Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Pemkot Surabaya Mulai Sweeping Pelajar di Jam Malam, Ratusan Petugas Dikerahkan

Ahmad
Terakhir diupdate: 4 Juli 2025 10:40 10:40 am
Ahmad
Dipublikasikan 4 Juli 2025 10:39
Bagikan
Foto: SS
Bagikan

Hidayatullah.com— Pemerintah Kota Surabaya resmi melaksanakan sweeping jam malam bagi anak-anak dan remaja di bawah usia 18 tahun yang masih berada di luar rumah pada malam hari. Kebijakan ini mulai diberlakukan Kamis malam, 3 Juli 2025, setelah sebelumnya diawali dengan apel besar pasukan gabungan di halaman Balai Kota Surabaya.

Apel gabungan yang digelar pukul 21.30 WIB itu dipimpin langsung oleh Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi. Apel diikuti ratusan petugas dari berbagai unsur, termasuk Organisasi Perangkat Daerah (OPD), TNI-Polri, serta elemen masyarakat. M

ereka kemudian menyebar ke berbagai titik ruang publik di Kota Pahlawan untuk melaksanakan sweeping anak yang masih berkeliaran di jalanan setelah pukul 22.00 WIB.

Wali Kota Eri menegaskan bahwa kebijakan pembatasan jam malam ini bukan bentuk pelanggaran Hak Asasi Manusia, tetapi upaya melindungi anak dari potensi risiko negatif di luar rumah.

“Ini bukan mengekang anak, tapi mencegah anak terlibat kegiatan negatif. Kalau anaknya belajar atau berkegiatan positif, itu tidak masalah. Tapi kalau hanya nongkrong, pacaran di taman, atau berkendara tak sesuai aturan, itu yang kami tertibkan,” ujar Eri.

Baca Juga

AS Hantam 100 Target di Iran, Dua Tanker Minyak Ikut Diserang
Jelang Wajib Halal Oktober 2026, LPPOM Dorong Konsumen Ikut Mengawal Kehalalan Produk
Tinggal Sebulan Lebih, MUI Tegaskan Tak Ada Lagi Alasan Tunda Wajib Halal
Wajib Halal Oktober 2026 Menghitung Hari, BPJPH Ungkap Kesiapan Ekosistem Sertifikasi
Menembus Gelap, Mengantar Cahaya Al-Qur’an ke Pelosok Pandeglang

Sweeping ini dilaksanakan berdasarkan Surat Edaran Wali Kota Surabaya Nomor 400.2.4/12681/436.7.8/2025 tentang Pembatasan Jam Malam bagi Anak.

Dalam surat tersebut, anak-anak tidak diperbolehkan berada di ruang publik tanpa pendampingan orang tua setelah pukul 22.00 WIB. Tujuannya adalah melindungi anak dari berbagai ancaman, mulai dari kekerasan, pergaulan bebas, narkoba, hingga eksploitasi.

Untuk mendukung kebijakan ini, Pemkot membentuk Satuan Tugas (Satgas) di setiap Rukun Warga (RW) yang akan bertugas melakukan pengawasan di lingkungannya masing-masing. SK penugasan bagi Satgas RW telah diterbitkan, dan masing-masing RW akan memantau pergerakan anak-anak pada malam hari secara berkala.

“Setiap RW kami bentuk Satgas. Setelah SK keluar, mereka akan mulai bertugas bersama kami. Surabaya ini kita bangun bersama dengan budaya Arek Suroboyo, gotong royong antara pemerintah, masyarakat, dan orang tua,” kata Eri.

Menurut Wali Kota, anak-anak yang terjaring tidak akan dikenai sanksi administratif. Mereka hanya akan dikembalikan ke orang tuanya atau dibina di tingkat RW. Pemerintah, kata Eri, tidak bisa berjalan sendiri dalam menjaga anak-anak, sehingga kolaborasi keluarga, sekolah, dan lingkungan menjadi kunci utama.

“Kalau ketemu anak di taman, pacaran malam-malam, ya kita tanya, orang tuanya tahu nggak? Kalau tidak tahu, kami antar pulang ke orang tuanya. Harapannya, orang tua mulai aktif menjaga anak-anaknya,” jelasnya.

Sweeping ini, lanjut Eri, bukan program sementara. Ia ingin menjadikan langkah ini sebagai gerakan jangka panjang untuk membentuk karakter anak sejak dini. Oleh karena itu, pemerintah akan melibatkan LSM, komunitas, hingga tokoh agama dalam pelaksanaannya.

“Kita ingin membentuk anak-anak Surabaya yang memiliki akhlak mulia, mental yang baik, dan pandangan hidup yang positif. Tidak bisa hanya pemerintah, semua pihak harus terlibat,” tegas Eri.

Kebijakan sweeping jam malam ini merupakan respons atas meningkatnya kekhawatiran masyarakat terkait maraknya kenakalan remaja, balap liar, pergaulan bebas, dan penyalahgunaan zat adiktif di kalangan pelajar.

Dengan pembatasan aktivitas malam, Pemkot Surabaya berharap bisa menciptakan lingkungan yang lebih aman bagi generasi muda.

Hingga Kamis malam, sweeping dilakukan secara intensif di sejumlah taman kota, area publik, dan jalan-jalan protokol. Petugas menyasar pelajar yang nongkrong, berkendara tanpa kelengkapan, atau tidak diketahui aktivitasnya oleh orang tua.

Dengan pendekatan persuasif, anak-anak yang terjaring tidak ditahan atau dihukum, melainkan dibawa pulang untuk diberikan pembinaan oleh keluarga dan lingkungan. Langkah ini disebut sebagai bagian dari “revolusi kultural” yang mengedepankan perlindungan anak dan pembentukan karakter secara menyeluruh.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:HeadlineJam MalamPemerintah Kota SurabayaPemkotremajasweeping
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Sejak 1967, Zionis ‘Israel’ telah Penjarakan 1 Juta Orang Palestina
Tulisan selanjutnya Perempuan Bergerak, Satu Juta Suara dari Indonesia untuk Gaza

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Pimpin APHIDA 2026-2030, Fadlurrahman: Bidik Penguatan Bisnis Jamaah hingga Pasar Global

Berita
31 Agustus 2026 20:11
Wali Kota Berlin Bilang Hacker Meretas Sistem dan Mencuri Data Ibu Kota Jerman
STAI Al Bayan Gelar Wisuda Angkatan II, Ketum DPP Hidayatullah Pesankan Alumni Kuatkan Takwa Hadapi Tantangan Zaman
AHWA Tetapkan KH. Miftachul Akhyar sebagai Rais Aam PBNU 2026–2031
AS Hantam 100 Target di Iran, Dua Tanker Minyak Ikut Diserang

Terbaru

  • AS Hantam 100 Target di Iran, Dua Tanker Minyak Ikut Diserang
  • Jelang Wajib Halal Oktober 2026, LPPOM Dorong Konsumen Ikut Mengawal Kehalalan Produk
  • Tinggal Sebulan Lebih, MUI Tegaskan Tak Ada Lagi Alasan Tunda Wajib Halal
  • Wajib Halal Oktober 2026 Menghitung Hari, BPJPH Ungkap Kesiapan Ekosistem Sertifikasi
  • Menembus Gelap, Mengantar Cahaya Al-Qur’an ke Pelosok Pandeglang
  • Aktivis Pro-Demokrawi Hong Kong Joshua Wong Mengaku Berkolusi dengan Pihak Asing
  • Studi: Kokain Lampaui Minyak, Jadi Sektor Ekspor Terbesar Kolombia
  • Trump Mengklaim ‘Israel’ Tak Akan Bertahan Tanpa Dirinya
  • Erdogan: Militer Turki Sedang Berada pada Periode Terkuat dalam Sejarahnya
  • Komandan ‘Israel’ Tak Menyesal Perintahkan Serangan yang Tewaskan 7 Relawan WCK

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Aktivis Pro-Demokrawi Hong Kong Joshua Wong Mengaku Berkolusi dengan Pihak Asing

2 September 2026 15:07
Berita

Studi: Kokain Lampaui Minyak, Jadi Sektor Ekspor Terbesar Kolombia

1 September 2026 12:00
Berita

Trump Mengklaim ‘Israel’ Tak Akan Bertahan Tanpa Dirinya

1 September 2026 09:01

Erdogan: Militer Turki Sedang Berada pada Periode Terkuat dalam Sejarahnya

31 Agustus 2026 22:46
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?