PERNIKAHAN adalah satu langkah besar dalam kehidupan seseorang. Berada dalam hubungan yang baru dengan orang lain, merupakan hal yang sangat luar biasa. Pernikahan biasa dilakukan berdasarkan atas nama cinta. Ironisnya, tak jarang pasangan yang mengaku menikah atas nama cinta malah berujung kepada perceraian. Bagi pasangan yang baru menikah, hal ini tentu menimbulkan pertanyaan, bagaimana caranya terhindar dari hal tersebut?
Hal yang biasa terjadi di antara pasangan suami-istri adalah adanya kehidupan yang terpisah. Meski hidup sama-sama tapi mereka jarang melakukan kegiatan secara bersama. Akibatnya suami dan istri hidup bersama hanya sekedar sebagai teman kamar, tidak lebih. Itupun di dalam kamar mereka tetap melakukan aktivitas sendiri-sendiri. Mereka punya jadwal sendiri. Bangun di jam yang berbeda atau sarapan di saat yang berbeda pula. Keduanya seolah tak memiliki waktu untuk dihabiskan bersama.
Berikut ini beberapa cara sederhana yang bisa dilakukan untuk menjalin kebersamaan di antara pasangan rumah tangga.
Pertama, aturlah jadwal bangun dan tidur pada waktu yang sama dengan pasangan.
Berkata Ibnu Abbas Radhiyallahu ‘anhu
بِتُّ عِنْدَ خَالَتِي مَيْمُوْنَةَ فَتَحَدَّثَ رَسُوْلُ اللهِ صلى الله عليه وسلم مَعَ أَهْلِهِ سَاعَةً ثُمَّ رَقَدَ
“Aku menginap di rumah bibiku Maimunah (istri Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam), Rasulullah tampak berbincang-bincang dengan istrinya, beberapa lama kemudian Nabi tidur.” (Riwayat al-Bukhari dan Muslim).
Ini adalah cara baik untuk mengikat pasangan untuk menghindari miskomunikasi di antara pasangan. Sebaliknya, kebiasaan beraktifitas masing-masing akan menjadikan hubungan terasa kering. Timbul pertanyaan bahkan kecurigaan kepada pasangan, apa yang ia kerjakan hingga larut malam atau dinihari, misalnya. Sebaiknya ada kesepakatan waktu, termasuk menghindari begadang, kecuali jika benar ia diperlukan dan dikomunikasikan.
Kedua, makan bersama, setidaknya sekali dalam sehari
Usahakan membuat jadwal makan bersama dari waktu makan yang tersedia. Menyiapkan makanan bersama hingga berdoa bersama adalah cara sederhana menjalin kebersamaan. Termasuk berbagi dan menceritakan hal menarik di atas meja makan. Saat ini ada begitu banyak keluhan akan sepinya interaksi antar pasangan dan makan bersama adalah momen bagus relaksasi dan mencairkan kebekuan tersebut. Hal itu juga dicontohkan oleh Nabi Muhammad.
Aisyah berkata: “Saya dahulu biasa makan his (sejenis bubur) bersama Nabi Shallallahu alaihi wassalam.” (Riwayat al-Bukhari dalam Adab al-Mufrad).
Ketiga, hindari menjadikan pernikahan sebagai medan perang
Terkadang sebuah pasangan rumah tangga melihat pernikahan (setelah bertahun-tahun) sebagai medan perang. Kini saatnya Anda segera meletakkan “senjata”. Stop hanya mengkritik.
Berhenti menyinggung pasangan dan bersikap kasar terhadapnya. Sebab tidak ada satupun manusia yang sempurna. Usahakan menjalin persahabatan di antara pasangan. Setidaknya dengan menghindari saling memotong pembicaraan. Termasuk di dalamnya adalah belajarlah untuk menjadi pendengar yang baik jika pasangan Anda sedang berbicara atau menyampaikan sesuatu.
Keempat, katakan segera jika ada yang mangganjal
Berlama-lama menahan diri terhadap satu permasalahan tidak baik bagi siapapun. Makin ia ditahan kian rasa itu menumpuk hingga akhirnya berubah menjadi bom waktu di tengah keluarga. Biasakan menjalin komunikasi dengan baik dan selembut mungkin kepada pasangan. Pelajari seni mengkritik jika itu diperlukan, agar masukan yang diutarakan bisa diterima.
Jangan hanya fokus menunjuk kepada kesalahan saja, tapi juga memuji pasangan dan tetap memberi masukan yang bagus.
Kelima, pastikan waktu yang tepat untuk menasihati atau mengkritik pasangan
Hal yang patut diperhatikan adalah hindari memberi masukan atau mengkritik di saat yang kurang tepat. Sebut misalnya, ketika sedang lelah, lapar, atau berada di bawah tekanan pekerjaan. Biasanya masa sensitif demikian justru hanya akan menambah masalah. Sebab pastinya ketika sedang menasihati, orang itu berharap agar masukannya diterima atau didengar.
Keenam, saling menghargai satu sama lain atas setiap yang dikerjakan
Hal ini bisa dilakukan dengan berbagai cara, mulai dari saling memuji, menyampaikan dukungan kepada pasangan, hingga memberi hadiah dan apresiasi dengan cara atau sesuatu yang disukai. Semoga Allah melanggengkan pernikahan Anda dalam bingkai sakinah, mawaddah dan rahmah.*/Karina Chaffinch