Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Jendela Keluarga

Mengarahkan Kesuksesan Buah Hati

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 12 Oktober 2017 13:58 1:58 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 12 Oktober 2017 13:58
Bagikan
Bagikan

APAKAH ada orangtua yang ingin masa depan putra-putrinya dalam ketidaksuksesan? Tentu tidak ada.

Lantas bagaimana agar kelak mereka menjadi pribadi yang sukses?

Pertanyaan tersebut sangat penting, sebab itu bagian dari tradisi para ulama dan menjadi anjuran mereka kepada umat Islam untuk memperhatikan masa depan buah hati.

Ibn Qayim berkata, “Di antara hal yang harus diperhatikan ketika anak masih keccil adalah mempersiapkan pekerjaan yang sesuai dengan potensi anak. Hendaklah orangtua mengetahui potensi anak dengan baik.

Anak jangan dipaksa melakukan pekerjaan lainnya, selama pekerkaan yang dipilihnya dibolehkan agama. Karena bila orangtua memaksa anak melakukan pekerjaan lain, yang ia tidak memiliki kesiapan untuknya (bukan kompetensinya), maka anak tidak akan berhasil di dalmanya. ia akan kehilangan potensinya” (Lihat Jamal Abdurrahman dalam bukunya Athfalul Muslimin Kayfa Rabbahum An-Nabi Al-Amin).

Baca Juga

Anak Saleh Buah dari Kesalehan Orang Tua?
Muharram, Momen Terbaik Menjadi Ibu Terbaik
Kecantikan Muslimah Sejati
Sebab-sebab Durhaka Istri kepada Suami
Anak Shalih dan Shalihah Takdir Allah, Kita Terus Berusaha

Selanjutnya Ibn Qayyim memberikan contoh indikasi keseuaian anak dengan kapasitasnya untuk sukses di masa depan depan.

“Bila orangtua melihat anaknya memiliki pemahaman yang bagus, daya tangkapnya baik, hafalannya kuat dan cepat mengerti, maka ini merupakan pertanda bahwa ia siap untuk menerima ilmu (menjadi ulama).”

Maka lihatlah bagaimana Nabi Muhammad Shalallahu ‘Alaihi Wassallam mengenali potensi dan kompetensi dari setiap sahabatnya. Mereka yang ahli dalam memimpin pasukan, meski usianya muda, beliau tunjuk untuk memimpin pasukan umat Islam. Itulah Usamah bin Zaid yang ditunjuk Nabi menjadi panglima perang saat usianya baru 17 tahun.

Baca: Adab dan Pendidikan Agama, Kunci Sukses Masa Depan Anak

Terhadap yang memiliki memori kuat, seperti Abu Hurairah, maka Rasulullah mengizinkan perawi hadits paling populer itu untuk senantiasa hadir dalam aktivitas Nabi Muhammad.

Pernah suatu waktu, saya duduk satu mobil dengan seorang ulama yang juga cendekiawan Muslim dari Bogor,  Prof Dr Didin Hafidhuddin menuju Depok.

Di kesempatant tersebut saya bertanya, “Bagaimana dulu Prof, mendidik putranya yang sekarang menjadi seorang  penting di Indonesia?”

Beliau menjawab dengan tersenyum, “Saya tidak punya cara-cara khusus. Tetapi memang anak-anak itu saya libatkan dalam setiap pekerjaan saya, sehingga mereka sudah terbiasa membaca makalah, mengoreksi kesalahan huruf, dan termasuk ikut membantu ayahnya mengetik apa yang sudah dituang dalam bentuk peta konsep di sebuah kertas. Mungkin kebiasaan itu yang membuatnya seperti sekarang.”

Pengalaman lain memberikan pelajaran berbeda. Suatu waktu ayah dari seorang pakar psikologi forensik datang ke tempat saya berdedikasi. Seperti biasa, setiap bertemu orangtua saya selalu bertanya, bagaimana dahulu mendidik putranya sekarang yang wajahnya selalu hadir di layar televisi.

“Saya tidak pernah menekankan pendidikan kepada anak saya waktu kecil selain pendidikan agama. Anak kalau agamanya kuat, mau milih jadi apapun dia akan sukses. Dan, sekarang saya bersyukur sebab anak saya bisa menjadi selebriti, (tentu) bukan selebriti dalam pengertian umum, tetapi selebriti yang mendidik bangsa ini dengan keahlian yang dia miliki,” ucapnya penuh kehati-hatian.

Dengan demikian teranglah bagi kita para orangtua, untuk menjadikan anak-anak kita sukses di masa depan bisa kita mulai dengan mengidentifikasi minat, bakat dan komptensi anak.

Baca: Tiga Pilar Penting Pendidikan Islam bagi Anak

Kemudian jangan lupakan pendidikan agama, karena dari menjalankan agama itu akan lahir kedisiplinan, empati, dan tentu saja integritas.

Dalam sejarah peradaban Islam, kita bisa lihat bagaimana dahulu saintis Muslim, inventor dan para cendekiawan Muslim adalah orang yang memiliki keahlian dalam berbagai disiplin ilmu, seperti fisika, matematika, kedokteran, filsafat, dan pada saat yang sama mereka adalah ahli Al-Qur’an, Hadits, dan Fiqh. Beberapa di antaranya bisa kita sebut Ibn Sina, Ibn Rusd, Fakhruddin Al-Razi, Imam Ghazali, Ibn Haytam, dan yang lainnya.

Terakhir, tentu saja doa. Karena doa adalah senjata yang paling ampuh untuk membuat diri mendapatkan kemudahan dan keberkahan dalam menjalani kehidupan ini, terutama dalam upaya mendidik anak menjadi pribadi sukses, bermanfaat bagi kehidupan sesama.Wallahu a’lam.*

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:anakbuah hatidoamendidik anakPendidikan
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya MUI: Belum Ada Fatwa Kehalalan Vaksin MR
Tulisan selanjutnya Polisikan Seword.com, Pemuda Muhammadiyah: Bentuk Tanggung Jawab Moril

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah

Berita
2 Juni 2026 21:41
Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
Kapal Kargo Turki Diserang Drone di Laut Hitam
Malaysia Resmi Batasi Media Sosial Anak, Siapkan Denda Rp45 Miliar bagi Pelanggar
Putin Tawarkan Pembebasan Utang Bagi yang Mau Gabung Tentara

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

5 Tips Mendidik Anak agar Cinta Ramadhan
Jendela Keluarga

Sudahkah Anak Kita Diajarkan Akidah?

3 Desember 2022 20:55
Jendela Keluarga

Menjadi Ayah yang “Mesra” dengan Anak

26 November 2022 07:10
Jendela Keluarga

Akhlak Muslimah, Lembutlah dalam Bicara

8 November 2022 21:45
Jendela Keluarga

Hakikat Wanita Shalihah

4 November 2022 10:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?