Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Oase Iman

Muslim Tak Pernah Pesimis Mengajak Orang pada Kebaikan

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 28 November 2018 09:55 9:55 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 28 November 2018 09:55
Bagikan
Berbuat baik: Pasangan suami istri sibuk mengambil sampah-sampah bekas yang dilewati peserta Aksi Damai Bela Al-Quran Jumat 04 November 2016
Bagikan

Rahmat Allah Subhanahu wata’ala selalu lebih luas dari murkanya (HR. Bukhari, Muslim). Karenanya, setiap muslim tidak seharusnya pesimis terhadap kebaikan seseorang, betapa pun kerasnya dia. Al-kisah, Amir bin Abi Rabi’ah Radhiyallahu ‘anhu bersama Istrinya, Laila binti Abi Hatsmah hendak hijrah ke negeri Habasyah. Secara tak sengaja, Laila berpapasan dengan Umar bin Khattab.

Gayung bersambut pun berlangsung antara keduanya. Sampai Umar mengucapkan, “Semoga Allah menyertai kalian.” Hati kecilnya, sebagai seorang wanita meresakan kelembutan hati dari orang yang selama ini sangat keras dalam memusuhi Islam. Diceritakanlah kelembutan hati itu kepada suaminya, Amir bin Abi Rabi’ah. Ibu dari Abdullah ini optimis akan keislaman Umar di masa mendatang.

Dengan nada pesimis, sang suami segera menepis anggapsn istrinya, “Orang semacam itu tidak akan pernah masuk Islam, hingga keledai Khattab masuk Islam.”  (Shahih al-Sirah al-Nabawiyyah, Muhammad bin Rizqi bin Tharuni al-Sulami. Jilid II. Hal. 141, 142). Mungkin dengan bahasa sekarang: orang sebejat dan sebiadab itu permusuhannya pada Islam, bagaimana mungkin akan masuk Islam.

Baca: Antusias pada Kebaikan 

Namun, takdir Allah berkata lain. Rupanya kepekaan sang istri jauh lebih akurat dari pada sang suami. Pada tahun keenam kenabian, akhirnya putra Khattab tersebut masuk Islam. Peristiwa ini memberikan pelajaran berharga. Setiap orang, betapa pun keras dan nakalnya seseorang, masih ada peluang untuk mendapat baik dan mendapat hidayah. Di sisi lain, orang yang terlihat keras dari sikap dan perilakunya, bisa jadi memiliki kelembutan-kelembutan yang sering kali tidak diketahui oleh kebanyakan orang.

Umar bin Khattab Radhiyallahu ‘anhu yang dikenal keras, tegas, ditakuti istri nabi, bahkan setan, ternyata pada perjalanan hidupnya juga menampakkan kelembutan. Konon, kelembutan pula yang mengantarkannya memeluk Islam melalui tangan adiknya. Bahkan, sewaktu menjadi Khalifah, kasih sayang dan kelembutan hatinya begitu teruji.

Baca Juga

Masihkah Bisa Tersenyum Saat Al-Aqsha Terjajah?
Khutbah Jum’at: Saat Masjid Al-Aqsha Ternoda, Apa Masih Ada Nyala Iman di Dada?
Khutbah Jum’at: Ramadhan Berlalu, Amal Tetap Kontinu
Khutbah Idul Fitri 1447 H : Deklarasi Kemenangan Hati di Tengah Riuhnya Kesalehan Visual
Khutbah Jumat: Mengisi Rajab dengan Muhasabah, Amal dan Puasa

Dikisahkan, Bapak Hafshah ini rela jalan malam hari untuk memeriksa kondisi rakyatnya yang kesusahan. Tak tanggung-tanggung, terkadang beliau sendiri mengangkat makanan dari Baitul Mal menuju keluarga yang kelaparan. Sebagai, seorang suami, ia juga berlaku lemah lembut di hadapan istrinya. Bahkan diam ketika dimarahi istrinya (Menikah Untuk Bahagia, Gus Arifin, 128)

Selain kisah ini, bisa juga diangkat kisah Bung Tomo. Orang kalau melihatnya dari isi pidatonya yang berapi-api, pasti akan menimbulkan kesan bahwa beliau keras orangnya. Padahal, menurut penuturan K’tut Tantri, wanita Amerika yang bergabung dengan para pejuang RI, beliau dinilai baik hati dan penuh humor. (Majalah Tempo, 9-15 November 2015, Edisi Khusus Hairan Pahlawan, hal.12). Bahkan menurut pengakuan istrinya, Sulistina, beliau adalah sosok yang romantis dan puitis. (Bung Tomo suamiku: biar rakyat yang menilai kepahlawananmu, Sulistina, 131).

Baca: Inilah 5 Keutamaan Manisnya Ukhuwah Islamiyah

Di dunia internasional, tokoh semacam Saddam Husein dan Adolf Hitler yang dikenal sebagai tokoh yang garang dan keras, rupanya memiliki sisi lembut. Adolf Hitler  dia punya hobi menggambar kartun Disney. Sementara itu, Saddam Husein, kegemarannya ialah  menulis novel romantis. (88 Cara Inspiratif Berburu Ide Untuk Blog, Jubilee Enterprise, hal. 156). Maka sekali lagi, jangan berhenti menilai seseorang dari watak, sikap keras atau hal lain yang sifatnya permukaan.

Oleh karena itu, kita harus lebih hati-hati dalam menilai seseorang. Perlu disiapkan pandangan berlipat,  pengelihatan rangkap, sebelum menilai seseorang. Tidak berhenti pada yang wadak, serta tetap optimis bahwa setiap orang yang terlihat keras secara permukaan, bisa jadi memiliki kelembuatan,  kebaikan yang jarang diketahui orang.

Di samping itu, yang lebih penting, setiap orang juga memiliki peluang untuk menjadi lebih baik. Itu telah terbukti dalam kehidupan sahabat sekaliber Umar bin Khattab Radhiyallahu ‘anhu.*/Mahmud Budi Setiawan

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:dakwahkebaikanMuslimPesimis
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Qatar Bekerjasama dengan Malaysia Membantu Pengungsi Rohingya
Tulisan selanjutnya Pasar Bersejarah Buatan Khilafah Utsmani di Kirkuk Terbakar

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

INDEF: Bank Emas Berpotensi Besar Dorong Keuangan Syariah, Indonesia Masih Belum Tergarap

Berita
14 Juli 2026 19:51
Iran Lancarkan Serangan Balasan ke Pangkalan Militer AS di Timur Tengah, Ketegangan Regional Memanas
China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
MUI: Fatwa Hukuman Mati bagi Koruptor Sudah Ada Sejak 2005, Tinggal Menjadi Hukum Positif

Terbaru

  • Fasilitas Kesehatan Belum Pulih, Cacar Air Mewabah di Gaza
  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah

Mungkin Anda Juga Suka

Oase Iman

Khotbah Jumat: Islam Menentang Aksi Premanisme

8 Mei 2025 13:08
Oase Iman

Khutbah Jumat: Hormat kepada Ulama, Santun kepada Sesama

24 April 2025 18:21
Oase Iman

Khutbah Jumat: Waspadai Faktor Penggagal Fatwa Jihad PalestinaL: Diri Kita Sendiri!

11 April 2025 07:28
Oase Iman

Khutbah: Idul Fitri dan Momentum Merajut Persaudaraan Sesama Umat Islam

30 Maret 2025 22:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?