SYEIKH SYAMSUDDIN AS SAMANUDI ketika merasakan bahwa ada seseorang menuntut ilmu karena tujuan mengeruk kekayaan duniawi dengan menginginkan jabatan hakim dan menerima harta suap, maka ia tidak akan mengajarinya satu persoalan pun dan mengatakan,”Sucikan dulu dirimu dari kecintaan terhadap dunia hingga ia pantas untuk ilmu, kemudian barulah datanglah kepadaku, aku akan mengajirmu ilmu.”
Syeikh Syamsuddin As Samudi sendiri pernah berkisah,”Guruku, Syeikh Al Arif Billah, tuanku Ali An Nabtini tidak mengejari seorang pun kecuali ia berkata terlebih dahulu,”Wahai anakku, apa yang engkau niatkan dengan ilmu yang engkau minta dariku untuk mengajarkannya kepadamu?” Jika ia melihat bahwasannya niatnya baik, maka ia mengajarinya. Namun jika ia melihat niatnya tidak baik, maka ia pun mengajarkan niat baru kemudian mengajarinya. (Lawaqih Al Anwar Al Qudsiyyah, hal. 643)