Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Gaya Hidup Muslim

Inilah Tipe-tipe Persahabatan, Di Mana Posisi Anda?

Thoriq
Terakhir diupdate: 29 Oktober 2015 15:18 3:18 pm
Thoriq
Dipublikasikan 29 Oktober 2015 15:16
Bagikan
Bagikan

Saat itu, tidak ada yang meragukan kekuatan jumlah pasukan Thulaihah bin Khuwailid Al Asadi, yang memiliki 1000 tentara berkuda. Namun, ketika mereka berhadapan dengan pasukan Muslim, kekuatan itu seperti tidak ada gunanya, mereka dihancurkan tanpa ampun. Thulaihah Akhirnya mencari tahu penyebab kekalahan pasukannya,”Celakalah kalian! Apa yang menyebabkan kalian kalah?!”

Salah satu diantara prajuritnya pun menyatakan,”Saya akan memberi tahu anda penyebab kekalahan kami. Sesungguhnya tidak ada diantara kita seorang prajurit, kecuali ia menginginkan temannya mati terlebih dahulu darinya. Sedangkan kita berhadapan dengan satu kaum yang semuanya ingin mati sebelum teman-temannya!” (Hayat As Shahabah, 4/642)

Kisah di atas menggambarkan betapa dahsyatnya kekuatan persaudaraan yang mampu membentuk  prilaku itsar, hingga dalam masalah nyawa sekalipun! Disamping mempersolid kekuatan Muslim sifat ini juga menumbuhkan tingginya semangat untuk berkorban. Dengan berbekal kelebihan itu, para sahabat mampu mengalahkan  kekuatan senjata sekaligus banyaknya prajurit musuh. Makna Itsar sendiri, adalah pengutamaan terhadap hajat orang lain daripada hajat diri sendiri dikala membutuhkannya. (Tafsir Ibnu Kastir, hal. 1852)

Ketinggian sifat itsar para salaf bisa mencapai pada tahapan di atas karena, sifat ini sudah menjadi karakter dalam kehidupan mereka. Hal ini tergambar dari beberapa kasus prilaku itsar mereka dalam beberapa peristiwa.  Dalam Shahih Al Bukhari disebutkan, bahwa suatu saat seorang laki-laki yang mengaku sedang mengalami kesusahan datang kepada Rasulullah, sedangkan di rumah beliau sendiri tidak ada apa-apa yang bisa diberikan. Lalu Rasulullah menawarkan kepada para sahabat, siapa yang bersedia untuk memberi pelayanan kepada laki-laki tersebut. Akhirnya ada seorang laki-laki Anshar yang bernama Abu Thalhah menerima tawaran tersebut. Padahal saat itu di rumah kaluarga Abu Thalhah tidak ada persediaan makanan kecuali untuk anak-anak mereka. Akhirnya anak-anak mereka ditidurkan tanpa makan malam sedangkan ia dan istri juga tidak makan malam itu,  lantas semua makanan disajikan untuk tamu Rasulullah tersebut. Keesokan harinya, Rasulullah bersabda,”Allah takjub terhadap si fulan dan fulanah”. Hingga turunlah firman Allah yang artinya,”…dan mereka melakukan itsar atas diri mereka, walau ada pada mereka kesusahan…” (Al Hasyr [59]: 9)

Kisah itsar para salaf juga ditemuai di saat perang Yarmuk terjadi. Kala itu, Ikrimah dan bebarapa sahabat beliau terluka parah dan dalam keadaan kritis. Namun, ketika disodorkan air, beliau malah menolak, dan menyarankan agar air itu diberikan kepada orang lain. Padahal beliau dalam keadaan luka berat dan amat membutuhkan air. Demikian pula ketika air itu disodorkan kepada sahabat lainnya, air itu ditolaknya. Hingga sampai orang ke tiga, Ikrimah sudah wafat, kemudian disusul orang ke dua, hingga orang ketiga. Semuanya tidak ada yang meminum air tersebut, sebagaimana diriwayatkan oleh Imam Al Bukhari. (lihat, Tafsir Ibnu Kastir, hal. 1852)

Baca Juga

Gaya Hidup Minimalis: Kunci Kesehatan Mental di Tengah Hidup Serba Cepat
Sya’ban Tangga Penting Sukses Ramadhan
Teladan Rasulullah untuk Para Suami
Tawakkal dalam Bekerja
Awasi Makananmu, Selamat Hidupmu!

Ibnu Umar dalam sebuah periwayatan menyampaikan bahwa beliau mengirim kepala kambing untuk sahabat Rasulullah, namun sahabat tersebut malah menyarankan agar kepala kambing tersebut diberikan kepada sahabat lainnya. Demikian pula sahabat yang kedua, menyarankan agar kepala kambing tersebut diberikan kepada sahabat lainnya, hingga sampai kepada sahabat yang ke tujuh, ia meminta agar kepala kambing itu diberikan kepada sahabat yang pertama. (Al Ihya, 5/954)

Di kalangan salaf juga ada dua orang yang terkenal persahabatnnya, yakni Masruq dan  Khaitsamah. Kedua-duanya memang sedang terlilit hutang, namun keduanya lebih mengutamakan untuk membayar hutang sahabatnya. Masruq secara diam-diam melunasi Khaitsaman dan Khaitsamah juga melunasi hutang Masruq, tanpa sepengetahuannya. (Al Ihya, 5/954)

Demikianlah hasil tarbiyah yang dilakukan oleh Rasulullah. Masing-masing berlomba-lomba untuk mencintai saudaranya. Masing-masing berusaha untuk menjadi orang yang paling perhatian terhadap sahabatnya. Karena dengan melakukan hal itu, mereka menjadi orang yang dicintai Allah. Sebagaimana disabdakan oleh Rasulullah,”Tidak saling mencintai antara dua sahabat karena Allah, kecuali Allah paling mencintai siapa yang paling mencintai saudaranya.” (Riwayat Al Hakim, beliau menyatakan,”Isnadnya Shahih)

Sifat itsar, tidak hanya menjadikan generasi awal, sebagai generasi yang tangguh dan ditakuti oleh musuh tapi di akhirat pelakunya juga memperoleh balasan dari Allah sebagai pribadi yang dicintai Allah Ta’ala.

Varian Hubungan Persahabatan

Sifat itsar  tidak timbul tanpa sebab. Ia tumbuh disebabkan persahabatan yang didasari cinta karena Allah. Imam Al Ghazali menggambarkan persahabatn semacam ini sebagai jenis kecintaan kepada seseorang, bukan karena pribadi orang  tersebut, tapi karena ingin memperoleh keridhaan Allah.

Sedangkan, mencintai seseorang karena kecintaan kepadanya menghantarkan kepada kecintaannya kepada perkara duniawi tidak termasuk kecintaan yang didasari karena mencari keridhaan Allah. Kecintaan seperti ini mirip kecintaan seseorang terhadap uang. Seseorang cinta uang bukan karena bendanya, tapi karena dengan uang ia bisa memperoleh apa yang ia cintai.

Demikian pula kecintaan kepada teman, ada yang mencintai teman karena ingin memperoleh keuntungan dari hubungan pertemanan itu. Bahkan pada keuntungan inilah ia tambatkan kecintaannya yang hakiki. Tidak heran, ada orang yang menjalin pertemanan untuk membangun jaringan bisnis atau memperkuat posisi politis. Ada pula pihak yang menjalin pertemanan dan mengumpulkan teman sebanyak-banyaknya untuk mendukung popularitas. Memang tidak ada larangan dalam hal itu, kacuali jika ada pelanggaran syar’i dalamnya, namun posisi pertemanan ini tidak akan melahirkan sifat itsar dan pengorbanan.

Biasanya, pertemanan jenis ini akan langgeng selama kepentingannya ada. Jika tujuan utama persahabatan tidak bisa diraih, maka persahabatan akan berakhir, karena dipandang tidak ada manfaat yang diperoleh. Bahkan terkadang pertemanan seperti ini berlanjut kapada hal-hal dilarang dalam syariat. Sekelompok manusia bisa suatu saat terlihat kompak dan solid, namun setelah waktu berlalu mereka berpisah, mereka saling hantam dan salin jegal. Bahkan sering pula dijumpai dalam satu team sekalipun terjadi saling sikut dan saling curiga karena masing-masing memiliki kepentingan sendiri yang ingin diraih dari perkumpulannya tersebut. Tentu, persahabatan yang seperti itu tidak akan membawa kemenangan bagi umat, dan tidak pula memperoleh keridhaan dari Allah Ta’ala. Bahkan bisa menimbulkan sifat egois yang pribadinya berpeluang untuk mudah diadu domba oleh musuh.*

Redaktur: Thoriq
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Cintailah, Jangan Saling Mendengki
Tulisan selanjutnya Oposisi Pertanyakan Janji Kampanye PM Davutoglu untuk Mencarikan Para Pemuda Istri

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Berita
3 Juni 2026 12:08
Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
Tak Ada Donatur yang Menyumbang, Board of Peace ala Trump Terancam Gagal
‘Israel’ Perketat Aturan Masjid, Pasang Pengeras Suara Harus Izin Zionis
Pengadilan Kenya Tolak Rencana Amerika Serikat untuk Mendirikan Fasilitas Karantina Ebola di Negaranya

Terbaru

  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
  • Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
  • ‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
  • Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah

Mungkin Anda Juga Suka

Gaya Hidup Muslim

Hati-Hati dalam Timbangan dan Takaran

16 November 2022 11:58
Gaya Hidup Muslim

Beginilah Islam Memuliakan Pembantu

7 November 2022 13:30
Gaya Hidup Muslim

Sibuk Mengoreksi Diri Sendiri

18 Oktober 2022 09:00
Gaya Hidup Muslim

Berapa Kali Kita Mengkhatamkan Al-Quran?

9 Oktober 2022 08:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?