MIS’AR suatu saat memasuki sebuah masjid, dan ia menyaksikan seseorang melaksanakan shalat, dan ia pun menikmati bacaannya. Mis’ar pun menyimaknya hingga sampai 1/7 Al Qur`an, dan ia menilai bahwa orang itu akan rukuk, namun ternyata tidak. Orang itu tetap melanjutkannya hingga 1/3 Al Qur`an, Mis’ar menyangka bahwa bahwa orang itu akan rukuk, namun ternyata tidak. Hingga sampai 1/2 Al Qur`an orang itu tetap berdiri, sampai orang itu menghatamkan Al Qur`an secara keseluruhan dalam satu rakaat.
Mis’ar pun ingin mengetahui siapa gerangan orang shalat itu, akhirnya beliau tahu bahwa ia adalah Imam Abu Hanifah. (lihat. Manaqib Al Imam Abi Hanifah, hal. 22)