Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Jendela Keluarga

Indahnya Kebersamaan dalam Pernikahan

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 2 Desember 2015 11:29 11:29 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 2 Desember 2015 12:45
Bagikan
Rasulullah juga suka makan dan minum berdua dari piring dan gelas istri-istrinya
Bagikan

PERNIKAHAN adalah satu langkah besar dalam kehidupan seseorang. Berada dalam hubungan yang baru dengan orang lain, merupakan hal yang sangat luar biasa. Pernikahan biasa dilakukan berdasarkan atas nama cinta. Ironisnya, tak jarang  pasangan yang mengaku menikah atas nama cinta malah berujung kepada perceraian. Bagi pasangan yang baru menikah, hal ini tentu menimbulkan pertanyaan, bagaimana caranya  terhindar dari hal tersebut?

Hal yang biasa terjadi di antara pasangan suami-istri adalah adanya kehidupan yang terpisah. Meski hidup sama-sama tapi mereka jarang melakukan kegiatan secara bersama. Akibatnya suami dan istri hidup bersama hanya sekedar sebagai teman kamar, tidak lebih. Itupun di dalam kamar mereka tetap melakukan aktivitas sendiri-sendiri. Mereka punya jadwal sendiri. Bangun di jam yang berbeda atau sarapan di saat yang berbeda pula. Keduanya seolah tak memiliki waktu untuk dihabiskan bersama.

Berikut ini beberapa cara sederhana yang bisa dilakukan untuk menjalin kebersamaan di antara pasangan rumah tangga.

Pertama, aturlah jadwal bangun dan tidur pada waktu yang sama dengan pasangan.

Berkata Ibnu Abbas Radhiyallahu ‘anhu

Baca Juga

Anak Saleh Buah dari Kesalehan Orang Tua?
Muharram, Momen Terbaik Menjadi Ibu Terbaik
Kecantikan Muslimah Sejati
Sebab-sebab Durhaka Istri kepada Suami
Anak Shalih dan Shalihah Takdir Allah, Kita Terus Berusaha

بِتُّ عِنْدَ خَالَتِي مَيْمُوْنَةَ فَتَحَدَّثَ رَسُوْلُ اللهِ  صلى الله عليه وسلم  مَعَ أَهْلِهِ سَاعَةً ثُمَّ رَقَدَ

“Aku menginap di rumah bibiku Maimunah (istri Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam), Rasulullah tampak berbincang-bincang dengan istrinya, beberapa lama kemudian Nabi tidur.” (Riwayat al-Bukhari dan Muslim).

Ini adalah cara baik untuk mengikat pasangan untuk menghindari miskomunikasi di antara pasangan. Sebaliknya, kebiasaan beraktifitas masing-masing akan menjadikan hubungan terasa kering. Timbul pertanyaan bahkan kecurigaan kepada pasangan, apa yang ia kerjakan hingga larut malam atau dinihari, misalnya. Sebaiknya ada kesepakatan waktu, termasuk menghindari begadang, kecuali jika benar ia diperlukan dan dikomunikasikan.

Kedua, makan bersama, setidaknya sekali dalam sehari

Usahakan membuat jadwal makan bersama dari waktu makan yang tersedia. Menyiapkan makanan bersama hingga berdoa bersama adalah cara sederhana menjalin kebersamaan. Termasuk berbagi dan menceritakan hal menarik di atas meja makan. Saat ini ada begitu banyak keluhan akan sepinya interaksi antar pasangan dan makan bersama adalah momen bagus relaksasi dan mencairkan kebekuan tersebut. Hal itu juga dicontohkan oleh Nabi Muhammad.

Aisyah berkata: “Saya dahulu biasa makan his (sejenis bubur) bersama Nabi Shallallahu alaihi wassalam.” (Riwayat al-Bukhari dalam Adab al-Mufrad).

Ketiga, hindari menjadikan pernikahan sebagai medan perang

Terkadang sebuah pasangan rumah tangga melihat pernikahan (setelah bertahun-tahun) sebagai medan perang. Kini saatnya Anda segera meletakkan “senjata”. Stop  hanya mengkritik.

Berhenti menyinggung pasangan dan bersikap kasar terhadapnya. Sebab tidak ada satupun manusia yang sempurna. Usahakan menjalin persahabatan di antara pasangan. Setidaknya dengan menghindari saling memotong pembicaraan. Termasuk di dalamnya adalah belajarlah untuk menjadi pendengar yang baik jika pasangan Anda sedang berbicara atau menyampaikan sesuatu.

Keempat, katakan segera jika ada yang mangganjal

Berlama-lama menahan diri terhadap satu permasalahan tidak baik bagi siapapun. Makin ia ditahan kian rasa itu menumpuk hingga akhirnya berubah menjadi bom waktu di tengah keluarga. Biasakan menjalin komunikasi dengan baik dan selembut mungkin kepada pasangan. Pelajari seni mengkritik jika itu diperlukan, agar masukan yang diutarakan bisa diterima.

Jangan hanya fokus menunjuk kepada kesalahan saja, tapi juga memuji pasangan dan tetap memberi masukan yang bagus.

Kelima, pastikan waktu yang tepat untuk menasihati atau mengkritik pasangan

Hal yang patut diperhatikan adalah hindari memberi masukan atau mengkritik di saat yang kurang tepat. Sebut misalnya, ketika sedang lelah, lapar, atau berada di bawah tekanan pekerjaan. Biasanya masa sensitif demikian justru hanya akan menambah masalah. Sebab pastinya ketika sedang menasihati, orang itu berharap agar masukannya diterima atau didengar.

Keenam, saling menghargai satu sama lain atas setiap yang dikerjakan

Hal ini bisa dilakukan dengan berbagai cara, mulai dari saling memuji, menyampaikan dukungan kepada pasangan, hingga memberi hadiah dan apresiasi dengan cara atau sesuatu yang disukai. Semoga Allah melanggengkan pernikahan Anda dalam bingkai sakinah, mawaddah dan rahmah.*/Karina Chaffinch

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:menikahpasanganpernikahansuami istri
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Datangnya Zaman yang Didominasi Penjahat dan Tersingkirkannya Orang Shalih
Tulisan selanjutnya NATO Bahas Pengiriman Rudal Patriot, Pesawat dan Kapal Perang untuk Turki

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Kazakhstan Menawarkan Diri untuk Menyimpan Cadangan Uranium Iran

Berita
30 Mei 2026 10:28
Tak Ada Donatur yang Menyumbang, Board of Peace ala Trump Terancam Gagal
Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Terbaru

  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm

Mungkin Anda Juga Suka

5 Tips Mendidik Anak agar Cinta Ramadhan
Jendela Keluarga

Sudahkah Anak Kita Diajarkan Akidah?

3 Desember 2022 20:55
Jendela Keluarga

Menjadi Ayah yang “Mesra” dengan Anak

26 November 2022 07:10
Jendela Keluarga

Akhlak Muslimah, Lembutlah dalam Bicara

8 November 2022 21:45
Jendela Keluarga

Hakikat Wanita Shalihah

4 November 2022 10:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?