Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Oase Iman

Rahasia Agar Bisa Berpegang Teguh Pada Tali Agama Allah

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 12 Juli 2018 14:32 2:32 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 12 Juli 2018 14:32
Bagikan
Multaqa Internasional Ulama dan Dai Asia Tenggara Kedua, di Sentul, Bogor, Ahad (24/07/2016)
Bagikan

DALAM kuliah Subuh (03/07/2018), Syekh Muhammad Ali Asy-Syinqithi (Ulama Besar Ahli Tadabbur berkebangsaan Saudi) menekankan pentingnya berpegang teguh kepada tali agama Allah. Sedangkan surat yang mengandung banyak rahasia tentang hal itu adalah Surah Al-Fatihah. Pada kesempatan fajar penuh berkah, di hotel Grand Cempaka Jakarta Pusat, beliau menyampaikan rahasia-rahasia itu.

Sebelum menjelaskan rahasia-rahasia i’tisham di dalamnya, beliau katakan bahwa surah Al-Fatihah mengandung seluruh komponen Al-Qur`an. Meski surah ini pendek (terdiri dari 7 ayat), namun mencakup isi inti Al-Qur`an. Di dalamnya ada akidah, hukum, kenabian, akhlak, janji dan ancaman, kisah dan janji. Maka tidak mengherankan jika surah ini begitu agung sebagaimana yang terdapat dalam hadits nabi. Suatu hari sahabat yang bernama Abu Sa’id bin Mu’alla diberitahu surah paling agung di dalam Al-Qur`an yaitu Al-Fatihah (HR. Bukhari, Abu Dawud dan Nasa’i)

Bahkan –masih terkait keagungan surah ini-, dalam riwayat Muslim disebutkan bahwa Allah berfirman, “Aku membagi shalat antara Aku dengan hamba-Ku, dan hambaku mendapatkan sesuatu yang dia minta.” Ini menunjukkan betapa agungnya surah pembuka ini.

Sebelum membaca surah ini, ada anjuran untuk meminta perlindungan kepada Allah dengan membaca ‘taawwudz’ (a’uudzubillahi minasy-syaithaanir rajiim). Ini sangat beralasan karena, untuk membaca kitab yang agung ini, perlu dengan jiwa, akal dan pikiran yang bersih agar tidak menyimpang dalam memahaminya akibat pengaruh setan. Dan itu hanya bisa dicapai ketika meminta perlindungan langsung dari Allah Subhanahu wata’ala.

Selanjutnya, di antara yang beliau sampaikan bahwa “bismillahir rahmaanir rahiim” mengandung pengertian mendalam. Syekh menyebutkan bahwa yang dimaksud dengan “Ar-Rahmaan” adalah nikmat Allah yang luas kepada seluruh makhluknya, tidak peduli apakah itu untuk orang kafir maupun mukmin. Namun, untuk orang kafir terbatas hanya untuk di dunia. Adapaun kata “Ar-Rahiim” adalah nikmat Allah yang terus bersambung hingga di akhirat, dan itu hanya diberikan kepada orang-orang beriman.

Baca Juga

Masihkah Bisa Tersenyum Saat Al-Aqsha Terjajah?
Khutbah Jum’at: Saat Masjid Al-Aqsha Ternoda, Apa Masih Ada Nyala Iman di Dada?
Khutbah Jum’at: Ramadhan Berlalu, Amal Tetap Kontinu
Khutbah Idul Fitri 1447 H : Deklarasi Kemenangan Hati di Tengah Riuhnya Kesalehan Visual
Khutbah Jumat: Mengisi Rajab dengan Muhasabah, Amal dan Puasa

Baca: Tali Terakhir Bernama Shalat

Dengan bismillah, orang beriman mengawali segenap aktivitasnya dengan pertolongan Allah Subhanahu wata’ala. Sedangkan pertolongan Allah Subhanahu wata’ala sebaik-baik faktor untuk mewujudkan ‘i’tishaam’ (berpegang teguh kepada tali agama Allah).

Ayat-ayat selanjutnya adalah menunjukkan sifat-sifat Allah. Selain itu, beliau sempat menjelaskan perbedaan antara “maalik” dengan mim yang panjang (dalam Surah Al-Fatihah)  dan “malik” dengan mim yang pendek (dalam Surah An-Naas) bahwa maalik adalah raja diraja yang bukan saja menguasai dunia tapi juga akhirat. Sedangkan malik, adalah terkait kerajaan (kekuaasaan) di dunia.

Keterangan lain yang bisa menjelaskan terkait berpegang teguh pada tali Allah adalah ayat: “Iyyaaka na’budu waiyyaaka nasta’iin” (hanya kepada-Mu kami menyembah, dan hanya kepada-Mu kami memohon pertolongan). Rahasia mengapa kata “iyyaaka” di dahulukan pada kata “na’bud” adalah karena jika “na’bud” yang didahulukan maka ada kemungkinan menyembah selain Allah, sedangkan dengan mendahulukan “iyyaka” maka tidak ada ruang kemungkinan lagi selain bahwa yang disembah hanyalah Allah Subhanahu wata’ala.

Baca: Sebuah Kebersamaan Menuju Surga Allah 

Didahulukannya ibadah atas memohon pertolongan ini juga sangat menarik. Seolah-olah ingin memberi pelajaran bahwa, sebelum meminta hak kepada Allah berupa pertolongan, seharusnya hamba beribadah kepada-Nya dengan penuh ketulusan. Terkait dengan berpegang teguh dan persatuan, pada ayat ini digunakan dhamir (kata ganti) ‘nahnu’ (kami) yang menunjukkan bahwa aktivitas ibadah dan memohon pertolongan dilakukan secara berjamaah bukan sendiri-sendiri.

Selain itu, pada ayat selanjutnya, ada permintaan untuk meminta bimbingan dan petunjuk secara kolektif agar ditunjuki pada jalan yang mustaqim dan ditunjukkan secara jelas maknanya. Jalan yang sering diartikan lurus ini adalah jalannya orang yang diberi nikmat oleh Allah, yang dalam surah An-Nisa [4], ayat 69 adalah jalannya para nabi, para shiddiqqin, syuhada dan orang-orang saleh. Jalan-jalan orang ini memang patut dijadikan teladan dalam berpegang teguh pada tali agama Allah dan persatuan.

Bukan jalannya orang-orang yang dimurkai (seperti Yahudi) yang mengerti ilmu tapi tidak mengamalkannya atau jalan orang-orang yang sesat (seperti Nashrani) yang mengamalkan sesuatu tanpa landasan ilmu. Di sini dengan sangat jelas ditunjukkan oleh Allah siapa yang patut diteladani dan ditinggalkan    dalam menempuh jalan yang lurus.

Dengan kandungan Al-Fatihah yang mengandung unsur komplit isi Al-Qur`an, maka –sekali lagi- tidak berlebihan jika surah ini –bagi orang yang mau memahami dan metadabburinya- mendangung komponen-komponen yang bisa membuat orang-orang mukmin berpegang teguh pada tali agama Allah dan mempererat persatuan dan kesatuan.*/Mahmud Budi Setiawan

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:berpegang tali allahbersatuislampersatuantali AllahUkhuwah
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Bantu Warga Tak Mampu, Wali Kota ini Usul Potong Gaji ASN
Tulisan selanjutnya Kisah Non-Muslim “Fans” UAS, Selalu Tonton Ceramah Sang Ustadz

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Kerbau Donald Trump Batal Disembelih karena Alasan Keamanan

Berita
31 Mei 2026 01:20
Influencer Singapura Didenda S$3.500 karena Mengiklankan Vape di Telegram
Masjid Al Aqsha BSD Sembelih 198 Hewan Qurban, Distribusi hingga Aceh dan NTT
Putin Tawarkan Pembebasan Utang Bagi yang Mau Gabung Tentara
Warga Yunani Didakwa Membantu Iran untuk Menarget Jurnalis di Inggris

Terbaru

  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
  • Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
  • ‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
  • Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah
  • Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi

Mungkin Anda Juga Suka

Oase Iman

Khotbah Jumat: Islam Menentang Aksi Premanisme

8 Mei 2025 13:08
Oase Iman

Khutbah Jumat: Hormat kepada Ulama, Santun kepada Sesama

24 April 2025 18:21
Oase Iman

Khutbah Jumat: Waspadai Faktor Penggagal Fatwa Jihad PalestinaL: Diri Kita Sendiri!

11 April 2025 07:28
Oase Iman

Khutbah: Idul Fitri dan Momentum Merajut Persaudaraan Sesama Umat Islam

30 Maret 2025 22:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?