Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Jendela Keluarga

Semua Hari Adalah Hari Ibu!

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 23 Desember 2014 13:10 1:10 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 23 Desember 2014 13:10
Bagikan
Pria asal China ini pernah menjadi perhatian netizen saat menyuapi sang ibu yang sedang sakit (ilustrasi)
Bagikan

Oleh: Joddy Oki Ibrahim

BERKATA seseorang kepada Abdullah bin Umar, putra Umar bin Khaththab, “Wahai Ibnu Umar, menurut pendapatmu apakah sudah lunas hutang budi ku pada kebaikan-kebaikan ibuku?”

Ibnu Umar menjawab, “Belum, walau sekedar satu erangan ibumu ketika melahirkanmu,” ujarnya.
Bayangkan, betapa besar dan beratnya perjuangan seorang ibu kepada kita semua. Dan betapa tidak kuasanya kita membalas semua kebaikan-kebaikannya.

Mari sejenak berkaca pada kisah Ibunda Hajar (istri Nabi Ibrahim a.s). Seorang bayi mungil bernama Ismail meraung dalam tangisnya karena dahaga yang teramat sangat. Saat itu air susunya telah habis, sementara terpaan panas dan badai padang pasir cadas menyergap mereka berdua diiringi deru angin dan debu yang menerpa mereka.

Ditelisiknya ke segala penjuru ternyata tak ada sama sekali sumber mata air. Hajar pun rela berlari bolak-balik dari bukit Shafa dan Marwah hingga tujuh kali hanya untuk mencari teguk air bagi buah hatinya. Walau kerikil-kerikil mencacah tapak kakinya. Sebuah pengorbanan yang tak tertandingi. Dengan kalimat tauhid yang maha dasyat, ia mengajarkan kita semua. “Jika ini perintah Allah, maka sekali-kali tiada pernah Dia menyia-nyiakan kami.”

Baca Juga

Anak Saleh Buah dari Kesalehan Orang Tua?
Muharram, Momen Terbaik Menjadi Ibu Terbaik
Kecantikan Muslimah Sejati
Sebab-sebab Durhaka Istri kepada Suami
Anak Shalih dan Shalihah Takdir Allah, Kita Terus Berusaha

Tak ada ceritanya harimau memakan akanya sendiri. Hampir semua ibu selalu berjuang mendahulukan kepentingan anak-anaknya disbanding dirinya sendiri.

Ketika jatah makanan di rumah kita terbatas, Ibu selalu berujar kepada kita, “Kalian pasti sangat lapar. Makanlah dan habiskan makanannya, keburu dingin.”

“Bagaimana denganmu Ibu?” “Tenang Nak, Ibu sama sekali tidak lapar.”

Mari sedikit menoleh ke Palestina, khususnya di Gaza.

Betapa banyak anak-anak belia yang menjadi hafizh Qur’an. Bayangkanlah apa yang terjadi di tempat itu 20 tahun ke depan dengan hadirnya generasi ini.

Sementara betapa pongahnya penjajah Israel memperlakukan generasi-generasi mungil ini dan betapa kejamnya Yahudi menjadikan wanita dan anak-anak sebagai target utama ujicoba senjata-senjata mematikan bantuan Amerika.

Sungguh, fakta yang terjadi karena mereka tak sudi bila dari rahim para Ibu di Gaza dan Palestina yang shalihah lahir generasi rabbani, di mana lisannya dan hatinya dipenuhi Al-Quran, karena ketakutan mereka kelak generasi seperti inilah yang akan mengembalikan kejayaan Islam.

Apakah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam, para sahabat, para tabi’in, para tabi’ut tabi’in, dan para salafus shalih pernah mengkhusukan dan memerintahkan “pemuliaan ibu” pada hari tertentu? Sebagaimana kita memperingatinya setiap tangga 22 Desember?

Sekali-kali tidak!

Karena sejatinya kemuliaanmu wahai ibu, bukanlah pada hari ini saja. Engkau berhak mendapatkan perlakuan istimewa, perkataan baik nan penuh hikmah, senyuman termanis, sambutan dengan wajah berbinar, dan dekap pelukan terhangat tiap harinya.

Bahkan bila seandainya hari ini (tanggal 22 Desember) tak pernah ada, bagiku seluruh hari adalah harimu, wahai Ibu.

Momentum 22 Desember 2014 ini mudah-mudahan menjadi “sentilan” bagi gelayut hati kita agar memaknai pentingnya birrul walidain beserta keutamaan dan pahala yang terselip di dalamnya.

Hari ini Ibu, maafkan kami yang selama ini mengaklaim diri kami menjadi orang sok sibuk hingga tak ada waktu menengokmu melalui pelupuk mata ini.

Doakan jika kelak Ibu sudah lanjut usia, kami tak sekali-kali mencelamu, sebagaimana kesabaranmu ketika kami semua kencing dan berak di pangkuanmu tanpa rasa marah.

Doakan jika kelak Ibu kita telah lanjut usia dan pikun, kami tak sekali-kali merendahkanmu, sebagaimana dulu engkau telah sabar mengajari kami nama-nama benda di alam sekitar ini.

Doakan jika kelak Ibu kita telah lanjut usia, janganlah sekali-kali kami merasa geram hanya karena ibu memuntahkan nasi karena kurang enak. Bukankah dulu kami juga sering memuntahkan bubur dan mengotori pakaianmu?

Dan janganlah pernah terselip dalam hati kami untuk meng-hijrahkanmu ke Panti Jompo dengan dalih “kehadiranmu sudah terlalu merepotkan dan mengusik kenyamanan istri dan anak kami”. Sekali-kali jangan!  Karena dulu, kami jauh lebih merepotkanmu, wahai ibu.

Pagi hari sebelum berangkat sekolah berlaku layaknya raja minta dibuatkan sarapan, siang hari ketika sudah pulang kita selalu melempar kaos kaki, baju, pakaian kotor sembarangan, seolah engkau hanya pembantu.

Kami jauh lebih merepotkanmu. Karena kami sering tak pamit saat keluar rumah. Masih seringnya menadah uang untuk banyak alasan, padahal kami gunakan hanya untuk berpesta pora di malam minggu.

Semoga peringatan Allah ini selalu menjagaku untuk terus memulikanmu, wahai ibu.

وَوَصَّيْنَا الْإِنسَانَ بِوَالِدَيْهِ حَمَلَتْهُ أُمُّهُ وَهْناً عَلَى وَهْنٍ وَفِصَالُهُ فِي عَامَيْنِ أَنِ اشْكُرْ لِي وَلِوَالِدَيْكَ إِلَيَّ الْمَصِيرُ

“Dan Kami perintahkan kepada manusia (untuk berbakti kepada) kedua orangtuanya. Ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah dan menyapihnya dalam dua tahun maka bersyukurlah kepada-Ku dan kepada kedua orangtuamu dan hanya kepada-Ku lah kembalimu.“ (QS: Surah Luqman: 14).

وَقَضَى رَبُّكَ أَلاَّ تَعْبُدُواْ إِلاَّ إِيَّاهُ وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَاناً إِمَّا يَبْلُغَنَّ عِندَكَ الْكِبَرَ أَحَدُهُمَا أَوْ كِلاَهُمَا فَلاَ تَقُل لَّهُمَا أُفٍّ وَلاَ تَنْهَرْهُمَا وَقُل لَّهُمَا قَوْلاً كَرِيماً

“Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada kedua orang tua dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan “ah” dan janganlah kamu membentak mereka, dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia.” (QS: Surah Al-Israa: 23).

Sungguh kenikmatan dan kesyukuran Engkau Ya Allah, hingga masih memperkenankan melihat ibuku dan merasakan kasih-sayangnya hingga hari ini.

اَللّهُمَّ اغْفِرْلِيْ وَلِوَالِدَيَّ وَارْحَمْهُمَاكَمَارَبَّيَانِيْ صَغِيْرَا

“Alloohummaghfirlii waliwaalidayya war hamhumaa kama rabbayaanii shagiiraa”.

“Wahai Tuhanku, ampunilah aku dan Ibu Bapakku, sayangilah mereka seperti mereka menyayangiku diwaktu kecil.” Amin.*

Penulis adalah mahasiswa Jurusan Biologi, Universitas Negeri Malang (UM), aktif di KAMMI UM dan FKKBiologi (Rohis Biologi) UM

 

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:gazamelahirkanpalestinawanita
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Kapal Perang Amerika Berlabuh di Jakarta
Tulisan selanjutnya Paus Fransiskus Kritik Rohaniwan Katolik yang Haus Kekuasaan

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Kementerian Kesehatan Gaza: 33 Orang Syahid Ditembak Israel saat Libur Idul Adha

Berita
1 Juni 2026 10:40
Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
Kapal Kargo Turki Diserang Drone di Laut Hitam
Iran Persiapkan Upacara Pemakaman Besar untuk Ayatullah Ali Khamenei
Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah

Terbaru

  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm

Mungkin Anda Juga Suka

5 Tips Mendidik Anak agar Cinta Ramadhan
Jendela Keluarga

Sudahkah Anak Kita Diajarkan Akidah?

3 Desember 2022 20:55
Jendela Keluarga

Menjadi Ayah yang “Mesra” dengan Anak

26 November 2022 07:10
Jendela Keluarga

Akhlak Muslimah, Lembutlah dalam Bicara

8 November 2022 21:45
Jendela Keluarga

Hakikat Wanita Shalihah

4 November 2022 10:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?