Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Oase Iman

Manusia yang Bodoh dan Tuhan yang Maha Pengampun

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 12 Januari 2021 07:39 7:39 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 12 Januari 2021 07:39
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com | MULANYA, amanat itu ditawarkan kepada langit. Namun, langit menolaknya. Lalu amanat itu ditawarkan kepada bumi. Tapi, bumi juga menolaknya. Kemudian giliran gunung-gunung yang ditawarkan. Lagi-lagi mereka enggan menerima amanah itu.

Mengapa mereka semua menolak? Allah Ta’ala menjelaskan dalam al-Qur’an Surat al-Ahzab [33] ayat 72 bahwa mereka semua khawatir tidak akan sanggup melaksanakan amanat itu dengan baik. Kekhawatiran inilah yang membuat mereka merasa berat memikulnya.

Dalam kisah yang lebih rinci dikemukakan oleh Muqatil ibnu Hayan sebagaimana terdapat dalam tafsir Ibnu Katsir bahwa Allah Ta’ala bertanya kepada langit, “Maukah engkau memikul amanat ini (wahai langit)? Aku berjanji akan memberikan karunia dan kemuliaan serta pahala (untukmu) di surga (jika engkau bisa memikulnya).”

Langit menjawab, “Ya Tuhanku. Sesungguhnya kami tidak kuat memikul perintah ini dan tidak mampu mengerjakannya. Tetapi, kami akan selalu taat kepada-Mu.”

Hal yang sama juga diungkapkan oleh bumi. “Kami tidak memiliki kesabaran memikul tugas ini dan kami tidak kuat (wahai Tuhanku). Tetapi kami (akan) selalu tunduk dan patuh kepada-Mu dan tidak akan mendurhakai-Mu dalam sesuatu pun yang Engkau perintahkan kepada kami,” kata bumi.

Baca Juga

Masihkah Bisa Tersenyum Saat Al-Aqsha Terjajah?
Khutbah Jum’at: Saat Masjid Al-Aqsha Ternoda, Apa Masih Ada Nyala Iman di Dada?
Khutbah Jum’at: Ramadhan Berlalu, Amal Tetap Kontinu
Khutbah Idul Fitri 1447 H : Deklarasi Kemenangan Hati di Tengah Riuhnya Kesalehan Visual
Khutbah Jumat: Mengisi Rajab dengan Muhasabah, Amal dan Puasa

Terakhir, sebagaimana dikisahkan dalam ayat al-Qur’an tadi, amanat itu ditawarkan kepada manusia. Ndilalah manusia mau menerimanya.

Dalam tafsir Ibnu Katsir diceritakan bahwa Allah Ta’ala berkata kepada Adam Alaihissalam (AS), “Maukah engkau memikul amanat ini dan memeliharanya dengan sebaik-baiknya (wahai Adam)?”

Adam AS kemudian balik bertanya kepada Allah Ta’ala, “Imbalan apakah yang akan aku terima di sisi Mu ya Tuhanku?”

Allah Ta’ala menjawab, “Hai Adam. Jika kamu berbuat baik, taat, dan memelihara amanat ini, maka bagimu di sisi-Ku kemuliaan, keutamaan, dan pahala yang baik di surga. Namun jika engkau durhaka, tidak memeliharanya dengan pemeliharaan yang sebenar-benarnya, dan kamu berlaku buruk terhadapnya, maka sesungguhnya Aku akan mengazab dan menyiksamu serta memasukkanmu ke dalam neraka.”

Adam AS kemudian menjawab, “Aku rela ya Tuhanku.”

Lalu Allah Ta’ala pun berkata, sebagaimana diriwayatkan oleh Ibnu Abu Hatim, “Aku telah memikulkannya kepadamu.” Ini sesuai dengan petikan dari surat al-Ahzab [33] ayat 72, “… dan dipikullah amanat itu oleh manusia.”

Yang menarik, setelah menceritakan bahwa manusia mau menerima amanat ini, Allah Ta’ala menutup ayat ini dengan mengatakan, “Sungguh manusia itu sangat zalim dan sangat bodoh.”

Mengapa manusia itu zalim dan bodoh?

Bila kita melihat kesudahan dari perjalanan hidup anak keturunan Adam AS, wajarlah bila Allah Ta’ala menegaskan demikian. Sebagian besar dari manusia pada akhirnya tersesat. Hanya sedikit saja yang selamat. Manusia lebih memilih jalan bengkok. Padahal Allah Ta’ala telah memberi petunjuk kepada manusia lewat lisan para Nabi dan Rasul.

Mengapa mereka tersesat? Tak lain karena mereka berlaku zalim. Tak tanggung-tanggung, mereka zalim kepada Allah Ta’ala, Tuhan yang menciptakan manusia. Mereka tak mau menempatkan Allah Ta’ala sebagai satu-satunya Dzat yang harus diibadahi. Mereka mendua, bahkan tak mengakui Allah Ta’ala sebagai Tuhan. Na’udzubillah.

Sungguh bodoh manusia. Padahal ayat pertama yang diturunkan Allah Ta’ala kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi Wasallam (SAW) adalah perintah membaca agar manusia tidak bodoh dan tidak berlaku zalim. Namun, kebanyakan manusia enggan.

Masih beruntung Allah Ta’ala membukakan pintu ampunan kepada manusia yang masih mengimani Allah Ta’ala dan segala ketentuan-Nya. Ini dinyatakan oleh Allah Ta’ala dalam lanjutan surat al-Ahzab [33], yakni ayat ke 73, yang juga merupakan ayat terakhir surat ini, “… dan Allah akan menerima tobat orang-orang mukmin laki-laki dan perempuan. Dan Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang.”

Semoga Allah Ta’ala mengampuni dosa-dosa kita dan tidak memasukkan kita kepada golongan orang-orang yang zalim dan bodoh. Aamiin. *

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Allahmanusia
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya fatwa mui Komisi Fatwa MUI: Vaksin Sinovac Suci dan Halal, Boleh Digunakan Muslim Sepanjang Terjamin Keamanannya Menurut Ahli
Tulisan selanjutnya Bad Ischl, Kota Spa yang Nyaman dan Aman

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Hakim Memutuskan Nama Donald Trump Dihapus dari Gedung Kesenian Kennedy Center

Berita
30 Mei 2026 13:05
Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
Influencer Singapura Didenda S$3.500 karena Mengiklankan Vape di Telegram
Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz

Terbaru

  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Mungkin Anda Juga Suka

Oase Iman

Khotbah Jumat: Islam Menentang Aksi Premanisme

8 Mei 2025 13:08
Oase Iman

Khutbah Jumat: Hormat kepada Ulama, Santun kepada Sesama

24 April 2025 18:21
Oase Iman

Khutbah Jumat: Waspadai Faktor Penggagal Fatwa Jihad PalestinaL: Diri Kita Sendiri!

11 April 2025 07:28
Oase Iman

Khutbah: Idul Fitri dan Momentum Merajut Persaudaraan Sesama Umat Islam

30 Maret 2025 22:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?