Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Sejarah

Hubungan Ustadz A. Hassan dan Syekh Ahmad Soorkati

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 9 Mei 2020 11:20 11:20 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 9 Mei 2020 11:06
Bagikan
Syekh A Soorkati - A Hassan
Bagikan

Hidayatullah.com | BILA  disebut tokoh pembaharu di tanah Jawa, maka tidak bisa dilepaskan dari trio figur berikut: Syekh Ahmad Soorkati (Al-Irsyad), KH. A. Dahlan (Muhammadiyah) dan Ustadz. A. Hasan (Persis).  Tak berlebihan jika Hamka dalam pidato berjudul “Pengaruh Muhammad Abduh di Indonesia” (1958: 15-22) mengatakan demikian, “…di tanah Jawa ada tiga orang ulama yang menerima ajaran itu –pembaharuan– dan menyiarkan dan memperjuangkannya, masing-masing di daerahnya, yaitu: (1) Syekh Ahmad Soorkati (2) K.H. Ahmad Dahlan (3) Syekh Ahmad Hassan.”

Dalam buku “A. Hassan Wajah dan Wijhah Seorang Mujtahid” (1985: 23) disebut keunikan 3 pembaharu di tanah jawa tersebut. Semua namanya diawali dengan Ahmad: Ahmad Soorkati, Ahmad Dahlan dan Ahmad Hassan. Tulisan ini akan membicarakan secara khusus hubungan antara A. Hassan dengan Syekh Soorkati. Semoga paparan singkat ini bisa sedikit membuka wawasan bagaimana hubungan antara para pembaharu Islam Indonesia ini.

Penulis mulai dengan buku Tamar Djaja yang berjudul “Riwayat Hidup A. Hassan” (1980). Pada halaman 119, disebutkan bahwa hubungan A. Hassan dengan Syekh Ahmad Soorkati sangat rapat.

A. Hassan bahkan mengaku bahwa Soorkati adalah gurunya yang membuka banyak persoalan bila sedang berkata-kata. Selain itu, dalam halaman 127, disebutkan bahwa beliau (A. Hassan) adalah seorang anggota “Majlis Fatwah wat Tarjih” dalam perkumpulan Al-Irsyad. Ini menunjukkan bahwa hubungan antara kedua tokoh memang benar-benar dekat.

Data tersebut terkonfirmasi pada buku “Al-Irsyad” (1985) karya Hussein Abdullah Badjerei. Pada halaman 17, disebutkan bahwa A. Hassan di samping menjadi sahabat, juga sempat menimba ilmu kepada Soorkati.  Lebih dari itu (hal. 18), berdasarkan Muktamar Al-Irsyad tahun 1939, A. Hassan diangkat oleh Soorkati menjadi salah seorang anggota Majelis Iftaa’ Wattarjih mendampingi Soorkati bersama ulama lain.

Baca Juga

Kebakaran Hutan dalam Sejarah Utsmani: Sebab, Penanggulangan, dan Pelajarannya
KH. Abdul Mu’thi: Tetap Berkarya di Balik Penjara
KH. Abdullah Said dalam Liputan Majalah Panji Masyarakat
Menolak Digaji Negara: Kisah Para Hakim Teladan dalam Sejarah Peradaban Islam
Syair Ahmad Baktsir dan Detak Jantung Diplomasi Kemerdekaan RI di Kairo

Di buku ini juga ada informasi tambahan bahwa A. Hassanlah yang memperkenalkan Soorkati kepada sosok Bung Karno ketika menjalani pembuangan di Ende lewat brosur dan buku karya Soorkati.  Bila dilihat dari buku Prof. Dr. Syafiq Mughni, keterkaitan A. Hassan dengan Soorkati malah sejak berada di Singapura. Sekitar tahun 1914-1915, Hassan mendapat buku berjudul “Kafa’ah” karya Ahmad Soorkati yang intinya muslim dan muslimah boleh kawin tanpa memandang derajat (Hassan Bandung Pemikir Islam Radikal, 1980: 20).

Ini diperkuat oleh catatan Deliar Noer (87) bahwa pada tahun 1914, A. Hassan telah mendapati buku Syekh Ahmad Soorkati berjudul “Surah al-Jawab” tentang Kafa’ah. Demikianlah data singkat terkait hubungan antara A. Hassan dengan Syekh Ahmad Soorkati. Bagi para pembaca yang ingin menambahkan data, penulis sangat bersenang hati.

Tulisan ini, akan penulis akhiri dengan sabda Nabi:

الْأَرْوَاحُ جُنُودٌ مُجَنَّدَةٌ، فَمَا تَعَارَفَ مِنْهَا ائْتَلَفَ، وَمَا تَنَاكَرَ مِنْهَا اخْتَلَفَ

“Roh-roh itu seperti prajurit yang berkelompok-kelompok, jika saling mengenal mereka akan menjadi akrab, dan jika saling bermusuhan maka mereka akan saling berselisih.” (HR. Muslim).

Bahasa sederhananya, orang yang di alam arwah sudah sambung, saling mengenal, satu frekuensi, maka ketika sudah di dunia (pas kopdarnya) biasanya juga akan sambung. Entah itu lewat pemikiran, persahabatan, passion dan istilah semacamnya.

Penulis melihat, sejak di Singapura –walau belum bertemu– A. Hassan sudah satu frekuensi dengan Syekh Ahmd Soorkati. Lalu, di kemudian hari ternyata sama-sama menjadi tokoh pembaharu di tanah Jawa. Besar kemungkinan, di alam arwah mereka sudah saling kenal, akrab, sebagaimana pemaparan hadits di atas.

Kita tentu ingin frekuensi kita disambungkan Allah dengan ulama. dai dan tokoh-tokoh yang peduli dengan perjuangan Islam. Maka sejauh yang kita bisa, seperti yang dikemukakan kata bijak Arab berikut:

فتشبهوا إن لم تكونوا مثلهم إن التشبه بالكرام فلاح

Fatasyabbahu in lam takuunu mitslahum. Innat Tasyabbuha bil Kiraami Falah.

“Maka berusahalah kamu mengikut jejak mereka (orang soleh) walaupun kamu tidak jadi seperti mereka. Sesungguhnya mengikut jejak langkah orang yang mulia adalah suatu keberuntungan.” *

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:A. HassanAl-IrsyadarwahPersisSyekh Ahmad Soorkati
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Allah Berbuat Menurut Kehendak-Nya
Tulisan selanjutnya Muslim Jerman Siap Ramaikan Masjid

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Kecam Serangan Bandara King Khalid Saudi, Dewan Dakwah: Tidak Dapat Dibenarkan

Berita
12 Oktober 2026 23:35
Gerombolan Pemukim ‘Israel’ Bakar Masjid di Desa Mukhmas Tepi Barat
Majelis Ulama Indonesia Tetap Tegas Tolak Konser Andrea Bocelli
Qatar Janji Bantu Pemulihan Sektor Energi Libanon
Remaja Norwegia yang Dikontrak Geng Kriminal Terkait Iran untuk Melakukan Pembunuhan di Inggris Dibui 20 Tahun

Terbaru

  • Air Hujan di Singapura Berwarna Abu-abu karena Asap Karhutla
  • Blokade Militer Amerika Mencekik Kemampuan Finansial Iran
  • Remaja Norwegia yang Dikontrak Geng Kriminal Terkait Iran untuk Melakukan Pembunuhan di Inggris Dibui 20 Tahun
  • Qatar Janji Bantu Pemulihan Sektor Energi Libanon
  • Perusahaan Periklanan ‘Israel’ Tanam Spyware di Perangkat Jurnalis Al-Jazeera
  • Arab Saudi Eksekusi Pasangan yang Berbuat Asusila di Salah Satu Masjid Mekkah
  • Santri Hari Ini, Pemimpin Masa Depan: Semangat PFD XIII di Yogyakarta
  • Kebakaran Hutan dalam Sejarah Utsmani: Sebab, Penanggulangan, dan Pelajarannya
  • Gerombolan Pemukim ‘Israel’ Bakar Masjid di Desa Mukhmas Tepi Barat
  • IPB Kembangkan Kampung Ramah Keluarga Lewat Kolaborasi Riset dengan Dua Universitas Jepang

Mungkin Anda Juga Suka

Sejarah

Buya Natsir dan 1.000 Sarung untuk Tapol PKI

22 Juli 2026 20:00
Sejarah

Jejak Langkah Wanita Pejuang: Nyonya Hafni Zahra Abu Hanifah

15 Juni 2026 07:41
Sejarah

H.O.S. Tjokroaminoto dan Pembelaan terhadap Palestina

23 Mei 2026 15:57
Sejarah

Kongres Al-Islam di Indonesia Era Kolonial dan Kepedulian terhadap Palestina

17 Mei 2026 13:42
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?