Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Oase Iman

Beruzlah Ketika Kerusakan Merajalela

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 14 September 2015 17:22 5:22 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 14 September 2015 17:22
Bagikan
Bagikan

DIRIWAYATKAN dari Sa’ad bin Abi Waqqash Radhiyallahu Anhu bahwa ia berkata, “Aku mendengar Rasulullah Shalallaahu ‘Alaihi Wasallam bersabda, “Sesungguhnya Allah mencintai hamba-Nya yang bertakwa, kaya dan tidak terlihat.”

Diriwayatkan dari Abu Said Al-Khudri Radhiyallahu Anhu bahwa ada seseorang laki-laki bertanya kepada Nabi, “Ya Rasulullah, siapakah manusia yang paling utama?” “Seorang muslim yang berjihad dijalan Allah dengan diri dan hartanya,” jawab Rasul.

Laki-laki itu bertanya lagi, “Kemudian siapa lagi ya Rasul?” “Laki-laki yang beruzlah dari masyarakatnya untuk beribadah kepada Tuhannya,” jawab Rasul. (HR Muslim).

Dikisahkan oleh Abu Said Al-Khudri Radhiyallahu Anhu bahwa Rasulullah Shalallaahu ‘Alaihi Wasallam bersabda, “Bisa jadi sebaik-baik harta yang dimiliki seorang muslim adalah harta ghanimah yang dibawa ke puncak gunung-gunung dan ke lembah-lembah sahara karena lari menyelamatkan agamanya dari fitnah.” (HR Muslim).

Diriwayatkan dari Abu Hurairah Radhiyallahu Anhu bahwa Rasulullah Shalallaahu ‘Alaihi Wasallam telah bersabda, “Di antara sebaik-baik kehidupan manusia adalah seseorang yang memegang erat tali kendali kudanya dan melakukan penyerangan di atas kudanya. Setiap kali ia mendengar suara datangnya musuh atau bangkitnya musuh untuk menyerang, maka ia segera menghampirinya dengan gerakan yang cepat dan tangkas dengan harapan membunuh musuh atau mendapatkan mati syahid, atau seseorang yang mendapatkan harta ghanimah dan membawanya ke puncak gunung ini atau ke dalam jurang ini dengan mendirikan shalat, mengeluarkan zakat dan menyembah Tuhannya sampai datang padanya keyakinan, demikianlah manusia yang selalu berada dalam kebaikan.” (HR Bukhari).

Baca Juga

Masihkah Bisa Tersenyum Saat Al-Aqsha Terjajah?
Khutbah Jum’at: Saat Masjid Al-Aqsha Ternoda, Apa Masih Ada Nyala Iman di Dada?
Khutbah Jum’at: Ramadhan Berlalu, Amal Tetap Kontinu
Khutbah Idul Fitri 1447 H : Deklarasi Kemenangan Hati di Tengah Riuhnya Kesalehan Visual
Khutbah Jumat: Mengisi Rajab dengan Muhasabah, Amal dan Puasa

Diriwayatkan dari Abdullah bin Amr bin Al-Ash bahwa ia berkata, “Ketika kami bersama Nabi Shalallaahu ‘Alaihi Wasallam, tiba-tiba Nabi menyebut sebuah bencana atau disebutkanlah suatu bencana. Maka Rasulullah Shalallaahu ‘Alaihi Wasallam berkata, `Jika kamu melihat manusia telah merusak janji janji mereka dan sudah sedikit amanat mereka, serta mereka seperti ini,” (Nabi menyatukan jari-jari kedua tangannya) kemudian aku menghadap kepadanya seraya berkata, “Apa yang harus aku lakukan jika keadaannya sudah seperti itu?” Rasulullah Shalallaahu ‘Alaihi Wasallam menjawab, “Menetaplah di rumahmu, tahanlah lisanmu, ambillah yang makruf, tinggalkanlah yang mungkar, perhatikanlah urusan pribadimu dan tinggalkanlah urusan umum.” (HR Muslim)

Al-Khathabi meriwayatkan bahwa Abu Ad-Darda’ Radhiyallahu Anhu berkata, “Memang, tempat beribadah seseorang (ketika kemungkaran merajalela) adalah rumahnya. Di situ, ia menjaga pendengaran, penglihatan, agama dan kehormatannya. Menjauhlah kalian dari duduk-duduk di pasar (mall, cafe, dan sejenisnya) karena pasar-pasar adalah tempat yang melalaikan.”

Imam Al-Khathabi berkata, “Ketika Imam Thawus berada di rumahnya, maka kami berbicara kepadanya tentang hal itu, lalu ia berkata, “Kemungkaran yaitu kerusakan manusia dan kezhaliman para penguasa.”

Lebih lanjut Al-Khathabi Rahimahullah mengatakan, “Manusia merasa tidak suka menyendiri hanyalah karena jati dirinya yang kosong atau kemuliaan yang tidak terpancar dari dalam dirinya. Oleh sebab itulah, ia suka bertemu dengan manusia dan mengusir kesepian dirinya dengan berkumpul bersama mereka. Apabila jati dirinya adalah jati diri yang mulia, maka ia akan lebih suka menyendiri agar kesendirian itu dapat membantunya dalam kontemplasi dan perenungan untuk menghasilkan hikmah.”

Sebagian ulama berkata, “Merasa senang berkumpul dengan manusia adalah tanda kebangkrutan dirinya (tidak ada kebaikan di dalam jiwanya).” (HR An-Nasa’i, Abu Dawud, dan Ahmad).*/Syaikh Khalid Sayyid Rusyah, dari bukunya Nikmatnya Beribadah.

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:uzlah
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya 12 Turis Meksiko Tewas Diserang Tentara Mesir karena Dianggap ISIS
Tulisan selanjutnya Nabi Muhammad, Orang Tercerdas di Dunia dan Akhirat Itu Berjenggot

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Sembunyikan Pisau di Kaos Kaki Pria Indonesia Terancam Hukuman Cambuk di Singapura

Berita
30 Agustus 2026 10:37
Studi: Kokain Lampaui Minyak, Jadi Sektor Ekspor Terbesar Kolombia
Aktivis Pro-Demokrawi Hong Kong Joshua Wong Mengaku Berkolusi dengan Pihak Asing
Nyamuk Datang Naik Pesawat Dua Pekerja Bandara Jerman Meninggal Karena Malaria
Presiden Iran: Jangan Biarkan Wilayah Negara Muslim Dipakai Menyerang Sesama

Terbaru

  • AS Hantam 100 Target di Iran, Dua Tanker Minyak Ikut Diserang
  • Jelang Wajib Halal Oktober 2026, LPPOM Dorong Konsumen Ikut Mengawal Kehalalan Produk
  • Tinggal Sebulan Lebih, MUI Tegaskan Tak Ada Lagi Alasan Tunda Wajib Halal
  • Wajib Halal Oktober 2026 Menghitung Hari, BPJPH Ungkap Kesiapan Ekosistem Sertifikasi
  • Menembus Gelap, Mengantar Cahaya Al-Qur’an ke Pelosok Pandeglang
  • Aktivis Pro-Demokrawi Hong Kong Joshua Wong Mengaku Berkolusi dengan Pihak Asing
  • Studi: Kokain Lampaui Minyak, Jadi Sektor Ekspor Terbesar Kolombia
  • Trump Mengklaim ‘Israel’ Tak Akan Bertahan Tanpa Dirinya
  • Erdogan: Militer Turki Sedang Berada pada Periode Terkuat dalam Sejarahnya
  • Komandan ‘Israel’ Tak Menyesal Perintahkan Serangan yang Tewaskan 7 Relawan WCK

Mungkin Anda Juga Suka

Oase Iman

Khotbah Jumat: Islam Menentang Aksi Premanisme

8 Mei 2025 13:08
Oase Iman

Khutbah Jumat: Hormat kepada Ulama, Santun kepada Sesama

24 April 2025 18:21
Oase Iman

Khutbah Jumat: Waspadai Faktor Penggagal Fatwa Jihad PalestinaL: Diri Kita Sendiri!

11 April 2025 07:28
Oase Iman

Khutbah: Idul Fitri dan Momentum Merajut Persaudaraan Sesama Umat Islam

30 Maret 2025 22:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?