IMAM ABU DAWUD ATH THAYALISI suatu saat mendatangi masjid dimana Imam Syu’bah menyampaikan hadits. Masjid itu sendiri dipenuhi oleh para pencari ilmu yang ingin menyimak hadits dari Syu’bah.
Syu’bah pun keluar untuk menemui Imam Abu Dawud dan menyampaikan,”Apakah Anda melihat dari para pencari ilmu itu semuanya bakal menjadi muhaddits?” Imam Abu Dawud pun menjawab,”Tidak”. Imam Syu’bah pun menanggapi,”Anda benar. Namun apakah tidak bisa lima dari mereka menjadi muhaddits?” Imam Abu Dawud pun menjawab,”Tidak, meski hanya lima”.
Imam Abu Dawud pun menyampaikan,”Mereka di waktu kecil mencatat hadits namun ketika dewasa mereka meninggalkannya. Dan dari mereka di waktu kecil juga mencatat hadits, namun di waktu dewasa tersibukkan dengan perkara-perkara yang merusak”.
Dan apa yang disampaikan Imam Abu Dawud pun benar, bahwa para pencari ilmu di majelis Syu’bah tidak ada dari mereka lima orang yang menjadi muhaddits. (Jami’ Ahlak Ar Rawi wa Adab As Sami’, hal. 31)
Betapa banyak pencari ilmu di dunia ini, namun amat sedkiti dari mereka yang mampu beristiqamah dalam menuntut ilmu, hingga amat sedikut pula yang menjadi ulama. Jika hal itu terjadi pada murid-murid para ulama besar terdahulu, bagaimana dengan para pencari ilmu di akhir zaman ini?