Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Gaya Hidup Muslim

Padamkan Api Permusuhan yang Membakar Dirimu

Ahmad
Terakhir diupdate: 10 Februari 2022 07:01 7:01 am
Ahmad
Dipublikasikan 10 Februari 2022 08:00
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com | SEPANJANG hidup saya, rasanya saya tidak pernah menuntut hak saya atau membalas secara lisan terhadap kritikan dan tekanan yang menghancurkan. Karena menuntut hak dan membalas secara lisan itu hanya akan menuai kerugian dan penyesalan yang lebih besar.

Artinya, saya mengira bahwa jika saya membersihkan diri saya dari keburukan dan tekanan yang memang harus menimpa diri saya, maka dengan pembersihan diri dan menuntut itu saya telah mengembalikan hak, anggapan, dan kedudukan jiwa saya. Tapi ternyata sebaliknya. Justru itu menimbulkan kerenggangan antara saya dengan orang yang mengkritik dan menekan saya.

Dan, lebih dari itu, menyulutkan api permusuhan, dan sikap tidak menerima meski jelas-jelas ia yang bersalah. Akhirnya, saya memutuskan untuk tidak menuntut hak saya, dan bahwa jalan terbaik untuk keluar dari masalah ini adalah memaafkan, menganggapnya tidak pernah terjadi, bersabar, tabah, dan menutup telinga dan mata terhadap semua yang pernah terjadi.

Ternyata seperti inilah ajaran wahyu Allah:

خُذِ الْعَفْوَ وَأْمُرْ بِالْعُرْفِ وَأَعْرِضْ عَنِ الْجَاهِلِينَ

Baca Juga

Gaya Hidup Minimalis: Kunci Kesehatan Mental di Tengah Hidup Serba Cepat
Sya’ban Tangga Penting Sukses Ramadhan
Teladan Rasulullah untuk Para Suami
Tawakkal dalam Bekerja
Awasi Makananmu, Selamat Hidupmu!

“Jadilah kamu pemaaf dan suruhlah orang mengerjakan yang ma’ruf, serta berpalinglah dari orang-orang yang bodoh.”(QS:. Al-A’râf: 199).

ۖ وَلْيَعْفُوا وَلْيَصْفَحُوا

“Dan, hendaklah mereka memaafkan dan berlapang dada.” (QS: An-Nur:22)

الَّذِيۡنَ يُنۡفِقُوۡنَ فِى السَّرَّآءِ وَالضَّرَّآءِ وَالۡكٰظِمِيۡنَ الۡغَيۡظَ وَالۡعَافِيۡنَ عَنِ النَّاسِ‌ؕ

“Dan, orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang.” (QS: Ali `Imrân: 134)

وَلَا تَسۡتَوِى الۡحَسَنَةُ وَ لَا السَّيِّئَةُ ؕ اِدۡفَعۡ بِالَّتِىۡ هِىَ اَحۡسَنُ فَاِذَا الَّذِىۡ بَيۡنَكَ وَبَيۡنَهٗ عَدَاوَةٌ كَاَنَّهٗ وَلِىٌّ حَمِيۡمٌ

“Tidak sama kebaikan dengan kejahatan. Tolaklah (kejahatan) itu dengan cara yang lebih baik, dan tiba-tiba orang yang antaramu dan antara dia ada permusuhan seolah-olah dia telah menjadi teman yang amat setia.“ (QS: Fushshilat: 34).

وَعِبَادُ ٱلرَّحْمَٰنِ ٱلَّذِينَ يَمْشُونَ عَلَى ٱلْأَرْضِ هَوْنًا وَإِذَا خَاطَبَهُمُ ٱلْجَٰهِلُونَ قَالُوا۟ سَلَٰمًا

“Dan hamba-hamba Tuhan yang Maha Penyayang itu (ialah) orang-orang yang berjalan di atas bumi dengan rendah hati dan apabila orang-orang jahil menyapa mereka, mereka mengucapkan kata-kata (yang mengandung) keselamatan/kebaikan.”(QS: Al-Furqân: 63).

Oleh karena itu, jika mendengar kata-kata yang tidak mengenakkan terucap oleh mulut orang lain, jangan buru-buru membalasnya sampai katakata itu terucap sepuluh kali. Sebaliknya, jika mendengar pujian atas diri Anda maka bersikaplah seakan-akan Anda tidak mendengarnya.

Permasalahannya, jika Anda membalasnya dengan kata-kata yang lain, maka orang akan sibuk dengan balasan itu. Jika ada pernyataan pedas yang dialamatkan kepada Anda maka redamlah kepedasannya itu dengan bersikap pura-pura tidak tahu.

Anggaplah bahwa orang yang menyatakan itu tidak mengarahkannya kepada diri Anda. Jika ada yang mengkritik karena dengki, maka biarkan ia bicara apa saja dan anggap bahwa dia sedang bercakap-cakap dengan tembok bangunan. Kalangan salafus sholeh pernah memberikan tips bahwa ketabahan hati itu akan menguburkan segala aib.

Laut yang luas tidak akan terpengaruh oleh lemparan batu seorang anak kecil Laut itu suci airnya, halal bangkainya. Air itu bila sudah melebihi dua qullah maka tidak lagi akan dianggap najis jika ada benda najis yang masuk ke dalamnya.

Seperti itulah analogi seorang yang sabar, berani, dan cerdas, memiliki kekebalan untuk dibenci orang. Sebagaimana firman Allah dalam Al-Quran:

اِنَّ شَانِئَكَ هُوَ الْاَبْتَرُ

“Sesungguhnya orang-orang yang membenci kamu, dialah orang yang terputus (dari rahmat Allah). (QS: Al-Kautsar: 3).

Orang sabar memiliki benteng yang kokoh yang melindunginya dari gangguan orang iseng. Sebab sesungguhnya Allah selalu menjaga kita.

{وَاصْبِرْ لِحُكْمِ رَبِّكَ فَإِنَّكَ بِأَعْيُنِنَا}

“Dan bersabarlah dalam menunggu ketetapan Tuhanmu, maka sesungguhnya kamu berada dalam penglihatan Kami.” (QS: Ath-Thur: 48).*/Dr ‘Aidh al-Qarni, La Tahzan (Jangan Bersedih)

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:amarahdendampermusuhan
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Tidur Satu Jam Lebih Bisa Menurunkan Berat Badan?
Tulisan selanjutnya Inggris Akan Penjarakan Pengirim Gambar Alat Kelamin di Dunia Maya

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Pengadilan Kenya Tolak Rencana Amerika Serikat untuk Mendirikan Fasilitas Karantina Ebola di Negaranya

Berita
30 Mei 2026 11:16
Iran Persiapkan Upacara Pemakaman Besar untuk Ayatullah Ali Khamenei
Setia dari Dulu, Kini dan Akan Datang: Kisah Pak Haji Toeng & Bu Hajjah Intang Kloter 15 KBIHU Hidayatullah Balikpapan di Haji 2026
Warga Yunani Didakwa Membantu Iran untuk Menarget Jurnalis di Inggris
Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi

Terbaru

  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
  • Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
  • ‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
  • Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah
  • Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi

Mungkin Anda Juga Suka

Gaya Hidup Muslim

Hati-Hati dalam Timbangan dan Takaran

16 November 2022 11:58
Gaya Hidup Muslim

Beginilah Islam Memuliakan Pembantu

7 November 2022 13:30
Gaya Hidup Muslim

Sibuk Mengoreksi Diri Sendiri

18 Oktober 2022 09:00
Gaya Hidup Muslim

Berapa Kali Kita Mengkhatamkan Al-Quran?

9 Oktober 2022 08:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?