak sanggup melunasinya, sangat mungkin ia berbohong dan ingkar janji. Betapa beratnya untuk secara jujur dan gentle mengakui tidak mampu serta meminta keringanan. Adakalanya karena malu, gengsi, sungkan, atau niat-niat yang tidak baik.

Misalnya, ketika tagihan datang, bisa saja ia justru berdusta dengan mengatakan bahwa sebenarnya punya uang sekian-sekian tapi masih dibawa si fulan, atau punya aset begini-begitu dan sekarang dalam proses penjualan. Padahal, sebenarnya tidak ada samasekali. Atau, ia berjanji pada tanggal sekian akan segera membayar, namun kemudian mengingkarinya.

Maka, Rasulullah pun mengajari kita untuk memohon perlindungan kepada Allah dari berhutang ini, sebab beliau khawatir kita akan berbohong dan mengingkari janji. Mengapa keduanya sangat berbahaya?

Sebuah hadits lain akan menjelaskan letak masalahnya. Nabi bersabda, “Ada empat sifat, siapa saja yang keempatnya ada dalam dirinya, maka dia adalah seorang munafik sejati. Tetapi, siapa saja yang dalam dirinya terdapat salah satu darinya, maka di dalam dirinya terdapat salah satu sifat munafik sampai ia meninggalkannya. Yaitu: jika dipercaya ia khianat, jika berbicara ia bohong, jika berjanji ia ingkar, dan jika berdebat/bersengketa dia akan curang/zhalim.” (Riwayat Bukhari dan Muslim, dari ‘Abdullah bin ‘Amru bin ‘Ash).

Jadi, adakalanya berhutang akan menjerumuskan kita ke dalam kemunafikan tanpa sadar. Jika saja seseorang banyak berhutang, lalu dalam transaksi-transaksi ini dia sering berbohong atau mengingkari janjinya, bisa dipastikan ia tengah mendidik dirinya sendiri untuk menjadi munafik. Pelan-pelan, ia akan terjerat jaring-jaring kemunafikan, hingga suatu saat sudah tak bisa lepas lagi. Seluruh bagian dirinya dipenuhi kebohongan, kepalsuan, tidak bisa dipercaya, pendeknya: tipuan. Dan, inilah hakikat munafik itu sendiri: menampakkan iman tetapi menyimpan kekufuran. Na’udzu billah.

Allah berfirman dalam Al-Qur’an;

وَمِنَ النَّاسِ مَن يَقُولُ آمَنَّا بِاللّهِ وَبِالْيَوْمِ الآخِرِ وَمَا هُم بِمُؤْمِنِينَ
يُخَادِعُونَ اللّهَ وَالَّذِينَ آمَنُوا وَمَا يَخْدَعُونَ إِلاَّ أَنفُسَهُم وَمَا يَشْعُرُونَ
فِي قُلُوبِهِم مَّرَضٌ فَزَادَهُمُ اللّهُ مَرَضاً وَلَهُم عَذَابٌ أَلِيمٌ بِمَا كَانُوا يَكْذِبُونَ

“Di antara manusia ada yang mengatakan: “Kami beriman kepada Allah dan Hari Akhir,” padahal mereka itu sesungguhnya bukan orang-orang yang beriman. Mereka hendak menipu Allah dan orang-orang yang beriman, padahal mereka hanya menipu dirinya sendiri, sedang mereka tidak menyadarinya. Di dalam hati mereka ada penyakit, lalu Allah semakin memperparah penyakitnya; dan bagi mereka siksa yang pedih, disebabkan mereka berdusta.” (Qs. al-Baqarah: 8-10).

Dengan kata lain, ketika beliau mengajari kita untuk “berlindung dari himpitan hutang”, beliau sebenarnya sangat khawatir jika kita terjangkiti penyakit nifaq. Beliau tidak melarang berhutang, karena hutang-piutang adalah bagian dari interaksi normal dalam kehidupan, dan di dalamnya pun terkandung sikap tolong-menolong yang dianjurkan Islam.

Hanya saja, jika kita harus berhutang, beliau meminta kita untuk sangat berhati-hati, yakni jangan sampai terjatuh dalam kebiasaan berbohong dan ingkar janji; yang merupakan bagian dari kemunafikan. Sebab, ancaman Allah sangatlah berat kepada sifat yang satu ini.

Allah berfirman;

إِنَّ الْمُنَافِقِينَ فِي الدَّرْكِ الأَسْفَلِ مِنَ النَّارِ وَلَن تَجِدَ لَهُمْ نَصِيراً

“Sesungguhnya orang-orang munafik itu (ditempatkan) pada tingkatan yang paling bawah dari neraka. Kamu sekali-kali tidak akan mendapat seorang penolong pun bagi mereka.” (Qs. an-Nisa’: 145).

Maka, mohonlah pertolongan Allah, dan berhati-hatilah! Semoga kita tidak terjangkiti penyakit gemar berbohong dan ingkar janji gara-gara hutang.

Diceritakan oleh ummul mu’minin ‘Aisyah, bahwa Rasulullah pernah berdoa dalam shalatnya, agar terlindung dari himpitan hutang.

“Ya Allah, sungguh aku berlindung kepada-Mu dari siksa kubur. Aku berlindung kepada-Mu dari fitnah al-Masih Dajjal. Aku berlindung kepada-Mu dari fitnah kehidupan dan kematian. Dan, aku berlindung kepada-Mu dari pemicu dosa dan himpitan hutang.” Lalu, ada seseorang yang berkata kepada beliau, “Betapa seringnya Anda memohon perlindungan dari hutang, wahai Rasulullah.” Beliau menanggapi, “Sungguh seseorang itu, bila terhimpit hutang, ia berbicara lalu bohong, dan berjanji lalu ingkar.” (Riwayat Bukhari dan Muslim).

Mudah-mudahan kita terhindang dari himpitan hutang, berbohong serta inkar janji/ Amin. Wallahu a’lam.*/M. Alimin Mukhtar

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Anders Breivik Dapat Kliping Pembantaiannya
Tulisan selanjutnya Ambon Kembali Tegang

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Kapal Kargo Turki Diserang Drone di Laut Hitam

Berita
30 Mei 2026 13:38
Putin Tawarkan Pembebasan Utang Bagi yang Mau Gabung Tentara
Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel
Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas

Terbaru

  • Usai Serangan Drone Terminal Pelabuhan Mina al-Fahl Oman Beroperasi Kembali
  • Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel
  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis

Mungkin Anda Juga Suka

Gaya Hidup Muslim

Hati-Hati dalam Timbangan dan Takaran

16 November 2022 11:58
Gaya Hidup Muslim

Beginilah Islam Memuliakan Pembantu

7 November 2022 13:30
Gaya Hidup Muslim

Sibuk Mengoreksi Diri Sendiri

18 Oktober 2022 09:00
Gaya Hidup Muslim

Berapa Kali Kita Mengkhatamkan Al-Quran?

9 Oktober 2022 08:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?