Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Jendela Keluarga

Pentingnya Menjaga Akidah Anak Kita [1]

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 26 Januari 2016 15:26 3:26 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 26 Januari 2016 15:26
Bagikan
Bagikan

APAKAH Islam dan Al-Qur’an Benar?, tanya seorang siswi Madrasah Aliayah (MA) suatu hari.

“Memangnya Islam yang paling benar dan apakah al-Qur’an itu benar adanya dari Allah?” tanya siswi yang duduk di kelas tiga semester awal ini. Saya balik bertanya, ”Apakah tidak yakin kalau Islam dan al-Qur’an itu benar ?” Ia pun menjawab, ”Ya seperti itulah, kadang timbul keraguan kalau al-Qur’an dan Islam itu benar atau tidak!”

Dialog tersebut terjadi saat saya menjadi salah satu tutor halaqah Pesantren Ramadhan tahun 2013 di salah satu madrasah dalam materi Islam adalah Dinullah.

Penulis sengaja menggunakan kata “Islam yang benar” bukan “Islam yang paling benar” karena satu kalimat tersebut merupakan salah satu refleksi yang mengandung makna akidah. Karena jika menggunakan kalimat “Islam yang paling benar” maka secara tidak langsung akan ada pengakuan tersirat bahwa agama yang lain selain Islam itu mengandung kebenaran.

Melihat latarbelakang siswi tersebut , sempat terlintas dalam benak saya bahwa seharusnya dia sangat tidak layak menanyakan keotentikan Islam dan al-Qur’an yang nota bene sudah final. Karena dia telah menjalani kehidupannya dari lahir hingga kini ia beranjak remaja di salah satu ma’had, dan menjalani pendidikannya di Madrasah Aliyah.

Baca Juga

Anak Saleh Buah dari Kesalehan Orang Tua?
Muharram, Momen Terbaik Menjadi Ibu Terbaik
Kecantikan Muslimah Sejati
Sebab-sebab Durhaka Istri kepada Suami
Anak Shalih dan Shalihah Takdir Allah, Kita Terus Berusaha

Namun, sebagai orang bijak, selayaknya kita tidak menyalahkan ma’had dan madrasahnya tempat ia belajar, karena sekolah hanya menjadi salah satu wadah untuk memantapkan akidah seorang anak.

Rumah merupakan lingkungan utama yang menjadi awal pembentukan pola pikir sang anak, dan yang memiliki peran utama dalam pendidikan aqidah anak adalah orang tua. Jika dasarnya tidak kuat maka bisa jadi pola pikir anak-anak terbawa arus sesuai yang ditemukannya, apakah dari hasil membaca berita, karena di zaman digital ini begitu mudahnya untuk mengakses apa saja kapan dan dimanapun.

Keluarga, terutama orang tua  mempunyai  peranan  penting  dalam pendidikan anak,  baik  dalam  lingkungan  masyarakat Islam  maupun  non-Islam.  Karena keluarga merupakan  tempat pertama tumbuh kembang anak dimana  ia  mendapatkan  pengaruh  dari  anggota keluarganya pada  masa  yang  amat  penting  dan  paling  kritis  dalam pendidikan  anak,  yaitu  tahun-tahun  pertama  dalam kehidupanya.

Sebab,  pada  masa tersebut apa  yang  ditanamkan  dalam  diri  anak  akan  sangat membekas,  sehingga  tidak mudah  hilang  atau  berubah.

Dari  sini,  keluarga  mempunyai  peran  besar  dalam pembentukan akhlak seorang anak.  Keluarga  merupakan batu  pondasi  bangunan masyarakat  dan tempat  pembinaan pertama  untuk  mencetak  dan  mempersiapkan  personilnya. Terutama, dalam pendidikan akidah dan pembentukan pribadi anak.

Sebagaimana dalam sebuah hadits Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wassallam  bersabda:

Dari Abu Hurairah Rasulullah telah bersabda:

مَا مِنْ مَوُلُودٍ إِلاَّ يُوْلَدُ عَلىَ الْفِطْرَةِ، فَأَبَوَاهُ يُهَوِّدَانِهِ أَوْ يُنَصِّرَانِهِ أَوْ يُمَجِّسَانِهِ، كَمَا تُنْتِجُ الْبَهِيْمَةُ بَهِيْمَةً جَمْعَاءَ هَلْ تُحِسُّونَ فِيْهَا مِنْ جَدْعَاءَ؟

“Tidaklah setiap anak yang lahir kecuali dilahirkan dalam keadaan fitrah. Maka kedua orangtuanyalah yang akan menjadikannya sebagai Yahudi, Nasrani, atau Majusi. Seperti hewan melahirkan anaknya yang sempurna, apakah kalian melihat darinya buntung (pada telinga)?”

Syeikh  Abu  Hamid Al  Ghazali  ketika  membahas tentang  peran  kedua  orangtua dalam  pendidikan  mengatakan:

“Ketahuilah,  bahwa  anak kecil  merupakan  amanat  bagi  kedua  orangtuanya.  Hatinya yang masih suci merupakan permata alami yang bersih dari pahatan dan bentukan, dia siap diberi pahatan apapun dan condong  kepada  apa  saja  yang  disodorkan  kepadanya  Jika dibiasakan dan diajarkan kebaikan dia akan tumbuh dalam kebaikan  dan  berbahagialah  kedua  orang  tuanya  di  dunia dan  akherat,  juga  setiap  pendidik  dan  gurunya.  Tapi  jika dibiasakan  kejelekan  dan  dibiarkan  sebagai  mana  binatang temak,  niscaya  akan  menjadi  jahat  dan  binasa.  Dosanya pun ditanggung oleh penguru dan walinya. Maka hendaklah ia  memelihara  mendidik  dan  membina  serta  mengajarinya akhlak  yang  baik,  menjaganya  dari  teman-teman  jahat, tidak  membiasakannya  bersenang-senang  dan  tidak  pula menjadikannya  suka  kemewahan,  sehingga  akan menghabiskan  umurnya  untuk  mencari  hal  tersebut  bila dewasa.”

Allah Subhanahu Wata’ala telah mengingatkan kita melalui firmanNya;

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا قُوا أَنفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَاراً وَقُودُهَا النَّاسُ وَالْحِجَارَةُ عَلَيْهَا مَلَائِكَةٌ غِلَاظٌ شِدَادٌ لَا يَعْصُونَ اللَّهَ مَا أَمَرَهُمْ وَيَفْعَلُونَ مَا يُؤْمَرُونَ

“Hai orang-orang yang beriman peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu, penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, yang keras, yang tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkanNya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.” (QS At Tahrim: 6)

Berkata Amirul Mukminin Ali ra “Ajarilah diri-diri kalian dan keluarga-keluarga kalian kebaikan dan bimbinglah mereka. ”Zubair bin Awam misalnya, ia merupakan salah seorang dari pasukan berkudanya Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassalam yang dinyatakan oleh Umar ibnul Khattab, “Satu orang Zubair menandingi seribu orang laki-laki.” Ia seorang pemuda yang kokoh akidahnya, terpuji akhlaqnya, tumbuh di bawah binaan ibunya, Shafiyah binti Abdul Muthalib, bibinya Rasulullah dan saudara perempuannya Hamzah.

Posisi tarbiyah sangat penting terhadap anak, sebagaimana  Allah Subhanahu Wata’ala mengabadikan wasiat Luqman, seorang hamba yang sholih, kepada anaknya sebagai acuan bagi para pendidik, begitu pula dengan sosok pribadi Muhammad Shalallahu ‘alaihi wassalam sebagai seorang rasul sekaligus menjadi imam para murabbi dunia.*/Sri Hartati, pegiat komunitas penulis “Malika” (BERSAMBUNG)

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:akidahanakkarakterorang tua
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Sekjen FRIH: Yang Diblokir Kominfo Terkait ISIS Bukan Blog Kami
Tulisan selanjutnya FPI Makassar Beri Peringatan Keras Media yang Kaitkan dengan Kasus Terorisme

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Feature

Setia dari Dulu, Kini dan Akan Datang: Kisah Pak Haji Toeng & Bu Hajjah Intang Kloter 15 KBIHU Hidayatullah Balikpapan di Haji 2026

Feature
30 Mei 2026 17:30
Putin Tawarkan Pembebasan Utang Bagi yang Mau Gabung Tentara
MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
Pengadilan Kenya Tolak Rencana Amerika Serikat untuk Mendirikan Fasilitas Karantina Ebola di Negaranya
Kerbau Donald Trump Batal Disembelih karena Alasan Keamanan

Terbaru

  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Mungkin Anda Juga Suka

5 Tips Mendidik Anak agar Cinta Ramadhan
Jendela Keluarga

Sudahkah Anak Kita Diajarkan Akidah?

3 Desember 2022 20:55
Jendela Keluarga

Menjadi Ayah yang “Mesra” dengan Anak

26 November 2022 07:10
Jendela Keluarga

Akhlak Muslimah, Lembutlah dalam Bicara

8 November 2022 21:45
Jendela Keluarga

Hakikat Wanita Shalihah

4 November 2022 10:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?