Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Sejarah

Tragedi Aleppo: Antara Bashar al Assad dan Hulaghu Khan [2]

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 16 Mei 2016 11:38 11:38 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 16 Mei 2016 12:35
Bagikan
Ilustrasi Pasukan Mongol saat menyerang Aleppo
Bagikan

Sambungan artikel PERTAMA

 

Oleh: Mahmud Budi Setiawan

 

Kelima, ketika itu umat Islam terbiasa hidup berfoya-foya dan terlalu cinta kepada dunia, sehingga kesadaran kepada agamanya sangat kurang.

Baca Juga

H.O.S. Tjokroaminoto dan Pembelaan terhadap Palestina
Kongres Al-Islam di Indonesia Era Kolonial dan Kepedulian terhadap Palestina
Membungkam Suara Kritis: Kriminalisasi Ulama Masyumi di Orde Lama
KH. Ahmad Dahlan dan Peran sebagai Jembatan Ukhuwah Islamiyah
R.A Kartini: Latarbelakang Kehidupan dan Alam Pikirannya

Untuk mengatasi masalah ini –sebagaimana gambaran sejarah- ada beberapa hal yang perlu dilakukan.

Pertama, menyiapkan pemimpin yang shalih, kuat, pemberani, adil, amanah, dan bermartabat.

Dalam sejarah kita bisa melihat bahwa kedikdayaan Mongolia –tentunya setelah izin Allah- bisa ditaklukkan oleh seorang pemimpin yang memiliki karakter tersebut, yaitu: Saifuddin Quthus (Mahmud bin Mamdud). Pasukan Mongoliaia luluh lantak dalam pertempuran `Ainun Jalut yang dipimpin olehnya (Muhammad Shallabi, dalam al-Sulthan Saifuddin al-Quths wa Ma`rakatu `Ain Jalut, 137).

Kedua, memperkuat persatuan dan kesatuan serta peduli dengan urusan umat. Tidak boleh tidak, jika umat Islam tidak mau mengalami apa yang dialami saudara di Aleppo, maka harus mengokohkan persatuan, semua kepentingan pribadi harus lebur untuk kemaslahatan umat, serta siap sedia dalam memberi bantuan kepada mereka. Ini karena, Al-Qur`an mengingatkan:

وَٱعۡتَصِمُواْ بِحَبۡلِ ٱللَّهِ جَمِيعٗا وَلَا تَفَرَّقُواْۚ

“Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai,”(QS. Ali Imran[3]: 103). Kemudian, yang tak kalah penting,  sesama Muslim `kan diibaratkan seperti satu bangunan, dan anggota tubuh sebagaimana yang disabdakan nabi, maka setiap kali ada saudara Muslim kesusahan, harus sigap membantu.

Ketiga, tidak memperebutkan kekuasaan. Jauh-jauh hari Nabi Muhammad sudah mengingatkan:

إِنَّكُمْ سَتَحْرِصُونَ عَلَى الإِمَارَةِ، وَسَتَكُونُ نَدَامَةً يَوْمَ القِيَامَةِ

“Sesungguhnya kalian akan berambisi (merebut) kekuasaan, dan itu akan menjadi penyesalan di hari kiamat.” (HR. Bukhari).

Di dunia saja penyesalan juga terjadi ketika perebutan kekuasaan terjadi, karena akibat yang ditimbulkan sangatlah besar. Di sepanjang sejarah, di antara faktor yang bisa memporak-porandakan barisan umat ialah ketika terjadi perebutan kekuasaan.

Keempat, meningkatkan ketaatan pada Allah dan RasulNya serta menghindarkan diri dari persengketaan dan perselisahan di antara umat Islam.

Dalam al-Qur`an, ketidaktaatan, persengketaan dan perselisihan, berakibat fatal bagi hilangnya kekuatan kaum Muslimin. Allah berfirman:

وَأَطِيعُواْ ٱللَّهَ وَرَسُولَهُۥ وَلَا تَنَٰزَعُواْ فَتَفۡشَلُواْ وَتَذۡهَبَ رِيحُكُمۡۖ ٤٦

“Dan taatlah kepada Allah dan Rasul-Nya dan janganlah kamu berbantah-bantahan, yang menyebabkan kamu menjadi gentar dan hilang kekuatanmu dan bersabarlah.” (QS. Al-Anfal[8]: 46).

Salah satu kunci sukses Saifuddin Quthus dalam pertempuran `Ainun Jalut ialah karena ketaatannya kepada Allah dan Rasulnya begitu kuat, dan mampu membuat umat Islam bersatu dan mencegah terjadinya perselisihan di kalangan umat Islam.

Kelima, tidak berfoya-foya serta tidak silau dengan kehidupan dunia.

Dalam al-Qur`an dijelaskan bahwa penyebab hancurnya kaum sebelum Muhammad, karena perbuatan tersebut. Allah berfirman:

وَإِذَآ أَرَدۡنَآ أَن نُّهۡلِكَ قَرۡيَةً أَمَرۡنَا مُتۡرَفِيهَا فَفَسَقُواْ فِيهَا فَحَقَّ عَلَيۡهَا ٱلۡقَوۡلُ فَدَمَّرۡنَٰهَا تَدۡمِيرٗا ١٦

“Dan jika Kami hendak membinasakan suatu negeri, maka Kami perintahkan kepada orang-orang yang hidup mewah di negeri itu (supaya mentaati Allah) tetapi mereka melakukan kedurhakaan dalam negeri itu, maka sudah sepantasnya berlaku terhadapnya perkataan (ketentuan Kami), kemudian Kami hancurkan negeri itu sehancur-hancurnya.” (QS. Al-Isra[17]: 16).

Sebagai kesimpulan, setelah membaca pelajaran berharga dari sejarah, kejadian yang dialami penduduk Aleppo sangat mungkin berulang. Karenanya, jika tidak mau mengalami nasib seperti mereka, maka harus, disiapkan pemimpin yang kompeten; mengokohkan persatuan dan kesatuan umat serta peduli terhadap saudara yang kesusahan; tidak berebut kekuasaan; taat pada Allah dan RasulNya serta menghindari perselisihan dan pertikaian; kemudian terakhir hindarkan diri dari gaya hidup foya-foya dan jangan silau dengan dunia. Wallahu a`lam bi al-Shawab.*  

Penulis alumni Al Azhar Mesir, peminat masalah sejarah

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Aleppobashar al assadHulaghu KhanShalahuddin al Ayyubisuriah
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Hizbullah Tuduh Kelompok Jihadis Tewaskan Badreddine
Tulisan selanjutnya Keluarga Siyono Laporkan Anggota Densus ke Polres Klaten

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi

Berita
2 Juni 2026 19:00
Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah
Hakim Memutuskan Nama Donald Trump Dihapus dari Gedung Kesenian Kennedy Center
Irlandia Bakal Larang Impor dari Permukiman ‘Israel’ Mulai Pertengahan Juli

Terbaru

  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
  • Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah

Mungkin Anda Juga Suka

Sejarah

Salam al-Turjuman dan Ekspedisi Pencarian Tembok Ya’juj dan Ma’juj

14 April 2026 07:01
Sejarah

Akibat Mengabaikan Ukhuwah Islamiyah dan Bekerjasama dengan Musuh

9 April 2026 14:00
Sejarah

Cermin Sejarah: Respon Indonesia Saat Masjidil Aqsha Dinista Kesuciannya oleh Zionis Israel

6 April 2026 13:22
KajianSejarah

Dukungan Nyata Bangsa dan Tokoh Palestina untuk Kemerdekaan Indonesia

14 Maret 2026 06:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?