AL QASIM BIN NU’MAN AL JU’I adalah ulama shalih yang hidup semasa dengan Imam Ahmad. Suatu saat di Damaskus beliau berbicara di sebuah majelis mengenai itsar, yakni mengutamakan/mendahulukan orang lain meski yang bersangkutan membutuhkan.
Tidak di sangka saat Al Qasim berbicara, ada seseorang dari luar majelis tiba-tiba datang masuk majelis dan menghampiri beliau. Kemudian lelaki tak dikenal itu berusaha melepas surban yang dipakai Al Qasim, sedangkan Al Qasim pun memutar kain surbannya, untuk membantu laki-laki itu melepasnya. Setelah itu si laki-laki pun memakai surban Al Qasim. Saat itu para hadirin pun diam dan tidak mencegah sedangkan Al Qasim pun tetap menyampaikan nasihatnya dan tidak memotong pembicaraannya.* (Thabaqat Al Auliya, hal. 395)