DOA kebaikan dari para murid terhadap guru merupakan hal yang lazim dalam tradisi ulama terdahulu. Meski dalam kenyataannya terkadang ada perbedaan pendapat antara mereka, namun doa kebaikan selalu dipanjatkan para murid terhadap guru mereka.
Imam Ahmad yang merupakan murid dari Imam As Syafi’i menyampaikan,”6 orang yang aku doakan untuknya pada waktu akhir malam, salah satunya adalah Asy Syafi’i.” (Siyar A’lam An Nubala’, 10/45)
Suatu saat Abdullah, putra Imam Ahmad bertanya,”Seperti apakah As Syafi’i? Sesungguhnya aku melihat engkau banyak berdoa untuknya?” Imam Ahmad pun menjawab,”Ia wahai anakku, ia seperti matahari untuk bumi dan kesehatan untuk badan. Untuk kedua hal itu, apakah ada gantinya?” (Siyar A’lam An Nubala’, 10/45)
Berkata Ahmad bin Al Laits: “Aku mendengar Ahmad bin Hambal berkata,’aku akan benar-benar mendo’akan Syafi’i dalam shalatku selama 40 tahun, aku berdoa, ‘Ya Allah, ampunilah diriku dan orang tuaku, dan Muhammad bin Idris Asy Syafi’i.’” (Manaqib As Syafi’i lil Baihaqi, 2/ 254)
Abdurrahman bin Al Mahdi adalah ulama yang lebih tua dari Imam As Syafi’I, namun ia mengambil ilmu dari Imam As Syafi’i dimana ia meminta Imam As Syafi’i menulis kitab untuknya mengenai ilmu ushul fiqih, maka Imam As Syafi’i menulis Ar Risalah.
Abdurrahman bin Al Mahdi pun pernah menyampaikan,”Aku tidak melaksanakan satu shalat pun kecuali aku berdoa di dalamnya untuk As Syafi’i.” (Siyar A’lam An Nubala’, 10/44)
Ulama lain yang merasa memperoleh manfaat dari ilmu Imam As Syafi’i seperti Yahya bin Al Qaththan juga menyatakan,”Aku berdo’a untuk As Syafi’i dan aku khususkan untuknya.” (Siyar A’lam An Nubala’, 10/20)
Demikian juga apa yang dilakukan Abu Bakr bin Al Khallad, diaman ia pun menyatakan,”Aku berdo’a kepada Allah di setiap selesai shalatku untuk As Syafi’i.” (Siyar A’lam An Nubala’, 10/20)
Demikianlah para ulama berdoa untuk guru mereka dan yang berjasa terhadap mereka dalam bidang ilmu. Semoga kita bisa mengambil teladan dari perbuatan mulia mereka.