Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Oase Iman

Begini Cara Setan Menggoda Manusia (1)

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 20 Mei 2015 14:24 2:24 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 20 Mei 2015 14:07
Bagikan
Ilustrasi.
Bagikan

JABIR bin ‘Abdullah menyatakan bahwa Rasulullah Saw bersabda, “Singgasana iblis ada di atas laut. Dia mengirim pasukan tentaranya setiap hari untuk menggoda manusia. Tentaranya yang paling tinggi kedudukannya adalah tentara yang paling lihai menjerumuskan manusia” (HR Ahmad).

Masih dalam hadist riwayat Jabir disebutkan bahwa Rasulullah Saw bersabda, “Sesungguhnya iblis meletakkan singgasananya di atas air. Dia mengirim bala tentaranya kepada manusia. Tentara yang paling dekat dengannya adalah tentara yang paling dahsyat memfitnah manusia. Salah seorang tentaranya datang dan melapor, Aku tidak henti-hentinya menguntit si anu. Ketika aku meninggalkannya, ia mengeluarkan perkataan begini dan begitu.’ Iblis berkata, ‘Apa yang engkau lakukan tidak ada apa-apanya.’ Lalu, tentaranya yang lain datang dan melapor, ‘Aku telah menggoda si anu hingga bercerai dengan pasangannya.’ Tentara yang melapor terakhir ini diangkat kedudukannya dan iblis berkata, ‘Engkau hebat”‘ (HR Muslim). Tentara itulah yang terbaik menurut iblis dan berhak mendapat penghargaan.

Ibn Al-Qayyim menyebutkan enam cara yang dilakukan oleh setan dalam menggoda manusia supaya tersesat:

1. Setan membujuk manusia agar mengingkari Allah atau menyekutukan-Nya. Jika tidak berhasil, dia beralih pada cara yang kedua.

2. Setan membujuk manusia agar melakukan bid’ah yang sesat. Jika manusia berpegang teguh pada Sunnah, setan beralih pada cara yang ketiga.

Baca Juga

Masihkah Bisa Tersenyum Saat Al-Aqsha Terjajah?
Khutbah Jum’at: Saat Masjid Al-Aqsha Ternoda, Apa Masih Ada Nyala Iman di Dada?
Khutbah Jum’at: Ramadhan Berlalu, Amal Tetap Kontinu
Khutbah Idul Fitri 1447 H : Deklarasi Kemenangan Hati di Tengah Riuhnya Kesalehan Visual
Khutbah Jumat: Mengisi Rajab dengan Muhasabah, Amal dan Puasa

3. Setan menggoda manusia untuk melakukan dosa-dosa besar. Jika manusia terjaga dari dosa besar, setan beralih pada cara yang keempat.

4. Setan menggoda manusia untuk melakukan dosa-dosa kecil. Jika manusia terhindar dari dosa kecil, misalnya segera bertobat ketika menyadari dosa kecil yang dilakukannya, setan segera beralih pada cara yang kelima.

5. Setan menggoda manusia dengan perbuatan-perbuatan yang tiada berguna. Manusia dibujuk untuk menghabiskan waktunya dengan perbuatan yang sia-sia sehingga meninggalkan perbuatan yang berguna.

6. Setan menggoda manusia agar sibuk dengan perkara-perkara yang baik tetapi mengabaikan perkara-perkara yang lebih baik. Contohnya, seseorang disibukkan dengan ibadah-ibadah sunnah tetapi mengabaikan ibadah fardhunya.

Godaan yang keenam sangat halus tetapi bahayanya amat besar. Karena itu, ia harus dicermati. Hal ini bukan berarti bahwa kita sebaiknya meremehkan ibadah-ibadah sunnah dan menganggapnya sebagai sesuatu yang dapat menghambat kemajuan Islam. Tetapi, hendaklah seseorang melaksanakan agamanya secara total. Kefardhuan clan kesunnahan harus dilakukan secara proporsional. Amalan lahir dan batin harus seimbang. Tidak dapat dibenarkan seseorang memperhatikan ibadah sunnahnya melebihi perhatiannya terhadap ibadah fardhu.

Ibn Qayyim Al Jauziyyah mendahulukan urutan bid’ah daripada urutan dosa besar. Sebab, bid’ah sangat disenangi oleh iblis daripada dosa besar. Sufyan Al-Tsauri berkata, “Perbuatan bid’ah lebih disenangi oleh iblis daripada perbuatan maksiat. Seseorang yang bermaksiat dapat saja berhenti dari maksiatnya. Namun, jika telah terjebak pada perbuatan bid’ah, ia sulit meninggalkannya.”

Terkadang, sebagian orang meyakini perbuatan bid’ah sebagai bentuk taqarrub (pendekatan diri) kepada Allah Swt, karena itu mereka yang telah terjerumus ke dalam perbuatan bid’ah. Tidak mau kembali kepada Sunnah.* [Tulisan berikutnya]

Dipetik dari tulisan Sa’ad Yusuf Abu ‘Azis dari bukunya, “Azab-azab yang Disegerakan di Dunia”.

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Tukang Roti Mogok Massal, Tentara Bolivia Turun Tangan Membuat Adonan
Tulisan selanjutnya Begini Cara Setan Menggoda Manusia (2)

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

60 Ribu Anak Palestina Jadi Yatim Akibat Perang Genosida Zionis ‘Israel’

Berita
20 Oktober 2026 13:24
IPB Kembangkan Kampung Ramah Keluarga Lewat Kolaborasi Riset dengan Dua Universitas Jepang
Remaja Norwegia yang Dikontrak Geng Kriminal Terkait Iran untuk Melakukan Pembunuhan di Inggris Dibui 20 Tahun
Perusahaan Periklanan ‘Israel’ Tanam Spyware di Perangkat Jurnalis Al-Jazeera
Iran Sebut Puluhan Pesawat Maskapai Nasional Hancur dalam Serangan AS-Israel

Terbaru

  • Jelang Pemilu ‘Israel’, Trump Dukung Netanyahu Terpilih Kembali
  • Iran Sebut Puluhan Pesawat Maskapai Nasional Hancur dalam Serangan AS-Israel
  • Jutaan Dolar Dana Nasabah Syariah HSBC Diduga Mengalir ke Perusahaan Senjata terkait ‘Israel’
  • 60 Ribu Anak Palestina Jadi Yatim Akibat Perang Genosida Zionis ‘Israel’
  • Makin Banyak Pemukim ‘Israel’ yang Hindari Wajib Militer, Jumlahnya Tembus 110.000
  • 19 Orang Tewas Akibat Berdesakan saat Festival Hindu Durga Puja India
  • Halal Ditunda, Kepastian Dipertaruhkan?
  • Mesir Tegaskan Siap Bela Arab Saudi di Tengah Meningkatnya Serangan Houthi
  • Arab Saudi Tembak Jatuh 4 Drone di Riyadh dan Dua Wilayah Lain
  • Air Hujan di Singapura Berwarna Abu-abu karena Asap Karhutla

Mungkin Anda Juga Suka

Oase Iman

Khotbah Jumat: Islam Menentang Aksi Premanisme

8 Mei 2025 13:08
Oase Iman

Khutbah Jumat: Hormat kepada Ulama, Santun kepada Sesama

24 April 2025 18:21
Oase Iman

Khutbah Jumat: Waspadai Faktor Penggagal Fatwa Jihad PalestinaL: Diri Kita Sendiri!

11 April 2025 07:28
Oase Iman

Khutbah: Idul Fitri dan Momentum Merajut Persaudaraan Sesama Umat Islam

30 Maret 2025 22:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?