Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Oase Iman

Waspadai Virus Jahiliyah di Sekitar Kita

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 27 Maret 2022 16:44 4:44 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 27 Maret 2022 17:34
Bagikan
ilustrasi: Virus Jahiliyah Modern
Bagikan

Hidayatullah.com | SETIAP ZAMAN selalu ada virus jahiliyah, karenanya kaum Muslim wajib mewaspadainya. Islam adalah nikmat terbesar yang dianugerahkan Allah atas manusia.

Bahkan ia lebih besar daripada hikmat hidup dan kehidupan. Untuk membuktikan bahwa manusia benar-benar bersyukur kepada Allah, maka ia wajib mengamalkan ajaran Islam secara benar dan universal.

Akan tetapi, dalam rangka mengamalkan ajaran tersebut ada virus yang menyebabkan manusia atau masyarakat tidak berdaya mengaktualisasikan ajaran Islam yang benar dan universal dalam realita kehidupan, sehingga seolah-olah ada asumsi bahwa Islam tidak mampu menjawab tantangan-tantangan zaman. Inilah yang disebut virus jahiliyah .

Makna jahiliyah

Jahiliyah  berasal dari kata jahl yang berarti bodoh atau tidak tahu, lawan kata dari ilmu.  Kebodohan atau ketidaktahuan ini ada tiga macam.

Baca Juga

Masihkah Bisa Tersenyum Saat Al-Aqsha Terjajah?
Khutbah Jum’at: Saat Masjid Al-Aqsha Ternoda, Apa Masih Ada Nyala Iman di Dada?
Khutbah Jum’at: Ramadhan Berlalu, Amal Tetap Kontinu
Khutbah Idul Fitri 1447 H : Deklarasi Kemenangan Hati di Tengah Riuhnya Kesalehan Visual
Khutbah Jumat: Mengisi Rajab dengan Muhasabah, Amal dan Puasa

Pertama, jahillyah yang berarti kehampaan jiwa dari imu pengetahuan. Ini adalah pangkal dari segala kebodohan. Kedua, jahiliyah  yang berarti keyakinan yang salah terhadap sesuatu (tidak sesuai dengan kondisi yang sebenarnya).

Ketiga, jahiliyah berarti berbuat sesuatu dengan menyalahi apa yang sebenamya dikerjakan. Dalam hal ini, sama.

Apakah seseorang itu mengerjakan hal tersebut berangkat dari keyakinan yang benar atau keyakinan yang salah, seperti orang yang meninggalkan shalat dengan sengaja. (Lihat Al-Mufradat Fi Gharibi al-Qur’an halm. 102)

Dari keterangan di atas bisa dipahami bahwa jahiliyah  adalah satu kondisi kejiwaan di mana seseorang atau masyarakat mempunyal kecenderungan untuk menolak kebenaran (Islam). Dengan kata lain, jahiliyah  tidak ditentukan dengan tingkat kecerdasan, status kepemimpinan ketokohan, atau sebaliknya.

Akan tetapi, seseseorang bisa jadi terjangkit virus jahiliyah, sementara dia seorang pemimpin, atau seorang tokoh bahkan seorang cendikiawan sekalipun jika ia menolak ajaran Islam. Di sinilah bisa kita mengerti mengapa Abu Jahal disebut Abu Jahal (bapak jahiliyah  (kebodohan) padahal dia seorang pemimpin.  Karena ia menolak Islam, maka la dijuluki demikian.

Ruang lingkup jahiliyah

Islam merupakan ajaran yang universal mencakup segala aspek kehidupan. Walaupun demikian, virus jahiliyah siap menggerogot kehidupan individu dan masyarakat jika mereka tida senantiasa waspada.

Di antara ruang lingkup dan ruang gerak virus jahiliyah untuk memperluas sasaran dan jaringannya adalah:

Akidah. Akidah yang merupakan pondasi kekuatan seorang muslim bisa terkena virus jahiliyah  jika a tidak rajin dirawat dan dipelihara. Al-Quran memberikan pelajaran kepada umatnya tentang kisan bangsa Yahudi (Israel) yang telah diselamatkan oleh kebiadaban Firaun dan tentaranya.

Begitu mereka melihat kaum penyembah berhala sedang berain depan berhala-berhalanya, maka mereka minta nabi Musa -dengan atas nama agama – untuk memberikan kepada mereka Tuhan baru yang bisa disembah:

وَجَاوَزْنَا بِبَنِي إِسْرَائِيلَ الْبَحْرَ فَأَتَوْا عَلَىٰ قَوْمٍ يَعْكُفُونَ عَلَىٰ أَصْنَامٍ لَهُمْ ۚ قَالُوا يَا مُوسَى اجْعَلْ لَنَا إِلَٰهًا كَمَا لَهُمْ آلِهَةٌ ۚ قَالَ إِنَّكُمْ قَوْمٌ تَجْهَلُونَ

“Dan Kami seberangkan Bani Israil ke seberang lautan itu, maka setelah mereka sampai kepada suatu kaum yang tetap menyembah berhala mereka, Bani lsrail berkata: “Hai Musa. buatlah untuk kami sebuah tuhan (berhala) sebagaimana mereka mempunyai beberapa tuhan (berhala)”. Musa menjawab: “Sesungguh-nya kamu ini adalah kaum yang tidak mengetahui (sifat-sifat Tuhan).” (QS: Al-A’raf [7]: 138).

Inhiraf atau penyimpangan –yang terjadi setip masa– dari ajaran tauhid kepada syirik hanya bias muncul karena disebabkan dari virus jahiliyah, waupun penderitanya mengaku intelek atau cendekiawan. Dan sesungguhnya ilmu yang dipergunakan untuk berpikir jernih akan mengantarkan manusia kepada tauhidullah.

Akhlak

Virus jahiliyah juga bisa menimpa moralitas bangsa yang pada gilirannya akan menyebabkan hancurnya bangsa itu sendiri. Kebesaran bangsa tidaklah ditentukan oleh kharismatik pemimpinnya atau keanehan-keanehan yang tidak dimengerti oleh rakyatnya.

Akan tetapi, kebesaran bangsa sangat ditentukan oleh al akhlakul karim dari pemimpinnya dan diteladani oleh pengikut setianya. Di sinilah seorang pemimpin mendapatkan legitimitas melihat moralitasnya secara transparan.”

وَإِنَّكَ لَعَلَىٰ خُلُقٍ عَظِيمٍ

فَسَتُبْصِرُ وَيُبْصِرُونَ

“Dan sesungguhnya kamu benar-benar berbudi pekerti yang agung. Maka kelak kamu akan melihat dan mereka (orang-orang kafir)pun akan melihat,” (QS: Al-Qalam [68] :4-5).

Kesadaarn akan pentingnya memelihara al-akhlakul karim (akhlak yang mulia) dicontohkan oleh manusia-manusia terbaik dan pemimpin-pemimpin yang bjak. Di  antaranya adalah sikap bijak dan tindakan terpuji yang dilakukan oleh Nabi Yusuf.

Beliau rela meninggalkan hidup di Istana negara dan lebih memilih penjara demi terpeliharanya moralitas seorang pemimpin. Beliau sadar bahwa menjaga kehomatan agama ndan akhlaknya lebih mahal daripada sekadar menjaga kelanggengan kedudukan duniawi yang pasti tidak abadi.

Oleh karena itu, beliau nemohon kepada Allah agar diselamatkan dari tipu wanita-wanita yang memang biasanya menambah semakin glamonya suasana istana.  Dan sedikit sekali manusia dalam kondisi tertentu –selain orang yang mendapat Rahmat Allah– yang selamat dari skandal wanita.

قَالَ رَبِّ السِّجۡنُ اَحَبُّ اِلَىَّ مِمَّا يَدۡعُوۡنَنِىۡۤ اِلَيۡهِ‌ۚ وَاِلَّا تَصۡرِفۡ عَنِّىۡ كَيۡدَهُنَّ اَصۡبُ اِلَيۡهِنَّ وَاَكُنۡ مِّنَ الۡجٰهِلِيۡنَ‏

“Yusuf berkata, “Wahai Tuhanku! Penjara lebih aku sukai daripada memenuhi ajakan mereka. Jika aku tidak Engkau hindarkan dari tipu daya mereka, niscaya aku akan cenderung untuk (memenuhi keinginan mereka) dan tentu aku termasuk orang yang bodoh.”  (QS: Yusuf [12]: 33).

Virus jahiliyah  ketika merasuk dalam diri manusia bisa menyebabkan pikiran dan jiwa menjadi gelap,  dan bangunan akhlak menjadi rapuh.

Sehingga ketika menghadapi suatu problematika, ia tidak mempunyai kendali yang benar dan kuat. Ketidak- stabilan akhlak seseorang bisa berakibat fatal terhadap kehidupan masyarakat sehingga se- seorang bisa menghalalkan darah saudaranya, hanya karena obsesi duniawi yang sangat rendah.

Ini pemah terjadi pada saudara-saudara nabi Yusuf dan akan terjadi pada masa-masa mendatang jika akhlak seseorang atau masyarakat sudah terkena virus jahiliyah.

اۨقۡتُلُوۡا يُوۡسُفَ اَوِ اطۡرَحُوۡهُ اَرۡضًا يَّخۡلُ لَـكُمۡ وَجۡهُ اَبِيۡكُمۡ وَ تَكُوۡنُوۡا مِنۡۢ بَعۡدِهٖ قَوۡمًا صٰلِحِيۡنَ

“Bunuhlah Yusuf atau buanglah dia ke suatu daerah supaya perhatian ayahmu tertumpah kepadamu saja, dan sesudah itu hendaklah kamu menjadi orang-orang yang baik.” (QS: Yusuf [12]:9).

Yusuf berkata, “Apakah kamu mengetahui (kejelekan) apa yang telah kamu lakukan terhadap Yusuf dan saudaranya ketika kamu tidakmengetahui (jahil) akibat perbuatanmu itu.” (QS: Yusuf [12]: 89).

Pengorbanan /Perjuangan

اِذْ جَعَلَ الَّذِيْنَ كَفَرُوْا فِيْ قُلُوْبِهِمُ الْحَمِيَّةَ حَمِيَّةَ الْجَاهِلِيَّةِ

“Ketika orang-orang kafir menanamkan dalam hati mereka kesombongan (yaitu )kesombongan jahiliyah…” (QS: Al-Fath [48] : 26).

Kesombongan jahiliyah  yang mendorong orang kafir untuk berjuang dan berkorban demi berhala-berhala dan pemimpin pemimpinnya seharusnya menjadi pelajaran bagi setiap muslim agar di dalam berjuang dan berkorban benar-benar hanya untuk Allah.

Sebab, setiap pengorbanan yang tidak dipersembahkan kepada Alah akan berakibat fatal dalam kehidupan dunia dan akhirat. Sesungguhnya hidup dan mati hanyalah untuk Allah, bukan untuk siapa-siapa.

{قُلْ إِنَّ صَلاتِي وَنُسُكِي وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِي لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ}

{وَأَنَا أَوَّلُ الْمُسْلِمِينَ}

“Katakanlah,  Sesungguhnya salatku, ibadahku, hidupku, dan matiku hanyalah untuk Allah. Tuhan semesta alam. Dan aku adalah orang yang pertama-tama menyerahkan diri (kepada Allah).” (QS: Al-An’am: 163).*/ Dr Ahzaml Sami’un Jazuli, Sabili, No 22 TH. VII, 2001

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:bodohjahiljahiliyahvirus jahiliyah
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Muslim Life Fair yang digelar sampai hari Ahad (27/03/2021) ini bertujuan membangkitkan perekonomian di Indonesia Muslim Life Fair 2022, Segarkan Kembali Pelaku Wirausaha Jemput Peluang Bisnis
Tulisan selanjutnya Megawati Buka Demo Masak Tanpa Minyak Goreng Senin, Netizen: ‘Pesen Nasgor Tanpa Nasi’

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

‘Israel’ Perketat Aturan Masjid, Pasang Pengeras Suara Harus Izin Zionis

Berita
2 Juni 2026 17:20
Malaysia Resmi Batasi Media Sosial Anak, Siapkan Denda Rp45 Miliar bagi Pelanggar
Iran Persiapkan Upacara Pemakaman Besar untuk Ayatullah Ali Khamenei
Putin Tawarkan Pembebasan Utang Bagi yang Mau Gabung Tentara
Prancis Minta Pelecehan Terhadap Aktivis Gaza Flotilla oleh Israel Diselidiki

Terbaru

  • Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel
  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’

Mungkin Anda Juga Suka

Oase Iman

Khotbah Jumat: Islam Menentang Aksi Premanisme

8 Mei 2025 13:08
Oase Iman

Khutbah Jumat: Hormat kepada Ulama, Santun kepada Sesama

24 April 2025 18:21
Oase Iman

Khutbah Jumat: Waspadai Faktor Penggagal Fatwa Jihad PalestinaL: Diri Kita Sendiri!

11 April 2025 07:28
Oase Iman

Khutbah: Idul Fitri dan Momentum Merajut Persaudaraan Sesama Umat Islam

30 Maret 2025 22:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?